Sabtu, 20 Agustus 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 4 : BESI TENGGELAM DAN GABUS TERAPUNG PUN IKUT MENDUKUNG (MENGEJEK) NEWTON.

Komunitas bumi datar adalah komunitas yang tidak mempercayai bahwa bumi itu bulat. Dan untuk menguatkan pendapatnya mereka mengingkari adanya gaya gravitasi. Mereka pun melakukan propaganda salah satunya lewat video yang diunggah di Youtube. Inilah salah satu ejekan mereka terhadap Newton dalam salah satu videonya,

Jika kita bertanya kepada Newton peristiwa elektron mengelilingi inti atom maka Newton akan menjawab "Karena Gravitasi".

Mohon maaf Newton tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.  Konsep elektron mengelilingi inti atom itu baru ditemukan ratusan tahun sesudah zaman Newton.  Gaya gravitasi dan gaya elektromagnetik adalah dua hal yang berbeda. Dalam kasus elektron mengelilingi inti atom kedua gaya tersebut sama-sama ada, namun gaya gravitasi amat sangat kecil bila dibandingkan dengan gaya elektromagetik. Karena massa elektron mendekati nol.  Untuk membuktikanya tidaklah sukar hanya perlu kalkulator saja.
 
Silakan dihitung dengan rumus di bawah ini,

Untuk gaya elektromagnetik
F = K.Q1.Q2 / R2 
 
Dan untuk gaya gravitasi
F = G.M1.M2 / R2

Di mana                      
F = gaya
Q1 = muatan inti atom.
Q2 = muatan elektron.
M1 = massa inti atom
M2 = massa elektron
R = Jari-jari lintasan elektron
K dan G suatu konstanta

Dalam hal ini Newton dan penemu model atom tidaklah salah, yang salah adalah orang yang tidak bisa mendudukkan sesuatu pada tempat yang semestinya.

Setelah mengejek Newton dengan elektron mereka pun lantas melanjutkan ejekannya dengan besi tenggelam dan gabus terapung.  Seolah mereka mengatakan “Nah tuh lihat Newton, besi saja bisa tenggelam, bagaimana  gabus terapung di air dengan hukum gravitasimu?” Bahkan para pengekor faham anti gravitasi ini pun dalam diskusinya ada yang menantang, bagaimana dengan balon udara yang bisa terbang, apakah ini gaya anti gravitasi?

Mereka pun lalu mengajukan sebuah teori untuk benda jatuh, yaitu benda bisa jatuh karena memiliki massa jenis yang lebih besar dari udara dan bisa terbang karena memiliki massa jenis yang lebih kecil dari udara. Indah memang kelihatannya...

Dan kabar baiknya bagi penganut faham ini adalah, memang benar jika benda yang massa jenisnya lebih kecil dari udara akan naik keatas dan bila lebih besar akan jatuh ke bawah.

Di samping ada kabar baik ternyata ada kabar buruknya, inilah kabar buruknya. Balon udara yang bisa naik ke atas ternyata disebabkan oleh gravitasi. Loh koq bisa?

Apakah anda tidak pernah bertanya pada guru-guru anda penganut faham mitos gravitasi sekaligus faham bumi datar, cobalah anda sedikit berpikir kritis dan bertanya “jika memang benda jatuh dan naik hanya karena perbedaan massa jenis semata mengapa arahnya hanya  ke atas dan ke bawah tidak ada ke samping atau ke mana, atau dari mana munculnya arah atas dan bawah?”  Dan satu lagi cobalah anda bertanya “Jika memang karena perbedaan massa jenis semata, mengapa ketika jatuh, benda mengalami percepatan 9,8 m/dtk2 namun ketika naik ke atas  percepataanya tidak sama dengan itu?”

Telah saya katakan tadi bahwa balon udara bisa naik ke atas terjadi karena gaya gravitasi. Bukan hanya balon udara, besi tenggelam dan gabus terapung pun terjadi karena adanya gaya gravitasi. Ini sungguhan loh!!!

Sebenarnya penjelasannya sangat sederhana mengapa gaya gravitasi yang menjadi penyebab itu semua. Seperti ini penjelasannya,

“Akibat gaya gravitasi, benda yang bermassa jenis lebih besar akan mendapatkan gaya tarik ke bawah lebih kuat. Akibatnya zat yang memiliki massa jenis lebih rendah akan didesak, diusir lalu dipindahkan ke atas”

Ini hanya berlaku untuk udara dan zat cair karena molekul zat cair dan gas (udara) mudah sekali berpindah. Sementara untuk zat padat tidak bisa, dan memang faktanya tidak ada benda jatuh bebas pada medium zat padat. Benda hanya akan tertahan di permukaan zat padat karena molekul zat padat sukar untuk berpindah. Contohnya besi yang diletakkan di atas meja tidak akan sanggup menembus meja karena molekul pada meja sangat angkuh.

