Sabtu, 20 Agustus 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 4 : BESI TENGGELAM DAN GABUS TERAPUNG PUN IKUT MENDUKUNG (MENGEJEK) NEWTON.

Komunitas bumi datar adalah komunitas yang tidak mempercayai bahwa bumi itu bulat. Dan untuk menguatkan pendapatnya mereka mengingkari adanya gaya gravitasi. Mereka pun melakukan propaganda salah satunya lewat video yang diunggah di Youtube. Inilah salah satu ejekan mereka terhadap Newton dalam salah satu videonya,

Jika kita bertanya kepada Newton peristiwa elektron mengelilingi inti atom maka Newton akan menjawab "Karena Gravitasi".

Mohon maaf Newton tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.  Konsep elektron mengelilingi inti atom itu baru ditemukan ratusan tahun sesudah zaman Newton.  Gaya gravitasi dan gaya elektromagnetik adalah dua hal yang berbeda. Dalam kasus elektron mengelilingi inti atom kedua gaya tersebut sama-sama ada, namun gaya gravitasi amat sangat kecil bila dibandingkan dengan gaya elektromagetik. Karena massa elektron mendekati nol.  Untuk membuktikanya tidaklah sukar hanya perlu kalkulator saja.
 
Silakan dihitung dengan rumus di bawah ini,

Untuk gaya elektromagnetik
F = K.Q1.Q2 / R2 
 
Dan untuk gaya gravitasi
F = G.M1.M2 / R2

Di mana                      
F = gaya
Q1 = muatan inti atom.
Q2 = muatan elektron.
M1 = massa inti atom
M2 = massa elektron
R = Jari-jari lintasan elektron
K dan G suatu konstanta

Dalam hal ini Newton dan penemu model atom tidaklah salah, yang salah adalah orang yang tidak bisa mendudukkan sesuatu pada tempat yang semestinya.

Setelah mengejek Newton dengan elektron mereka pun lantas melanjutkan ejekannya dengan besi tenggelam dan gabus terapung.  Seolah mereka mengatakan “Nah tuh lihat Newton, besi saja bisa tenggelam, bagaimana  gabus terapung di air dengan hukum gravitasimu?” Bahkan para pengekor faham anti gravitasi ini pun dalam diskusinya ada yang menantang, bagaimana dengan balon udara yang bisa terbang, apakah ini gaya anti gravitasi?

Mereka pun lalu mengajukan sebuah teori untuk benda jatuh, yaitu benda bisa jatuh karena memiliki massa jenis yang lebih besar dari udara dan bisa terbang karena memiliki massa jenis yang lebih kecil dari udara. Indah memang kelihatannya...

Dan kabar baiknya bagi penganut faham ini adalah, memang benar jika benda yang massa jenisnya lebih kecil dari udara akan naik keatas dan bila lebih besar akan jatuh ke bawah.

Di samping ada kabar baik ternyata ada kabar buruknya, inilah kabar buruknya. Balon udara yang bisa naik ke atas ternyata disebabkan oleh gravitasi. Loh koq bisa?

Apakah anda tidak pernah bertanya pada guru-guru anda penganut faham mitos gravitasi sekaligus faham bumi datar, cobalah anda sedikit berpikir kritis dan bertanya “jika memang benda jatuh dan naik hanya karena perbedaan massa jenis semata mengapa arahnya hanya  ke atas dan ke bawah tidak ada ke samping atau ke mana, atau dari mana munculnya arah atas dan bawah?”  Dan satu lagi cobalah anda bertanya “Jika memang karena perbedaan massa jenis semata, mengapa ketika jatuh, benda mengalami percepatan 9,8 m/dtk2 namun ketika naik ke atas  percepataanya tidak sama dengan itu?”

Telah saya katakan tadi bahwa balon udara bisa naik ke atas terjadi karena gaya gravitasi. Bukan hanya balon udara, besi tenggelam dan gabus terapung pun terjadi karena adanya gaya gravitasi. Ini sungguhan loh!!!

Sebenarnya penjelasannya sangat sederhana mengapa gaya gravitasi yang menjadi penyebab itu semua. Seperti ini penjelasannya,

“Akibat gaya gravitasi, benda yang bermassa jenis lebih besar akan mendapatkan gaya tarik ke bawah lebih kuat. Akibatnya zat yang memiliki massa jenis lebih rendah akan didesak, diusir lalu dipindahkan ke atas”

Ini hanya berlaku untuk udara dan zat cair karena molekul zat cair dan gas (udara) mudah sekali berpindah. Sementara untuk zat padat tidak bisa, dan memang faktanya tidak ada benda jatuh bebas pada medium zat padat. Benda hanya akan tertahan di permukaan zat padat karena molekul zat padat sukar untuk berpindah. Contohnya besi yang diletakkan di atas meja tidak akan sanggup menembus meja karena molekul pada meja sangat angkuh.

Untuk membuktikan penjelasan saya, silakan lakukan eksperimen berikut,

  • Siapkan gelas
  • Isi dengan air separuhnya saja
  • Tandai level permukaan air
  • Ambil 10 butir kelereng
  • Masukan 10 kelereng ke dalam gelas
  • Amati permukaan level air, naik bukan?
Nah itulah, massa jenis kelereng yang lebih besar akan mendapat gaya gravitasi lebih kuat dan mendesak air sehingga air akan naik ke atas.