Untuk membuktikan penjelasan saya, silakan lakukan eksperimen berikut,

  • Siapkan gelas
  • Isi dengan air separuhnya saja
  • Tandai level permukaan air
  • Ambil 10 butir kelereng
  • Masukan 10 kelereng ke dalam gelas
  • Amati permukaan level air, naik bukan?
Nah itulah, massa jenis kelereng yang lebih besar akan mendapat gaya gravitasi lebih kuat dan mendesak air sehingga air akan naik ke atas.

Masih belum puaskah?

Mari kita lanjutkan ejekan besi tenggelam dan gabus terapung.  Alih alih ingin mengejek Newton, justru malah sebaliknya besi tenggelam dan gabus terapung justru membuktikan adanya gaya gravitasi. Mari kita kupas satu-satu.

Peristiwa besi tenggelam

Akibat gaya gravitasi, besi yang memiliki massa jenis lebih besar dari air akan mendesak air dan besi akan terus memindahkan air  ke atas, setelah bertemu dasar air, besi baru berhenti.  Dengan kata lain besi mengalami jatuh bebas di dalam air.  Air yang merasa dipindahkan sebenarnya memberikan perlawanan inilah yang dimaksud dengan Prinsip Archimedes. Perlawanan yang diberikan air adalah gaya ke atas pada besi sebesar berat volume air yang diusir oleh besi.  Jadi hukum gravitasi Newton dan Prinsip Archimedes berkolaborasi di sini.

Bagaimana dengan percepatan yang terjadi saat besi jatuh bebas di dalam air? Jika kita mengabaikan gaya gesek antara air dan besi maka resultan gaya pada besi adalah gaya berat besi dikurangi gaya perlawanan air ke atas. Itulah yang menyebabkab percepatan besi jatuh bebas di dalam air lebih kecil dari pada percepatan jatuh ketika di udara.  Dan itu juga yang menyebabkan besi lebih ringan di dalam air daripada di udara.

Peristiwa gabus terapung

Cobalah diamati apakah peristiwa gabus terapung di atas air benar-benar terapung seluruhnya? Tidak, pasti sebagian kecil akan terendam di dalam air. Inilah penjelasanya,

Ketika gabus ditarik ke bawah oleh gravitasi, gabus akan berusaha memindahkan air di bawahnya, namun air akan memberikan perlawanan gaya ke atas. Semakin banyak volume air yang dipindahkan (artinya semakin banyak bagian gabus yang terendam) semakin besar gaya perlawanannya. Ketika gaya gravitasi pada gabus sudah sama dengan gaya perlawanan air ke atas maka terjadilah kesetimbangan, artinya resultan gayanya sudah nol.

Dan begitulah yang terjadi gabus akan mengapung di atas air dengan ada sedikit bagian yang terendam di dalam air. 

Sekarang mari berhitung agar anda tidak lagi menyepelekan gaya gravitasi


Misal 1
Massa jenis atau ρair  = 1 gr/cm3 = 1000 kg/m3
Massa jenis benda ρbenda =3 gr/cm3 = 3000 kg/m3
Percepatan gravitasi,  g = 10 m/dtk2

Benda bervolume 1 cm3 dimasukan ke dalam air, bila gaya gesek air dan benda di abaikan apa yang terjadi?

Jawab
F = W - Fa
 
F  = Resultan gaya
W = Gaya berat benda
Fa = Gaya Archimedes

Massa benda
m = Volume benda x ρbenda
m = 10-6 x 3000 = 0,003 kg

Gaya berat benda
W = massa benda x percepatan gravitasi
W = 0,003 x 10 =  0,03 Newton

Gaya Archimedes
Fa = Vol benda x ρair x percepatan gravitasi
Fa = 10-6 x 1000 x 10 =  0,01 Newton

F = W - Fa  = 0,03 – 0,01 = 0,02 Newton

Jadi gaya resultannya adalah 0,02 Newton.  Gaya resultan ini tidak lain adalah gaya berat benda di dalam air.

Percepatan yang terjadi di dalam air  adalah
a = F/m = 0,02N /0,003 kg = 6,67 m/dtk2
(positif artinya searah gaya gravitasi)

Jadi benda akan mengalami jatuh bebas di dalam air dengan percepatan sebesar 6,67 m/dtk2.  Silakan dibuktikan dengan ekperimen.

Misal 2
Massa jenis gabus  ρGabus = 0,2 gr/cm3 = 200 kg/m3
Massa jenis air  ρair  = 1 gr/cm3 = 1000 kg/m3

Gabus dengan volume 1 cm3 dimasukan ke dalam air apa yang terjadi.

Jawab
Karena massa jenis gabus lebih rendah dari massa jenis air dan lebih besar dari massa jenis udara maka gabus akan setimbang di atas air.

Massa gabus
m = Volume gabus x ρGabus
m = 10-6 x 200 = 0,0002 kg

Gaya berat gabus
W = massa gabus x percepatan gravitasi
W = 0,0002  x 10 = 0,002 Newton

Pada saat setimbang berarti gaya berat benda sama dengan gaya Archimedes atau resultan gayanya sama dengan nol.

F = W - Fa
0 = W - Fa
W= Fa
0,002 = Vol_terendam x ρair x percepatan gravitasi
0,002 = Vol_terendam x 1000 x 10
Vol_terendam = 0,002 / 10000  m3
Vol_terendam = 2 x 10-7 m3 = 0,2 cm3

Artinya ada sebagian volume gabus yang terendam di dalam air sebesar 0,2 cm3.

Silakan dibuktikan dengan eksperimen.

Misal 3
Apa jadinya jika gabus pada misal 2 dipaksa diletakkan di dasar air lalu dilepaskan.

Jawab
Pada saat gabus seluruhnya berada di dasar air maka gaya Archimedes yang terjadi adalah
Fa = 10-6 x 1000 x 10 =  0,01 Newton
 
Sementara gaya berat gabus adalah
W = 0,0002  x 10 = 0,002 Newton

Gaya resultan yang terjadi
F = W - Fa = 0,002 – 0,01 = - 0,008 Newton

Tanda minus berarti benda akan bergerak ke atas dan percepatan yang terjadi adalah;

a = F/m
a =  0,008 N / 0,0002 kg = 40 m/dt2

Jadi gabus akan meluncur ke atas dengan percepatan sebesar 40 m/dt2 dengan catatan gaya gesek diabaikan.

Pada kasus balon helium terbang pun bisa dijelaskan dengan cara tersebut di atas.  Resultan gaya terjadi karena pertarungan antara gaya berat balon versus gaya Archimedes.  Karena massa jenis helium lebih rendah dari massa jenis udara maka gaya Archimedes akan lebih besar dari gaya berat balon. Gaya Archimedes yang menang. Inilah yang menyebabkan balon helium meluncur ke atas. 


Berani terima tantangan?

Kepada Anda yang belum percaya gaya gravitasi.  Anda lihat sendiri bukan, begitu mendominasinya gravitasi di sini.  Jika anda belum percaya juga, sekarang silakan buang itu “g” (percepatan gravitasi) lalu tentukan kembali rumus sesuai kemauan anda agar bisa menjelaskan besi tenggelam dan gabus terapung.  Sanggupkah? Kalau anda tidak sanggup silakan bertanyalah pada guru-guru anda yang telah mengajarkan mitos gravitasi.


Penutup
Marilah kita sadari bahwa hukum gravitasi itu bukan diciptakan oleh Newton tapi ditemukan. Ditemukan karena Newton mengamati fenomena alam yaitu benda jatuh. Newton menemukannya 500 tahun yang lalu ketika teknologi belum semaju sekarang ini, belum ada laboratorium seperti sekarang ini. 

Andaikan hukum gravitasi Newton ini salah, tentu akan cepat  diketahui, apalagi zaman sekarang laboratorium di Sekolah-sekolah dan Universitas  sudah sedemikian majunya. Apakah pernah ada yang berhasil membuktikan kesalahan hukum gravitasi Newton.

Paling-paling mereka penganut faham bumi datar yang cara terbang saja salah ( masa cukup mengapung akan sampai tujuan). Yang mau naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya malah mundur ke Aceh. Yang sama sekali tidak memilki satelit tapi berani menyajikan foto bumi datar.  Yang mataharinya selalu di atas bumi dengan ketinggian 5000km (Mas...mas...seluas apapun bumi datar, matahari akan selalu terlihat sepanjang hari kalau seperti ini, sudah belajar arah rambat cahaya belum?). Yang siang dan malamnya terjadi karena tarian YIN-YAN matahari dan bulan. Yang fase fase bulan saat gerhana  terjadi karena benda selestial yang menutupi bulan, entah siluman dari mana itu (anehnya pengekor faham ini koq percaya saja pada siluman ya? Mestinya minta bukti dong itu siluman dari mana? Masa enggak kritis pisan sih!!!!). Yang tidak pernah akan memiliki 4 musim di bumi ini. Yang tidak akan pernah melihat matahari terbit atau tenggelam di laut.  Yang satu tahunnya bukan 365 hari (lamanya revolusi bumi pada matahari).

Terakhir, marilah kita kembali ke sains!!!


JADI MASIHKAH TIDAK PERCAYA GAYA GRAVITASI?
MASIHKAH PERCAYA BUMI ITU DATAR?

Rabu, 17 Agustus 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 3 : GAYA GRAVITASI SEMENTARA DIRUMAHKAN

Kecepatan adalah jarak dibagi waktu, ini adalah pengertian yang saya sederhanakan agar mudah dimengerti. 

Contohnya:
Mobil bergerak dengan kecepatan 60km/jam artinya dalam satu jam mobil menempuh jarak 60km, 2jam 120km, 2,5jam menempuh 150km.

Percepatan adalah perubahan kecepatan dibagi waktu, ini juga pengertian yang saya sederhanakan.

Contohnya:
Dari keadaan diam mobil mulai digas sehingga pada detik pertama kecepatan di spedometernya menunjuk 25km/jam, detik kedua 50km/jam, detik ketiga 75km/jam dan pada detik keempat 100km/jam.

Berarti setiap satu detik kecepatan mobil bertambah sebesar 25km/jam (atau 25000m/3600detik = 6,9m/detik ).

Jadi percepatan mobil adalah 6,9 m/dtk2

Mudah difahami bukan?

Sekarang mari kita bereksperimen lagi. Dengan bola golf lagi loh...
  • Pegang bola golf 10cm di atas telapak kaki kita lalu lepaskan. Sakitkah? Sakit sedikit mungkin.
  • Ulangi lagi, kali ini 30cm di atas telapak kaki, lepaskan! Lebih sakit dari yang pertama bukan?
  • Coba kalau 1 meter bagaimana, tentu lebih sakit lagi. Nah kalau dijatuhkan dari puncak monas jangan coba-coba ya!!!
Mari kita bertanya.  Mengapa semakin tinggi benda dijatuhkan efek jatuhnya semakin besar?

Ternyata semakin tinggi benda dijatuhkan, kecepatan sampai ke tanah semakin besar. Artinya benda yang dijatuhkan akan mengalami pertambahan kecepatan setiap waktu, dengan kata lain mengalami percepatan.

Benda jatuh ke bumi mengalami percepatan, ini adalah fakta yang tidak terbantahkan!!!

Nilai percepatan benda jatuh ini sebesar 9,8m/dtk2, kita bulatkan menjadi 10m/dtk2.  Artinya sesaat benda hendak dijatuhkan kecepatannya adalah 0, satu detik kemudian 10m/dtk, 2 detik menjadi 20m/dtk, 5 detik menjadi 50m/dtk dan seterusnya.

Ini pertanyaan mendasar.  Dari mana percepatan benda jatuh ini muncul, atau apa penyebab timbulnya percepatan benda jatuh ini?

Sudah menjadi pengetahuan di seluruh dunia bahwa percepatan ini timbul karena adanya gaya gravitasi bumi. Gaya gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda karena massanya.  Gaya tarik-menarik antara bumi dan benda-benda di permukaannya, kita sebut dengan gaya gravitasi bumi.

Jadi gaya gravitasi bumi lah penyebab benda-benda ditarik ke pusat massa bumi (alias jatuh bebas bila tidak ada yang menahan) dan mengalami percepatan saat jatuh. Percepatan yang ditimbulkan karena gaya gravitasi ini kita namakan percepatan gravitasi, nilainya rata-rata di permukaan bumi sebesar 9,8m/dtk2.

Namun saat ini ada sekelompok orang yang mengharamkan keberadaan gaya gravitasi bumi. Mereka mengatakan gaya gravitasi hanyalah sebuah "MITOS". Mereka adalah kelompok orang yang tidak percaya jika bumi ini bulat, berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari.  Mereka menganut faham bahwa bumi ini datar tidak berputar pada porosnya dan tidak mengelilingi matahari.

OK!  Marilah kita sejenak mengikuti kemauan mereka.  Artinya sementara kita harus 'merumahkan' gaya gravitasi bumi dan mencari kandidat lain gerangan apa yang menyebabkan timbulnya percepatan benda jatuh bebas.

Ini dia kandidat pertama
"Bumi yang datar meluncur ke atas dengan percepatan 10m/dtk2"

Yup....boleh juga tuh. Dengan bumi meluncur ke atas maka ketika kita melompat, bukan kita yang jatuh tapi bumilah yang menghampiri kita, begitu juga dengan benda yang dijatuhkan, bukan benda yang jatuh tapi bumilah yang menabrak benda itu. Sampai di sini kelihatannya semua baik-baik saja.

Namun ada konsekuensi logis dari semua ini yaitu:

Konsekuensi logis pertama
Untuk mempertahankan percepatan bumi saat meluncur ke atas, maka harus ada gaya dorong dari bawah yang bekerja terus menerus. Gaya dorong ini harus dipertahankan sebesar F = m.a, di mana F adalah gaya dorong, m artinya massa bumi dan a adalah percepatan bumi meluncur ke atas sebesar 10m/dtk2.  Jika Massa bumi begitu besarnya sudah tentu gaya yang dibutuhkan juga sangat besar. 

Gaya yang diberikan melewati lintasan S membutuhkan usaha sebesar W = F.S. 

Apa artinya ?

Ya... artinya adalah Energi harus diciptakan secara terus menerus untuk mempertahankan usaha sebesar W ini.

Jelas ini adalah pelanggaran, melanggar hukum kekekalan energi yang mengatakan energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.  Energi hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk lain, sedangkan jumlah total bersihnya adalah tetap di alam ini.

Konsekuensi logis kedua.
Sesaat bumi baru diciptakan, kecepatannya adalah nol. Satu detik kemudian menjadi 10m/dt, detik kedua menjadi 20m/dt, detik ketiga 30m/dt dan berapa kecepatannya saat ini?

Mari kita hitung berapa kecepatan bumi saat ini.

Rumusnya sangat mudah V = a. t

V = kecepatan selang waktu t
a = percepatan 10m/dt2
t = waktu yang sudah dijalani

Kita konversi dulu 1 tahun dalam detik.

1 Tahun = 365 x 24 x 60 x 60 = 31.536.000 detik.

Perlu diketahui juga berapa kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya di ruang hampa = 300.000.000 m/detik (dibulatkan)

Inilah kecepatan bumi meluncur ke atas;

Andaikan usia bumi 1 milyar tahun
V= 10m/dt2  x 109 x 31.536.000dt= 315.360.000 x109 m/dtk
Wah... ternyata 1 milyar kali kecepatan cahaya!!!

Jika usia bumi 1 juta tahun
V= 10m/dt2  x 106 x 31.536.000 dt= 315.360.000 x 106 m/dtk
Sejuta kali kecepatan cahaya!!

Kalau usia bumi baru seribu tahun
V= 10m/dt2  x 103 x 31.536.000 dt= 315.360.000 x 103 m/dtk
Seribu kali kecepatan cahaya!

Bumi baru lahir setahun yang lalu tepatnya 17 Agustus 2015
V= 10m/dt2 x 31.536.000 dt= 315.360.000 m/dtk
Eiitt... ternyata kecepatannya masih melebihi kecepatan cahaya.

Menurut teori relativitas Einstein tidak ada materi yang dapat melebihi kecepatan cahaya. Apalagi sampai satu milyar kalinya.  Jelas ini adalah sebuah pelanggaran berat.  Jadi kandidat pertama harus kita tolak karena melakukan pelanggaran berat.

Dan ini kandidat kedua

"Percepatan benda jatuh bebas timbul karena gaya elektromagnetik bumi"
Gaya elektromagnetik?  Wuiihhh keren bingitz!!!

Elektromagnetik memiliki dua komponen yaitu elektro atau listrik dan magnet. Gaya elektromagnetik adalah gaya yang terjadi akibat sifat kelistrikan dan sifat kemagnetan benda.

Gaya listrik
Adalah gaya tarik-menarik atau tolak menolak antara dua benda yang bermuatan listrik. Ini mirip dengan gaya gravitasi yang sedang kita "rumahkan" namun ada bedanya, kalau gravitasi hanya tarik-menarik sedangkan gaya listrik di samping tarik menarik juga bisa saling menolak. 

Hanya ada dua jenis muatan listrik di dunia ini yaitu muatan positif (+) dan muatan negatif (-), sedangkan benda yang tidak bermuatan disebut netral.  Dua benda yang bermuatan berbeda akan bersifat tarik-menarik sedangkan jika dua benda yang bermuatan sama (sama-sama positif atau sama-sama negatif) akan bersifat tolak menolak.

Apakah benda yang jatuh bebas terjadi karena tertarik oleh gaya listrik ini? mari kita uji!!

Kita lakukan eksperimen lagi. Kali ini dengan batu battery.

Kita anggap muatan bumi adalah negatif (-).

  • Peganglah batu battery satu meter di atas permukaan tanah.
  • Hadapkan kutub positifnya ke bawah dan kutub negatifnya di atas
  • Lepaskan batu battery
  • Apa yang terjadi?
  • Ternyata batu battery ditarik oleh bumi dengan percepatan 10m/dtk2.
  • Wah bisa jadi ini karena gaya listrik
  • Kita lanjutkan
  • Kita balik arah batterynya kali ini kutub negatifnya menghadap ke bawah
  •  Kita lepas kembali dan apa yang terjadi?
  • Loh koq ditarik lagi oleh bumi dengan percepatan yang sama????
  • Bukankah seharusnya batu battery akan terbang ke atas dengan percepatan 10m/dtk2
Wah berarti gaya listrik tidak pantas dipekerjakan di sini, tidak konsiten Mas!!!

Bagaimana kalau gaya magnet.

Gaya magnet adalah gaya tarik-menarik atau tolak menolak antara dua benda bersifat magnet.  Benda bermagnet memilki dua kutub yaitu kutub Utara dan kutub Selatan.  Jika dua kutub berbeda dihadapkan maka kedua benda akan saling menarik. Namun jika kutub yang berhadapan sama, akan saling menolak.

Silakan lakukan ekperimen lagi terhadap benda bermagnet, pegang satu meter di atas tanah lalu jatuhkan, silakan di bolak balik kutubnya...pasti hasilnya tetap sama, benda akan jatuh ke bumi juga.  Jadi gaya magnetpun tidak konsisten jika diterapkan di sini.

Selanjutnya Kandidat ketiga

Benda jatuh terjadi karena memiliki massa jenis yang lebih besar dari udara.  Bila massa jenis benda lebih kecil dari udara maka benda akan terbang ke atas misalnya balon helium.

Wah argumen yang hebat!!

Namun sayangnya argumen ini belum bisa menjelaskan darimana munculnya percepatan jatuh 10m/dt2  dan darimana munculnya arah atas dan bawah.  Perlu diketahui bahwa massa jenis adalah besaran skalar artinya tidak memiliki arah jadi perbedaan massa jenis saja tidak akan bisa menuntun benda jatuh arahnya ke bawah atau balon helium terbang arahnya ke atas.

Jadi apa kesimpulannya?

Kesimpulannya adalah kita harus berbicara dengan kepala personalia agar mempekerjakan kembali gaya gravitasi bumi yang sedang dirumahkan.


JADI MASIHKAH PERCAYA GAYA GRAVITASI HANYALAH MITOS?

Sabtu, 13 Agustus 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 2 : BOLA GOLF JADI PENANTANG

Di era digital ini masih saja ada yang beranggapan jika bumi itu datar dan tak berputar baik pada porosnya maupun mengelilingi matahari. Argumen-argumenpun dilontarkan. Salah satunya dalam buku karangan Eric Dubay, pada point 5 diutarakan "Jika Bumi benar-benar bulat dan berputar, helikopter akan bisa melayang di tempat dan menunggu untuk sampai ke tujuan mereka

Di dalam dunia maya juga ada yang mendukung argumen ini, ada yang mengatakan "jika bumi berputar tentu kalau kita lompat jatuhnya tidak akan di tempat saat lompat tapi jauh entah di mana". Ada juga yang mengatakan "Jika bumi berputar tentu kia akan merasa pusing".  Atau jika bumi berputar tentu air laut akan berguncang.

Sewaktu kecilpun saya dan temam-teman juga berpandangan seperti ini. Dan ini adalah wajar karena saya belum sekolah belum mengerti banyak ilmu-ilmu fisika. Bahkan waktu kecilpun saya sempat bereksperimen "Jika saya berada dalam mobil yang sedang bergerak dan saya jatuhkan benda di manakah jatuhnya?" Sayangnya eksperimen saya dilakukan pada mobil bak terbuka dan benda yang saya jatuhkan .sangat ringan jadinya lebih terpengaruh oleh angin di atas bak mobil.

Untuk membuktikannya mari kita bereksperimen dalam khayalan ini

  • Kita sedang berada di dalam kereta yang bergerak dengan kecepatan konstan 60 km/Jam atau 1 km/menit.
  • Kita memiliki sebuah bola golf
  • Pegang bola golf pada ketinggian 1 meter dari lantai kereta
  • Arahkan bola golf tepat di atas telapak kaki kita
  • Lepaskan bola golf tanpa memberikan gaya (lepaskan saja)

   Hasilnya apakah telapak kaki terasa sakit karena kena bola ataukah bola itu jatuh entah di mana?

Menurut penganut pandangan ini mestinya bola akan jatuh kira-kira 7,4 meter menjauh dari arah gerak kereta.

Inilah perhitungannya;

Waktu yang ditempuh bola untuk mencapai lantai adalah

S=Vot+1/2gt2

S = Jarak bola dari lantai ( 1 meter)
Vo = Kecepatan awal bola (dalam eksperimen ini adalah 0)
t = Waktu tempuh
g = percepatan gravitasi (10m/dtk2)

(penganut pandangan ini tidak percaya adanya gaya gravitasi, tapi percepatan gravitasi tidak bisa dibantah keberadaannya)

 Kita masukan nilai yang sudah diketahui

1 = 0 + 1/2 x 10 x t2  
1 = 5 x t2
t2 = 0,2
t = 0,447 dtk (waktu tempuh bola sampai ke lantai)

Bola yang dilepaskan akan menjauh dari gerak kereta sejauh

S = Vt

S = Jarak tempuh bola mendatar

V = Kecepatan kereta 1km/menit atau 16,7m/dtk
t = Waktu tempuh

Kita masukan nilai yang sudah diketahui

S = 16,7 x 0,447 meter
S = 7,45 meter

Cukup jauh bukan? Silakan dibuktikan !!! Tapi siap2 meringis kesakitan ya karena telapak kaki kejatuhan bola golf!!!

Sadarilah saat kita melepas bola golf, kecepatan bola golf yang sebesar kecepatan kereta tidak hilang.  Hukum Newton pertama tentang kelembaman berlaku di sini.  Dan pastinya bola golf tidak akan menjauh dari gerak kereta. Ya akhirnya meringislah kita karena telapak kaki kejatuhan bola golf.

Dan sadarilah, selama kita terperangkap di permukaan sampai atmosfir bumi maka kerangka acuan kita adalah bumi yang bulat berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari.  Helikopter yang melayang di atas bumi, air laut atau apapun, sesungguhnya dalam kondisi diam relatif terhadap bumi, maksudnya semuanya mengikuti kecepatan gerak bumi. Sama seperti bola golf saat dilepaskan di dalam kereta sesungguhnya diam relatif terhadap kereta. Dan sudah pasti helikopter harus bergerak untuk mencapai tujuannya, tidak cukup hanya melayang, air laut tidak akan berguncang dan saat kita melompat ke atas jatuhnya tidak akan jauh dari tempat semula.  Dan kita tidak akan merasa pusing, karena memang tidak ada yang perlu kita pusingkan.

Jadi masihkah percaya bahwa bumi itu datar dan diam ???

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 1 : SATELIT YANG DIINGKARI

Saat ini sedang ramai diskusi tentang bumi bulat atau datar di dunia maya.  Sudah banyak tulisan yang membantah ataupun yang mendukung bumi itu datar. Saya merasa sedikit terusik untuk ikut mendiskusikannya.

Faham penganut bumi datar tidak mempercayai adanya satelit buatan yang mengorbit bumi.  Mengapa mereka tidak percaya adanya satelit buatan yang mengorbit bumi?

Inilah sebabnya.....

Sebab pertama
Keberadaan satelit ini akan membuktikan adanya gaya gravitasi bumi. Padahal gaya gravitasi bumi diharamkan keberadaannya oleh penganut faham bumi datar. Ini sungguh gawat, padahal hukum fisika banyak yang berhubungan dengan gravitasi.

Sebab kedua
Dengan model bentuk bumi datar, mereka tidak akan bisa menjelaskan bagaimana cara satelit ini bisa menggantung di atas bumi.

Agar bisa menggantung di atas bumi satelit harus mengitari bumi (mengorbit) dengan kelajuan tertentu sehingga menghasilkan gaya sentripetal yang sama dengan gaya gravitasi bumi. Rollcoaster adalah wahana yang menerapkan prinsip ini, pada saat posisi kereta ada di bawah, relnya harus melingkar dan kecepatan rollcoaster harus diperhitungkan agar tidak jatuh.

Sebab ketiga
Mereka tidak pernah menonton siaran TV yang direlay dari satelit, setiap melihat antena parabola yang menghadap ke langit mereka tutup mata. Kita bisa menerima siaran langsung dari belahan bumi manapun dengan bantuan satelit. Sebab sinyal yang dipancarkan di permukaan bumi akan sulit untuk menempuh jarak yang jauh karena terhalang oleh gunung atau dataran tinggi. Jadi dengan satelit siaran dari tempat yang satu bisa direlay ke tempat yang lain. Itulah mengapa antena parabola menghadap ke langit bukan ke samping seperti antena TV biasa.

Sebab keempat
Mereka tahunya feature GPS itu hanya ada di smartphone yang menggunakan SIMCARD. Pendeteksian posisi memang bisa menggunakan bantuan BTS. Padahal jauh sebelum feature GPS ada di smartphone,  GPS sudah digunakan di banyak perangkat tanpa SIMCARD, seperti GPS tracker, GPS navigasi, GPS pada kamera digital dsb. Dari mana perangkat GPS dapat mendeteksi posisi? sudah barang tentu dari komunikasi dengan satelit.

Jadi mungkin tak seorangpun dari mereka  pernah menggunakan perangkat GPS, kecuali GPS pada smartphone. Padahal kalau mereka bersedia menggunakan GPS Navigasi pasti mereka akan yakin bahwa sinyal GPSnya berasal dari satelit bukan dari BTS. Bisa dibuktikan, saat masuk terowongon sinyal GPS terputus, atau jika di dalam rumah sinyal GPS pun susah, dan bukti akurat lagi GPS bisa digunakan di hutan belantara atau di lautan luas yang jauh dari sinyal apapun di daratan. Lagipula BTS mana yang bisa terhubung dengan perangkat GPS tanpa SIMCARD.

Sebab kelima
Mereka tidak percaya googlemap dibuat dengan bantuan foto dari satelit. Mereka yakin googlemap difoto dari drone.  Mungkinkah?  Negara mana yang mengijinkan kedaulatan wilayah udaranya diacak-acak oleh drone google?  Sebagian besar negara di dunia memiliki aturan masing-masing terhadap penerbangan di wilayahnya.

Sebab keenam
Mereka tidak pernah menggunakan ATM mobil di daerah terpencil/terpelosok yang tidak memiliki jaringan internet. Atau mereka tidak pernah melihat ATM mobil yang memiliki antena parabola contohnya ATM mobilnya BRI.

Sebab ketujuh
Mereka tidak pernah menonton berita peluncuran roket yang membawa satelit untuk diorbitkan. Atau kalaupun mereka menonton mereka tidak percaya kalau roket itu membawa satelit, atau kalau mereka percaya roket itu membawa satelit mereka yakin satelit itu akan dijatuhkan di laut atau disembunyikan di suatu tempat entah di mana.

Belum lama ini BRI telah berhasil mengorbitkan satelitnya yang bernama BRISat dengan menumpang roket dari perusahaan luar negeri tentu dengan membayar sejumlah uang.  Tentunya pihak BRI akan menuntut perusahaan luar itu bila satelitnya ternyata diceburkan ke laut atau disembunyikan entah di mana.  Nyatanya BRI telah merasakan manfaatnya dengan diorbitkannya BRISat ini.

Jadi masihkah percaya bahwa bumi itu datar dan diam ???

Selasa, 03 November 2009

Dunia Semakin Panas (Bagian 2)

Memang hampir semua kejadian di bumi ini bermuara pada terbentuknya panas. Tapi tenang tidak usah khawatir hal ini tidak akan menyebabkan bertambahnya panas di bumi secara signifikan. Sebab di samping kontribusinya sangat kecil, bumi dan segala yang ada di permukaannya juga bisa membuang panasnya ke angkasa raya melalui cara radiasi.

Namun ada hal lain yang menghawatirkan saat ini, yaitu pemanasan global. Istilah pemanasan global dipakai karena ini adalah proses pemanasan (peningkatan suhu rata-rata) yang meliputi seluruh daratan, lautan dan atmosfer bumi. Telah terjadi peningkatan suhu rata-rata global pada permukaan bumi dalam waktu seratus tahun terakhir ini sebesar kira-kira 0.75 derajat celcius. Ini adalah angka yang cukup besar, sebab jika proses ini berlanjut maka beberapa puluh tahun ke depan akan terjadi perubahan iklim yang sangat ekstrim dan di khawatirkan gunung es di kutub mencair yang akan mengakibatkan tergenangnya daratan.

Pemanasan global saat ini menjadi hal yang mengkhawatirkan dan sering menjadi bahan diskusi ilmiah bahkan konferensi tingkat dunia pun telah digelar dengan menghasilkan Protokol Kyoto. Protokol ini telah ditanda tangani oleh sebagian besar negara-negara di belahan dunia ini. Isi pokoknya adalah usaha untuk mengurangi efek rumah kaca yang menjadi sebab utama pemanasan global.

Apa itu Efek rumah kaca?

Ini masih berhubungan dengan panas. Kita tahu bahwa setiap benda aka selalu meradiasikan gelombang elektromagnetik sehubungan dengan panas yang dimilikinya. Bumi dan segala apa saja yang ada di permukaannya pun meradiasikan gelombang elektromagnetik. Sebagian besar radiasi yang pancarkan dari permukaan bumi adalah pada daerah infra merah. Gelombang infra merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya tampak.

Di udara gelombang inframerah ini bertemu dengan gas-gas antara lain uap air(H2O), karbon dioksida (CO2), metana (CH4). Akibat terhalang gas-gas inilah sebagian besar gelombang infra merah tersebut dipantulkan kembali ke bumi dan diserap menjadi panas. Inilah yang dimaksud dengan efek rumah kaca. Seolah-olah bumi diselubungi oleh kaca pemantul infra merah sehingga radiasi dari bumi terjebak di sekitar permukaan bumi, tidak bisa keluar ke angkasa raya, atau hanya sebagian kecil yang bisa keluar.

Efek rumah kaca sebenarnya tidaklah terlalu menghawatirkan jika konsentrasi gas-gas pemantul tersebut setimbang. Ini sudah terjadi sejak bumi tercipta milyaran tahun yang lalu. Temperatur di permukaan bumi makin naik namun dalam rentang waktu ratusan juta tahun. Dulunya bumi juga pernah mengalami zaman es. Bahkan seandainya tidak ada efek rumah kaca mungkin seluruh permukaan bumi akan diselimuti oleh es, dan mungkin kehidupan tidak seperti sekarang ini.

Namun saat ini konsentrasi gas-gas CO2 dan CH4 di udara terus meningkat tajam akibat meningkatnya berbagai kegiatan manusia di bumi ini. Gas CO2 dihasilkan dari berbagai macam pembakaran juga pernapasan makhluk hidup. Sementara tumbuhan yang fungsinya menyerap CO2 dalam fotosintesis semakin berkurang akibat penggundulan hutan. Gas metana setiap hari dilepaskan oleh hewan dan manusia sebagai hasil dari pencernaannya.

Dengan meningkatnya konsentrasi gas-gas pemantul inilah maka panas yang dipantulkan kembali ke bumi semakin meningkat yang berakibat pada cepatnya peningkatan panas di bumi. Inilah yang menyebabkan pemanasan global dan yang kita rasakan adalah dunia semakin panas. (TAMAT)

✨ Tentang Penulis ✨

Di balik angka, teori, dan bintang-bintang, selalu ada manusia yang mencari makna. Siapakah dia?
Baca biografinya...

Mohon Dimengerti

Silakan copas dan publikasi ulang, tapi mohon jangan mengubah alamat-alamat link yang ada di dalam artikel dan mohon cantumkan sumbernya blog FISIKA DI SEKITAR KITA.
Penulis tidak bertanggung jawab atas segala isi hasil copas yang dipublikasikan tersebut. Karena bisa saja Penulis baru menyadari ada kekeliruan dalam artikel dan merevisinya, untuk itu mohon komunikasinya.
Terima kasih atas pengertiannya.

Postingan Populer