Masih belum puaskah?

Mari kita lanjutkan ejekan besi tenggelam dan gabus terapung.  Alih alih ingin mengejek Newton, justru malah sebaliknya besi tenggelam dan gabus terapung justru membuktikan adanya gaya gravitasi. Mari kita kupas satu-satu.

Peristiwa besi tenggelam

Akibat gaya gravitasi, besi yang memiliki massa jenis lebih besar dari air akan mendesak air dan besi akan terus memindahkan air  ke atas, setelah bertemu dasar air, besi baru berhenti.  Dengan kata lain besi mengalami jatuh bebas di dalam air.  Air yang merasa dipindahkan sebenarnya memberikan perlawanan inilah yang dimaksud dengan Prinsip Archimedes. Perlawanan yang diberikan air adalah gaya ke atas pada besi sebesar berat volume air yang diusir oleh besi.  Jadi hukum gravitasi Newton dan Prinsip Archimedes berkolaborasi di sini.

Bagaimana dengan percepatan yang terjadi saat besi jatuh bebas di dalam air? Jika kita mengabaikan gaya gesek antara air dan besi maka resultan gaya pada besi adalah gaya berat besi dikurangi gaya perlawanan air ke atas. Itulah yang menyebabkab percepatan besi jatuh bebas di dalam air lebih kecil dari pada percepatan jatuh ketika di udara.  Dan itu juga yang menyebabkan besi lebih ringan di dalam air daripada di udara.

Peristiwa gabus terapung

Cobalah diamati apakah peristiwa gabus terapung di atas air benar-benar terapung seluruhnya? Tidak, pasti sebagian kecil akan terendam di dalam air. Inilah penjelasanya,

Ketika gabus ditarik ke bawah oleh gravitasi, gabus akan berusaha memindahkan air di bawahnya, namun air akan memberikan perlawanan gaya ke atas. Semakin banyak volume air yang dipindahkan (artinya semakin banyak bagian gabus yang terendam) semakin besar gaya perlawanannya. Ketika gaya gravitasi pada gabus sudah sama dengan gaya perlawanan air ke atas maka terjadilah kesetimbangan, artinya resultan gayanya sudah nol.

Dan begitulah yang terjadi gabus akan mengapung di atas air dengan ada sedikit bagian yang terendam di dalam air. 

Sekarang mari berhitung agar anda tidak lagi menyepelekan gaya gravitasi


Misal 1
Massa jenis atau ρair  = 1 gr/cm3 = 1000 kg/m3
Massa jenis benda ρbenda =3 gr/cm3 = 3000 kg/m3
Percepatan gravitasi,  g = 10 m/dtk2

Benda bervolume 1 cm3 dimasukan ke dalam air, bila gaya gesek air dan benda di abaikan apa yang terjadi?

Jawab
F = W - Fa
 
F  = Resultan gaya
W = Gaya berat benda
Fa = Gaya Archimedes

Massa benda
m = Volume benda x ρbenda
m = 10-6 x 3000 = 0,003 kg

Gaya berat benda
W = massa benda x percepatan gravitasi
W = 0,003 x 10 =  0,03 Newton

Gaya Archimedes
Fa = Vol benda x ρair x percepatan gravitasi
Fa = 10-6 x 1000 x 10 =  0,01 Newton

F = W - Fa  = 0,03 – 0,01 = 0,02 Newton

Jadi gaya resultannya adalah 0,02 Newton.  Gaya resultan ini tidak lain adalah gaya berat benda di dalam air.

Percepatan yang terjadi di dalam air  adalah
a = F/m = 0,02N /0,003 kg = 6,67 m/dtk2
(positif artinya searah gaya gravitasi)

Jadi benda akan mengalami jatuh bebas di dalam air dengan percepatan sebesar 6,67 m/dtk2.  Silakan dibuktikan dengan ekperimen.

Misal 2
Massa jenis gabus  ρGabus = 0,2 gr/cm3 = 200 kg/m3
Massa jenis air  ρair  = 1 gr/cm3 = 1000 kg/m3

Gabus dengan volume 1 cm3 dimasukan ke dalam air apa yang terjadi.

Jawab
Karena massa jenis gabus lebih rendah dari massa jenis air dan lebih besar dari massa jenis udara maka gabus akan setimbang di atas air.

Massa gabus
m = Volume gabus x ρGabus
m = 10-6 x 200 = 0,0002 kg

Gaya berat gabus
W = massa gabus x percepatan gravitasi
W = 0,0002  x 10 = 0,002 Newton

Pada saat setimbang berarti gaya berat benda sama dengan gaya Archimedes atau resultan gayanya sama dengan nol.

F = W - Fa
0 = W - Fa
W= Fa
0,002 = Vol_terendam x ρair x percepatan gravitasi
0,002 = Vol_terendam x 1000 x 10
Vol_terendam = 0,002 / 10000  m3
Vol_terendam = 2 x 10-7 m3 = 0,2 cm3

Artinya ada sebagian volume gabus yang terendam di dalam air sebesar 0,2 cm3.

Silakan dibuktikan dengan eksperimen.

Misal 3
Apa jadinya jika gabus pada misal 2 dipaksa diletakkan di dasar air lalu dilepaskan.

Jawab
Pada saat gabus seluruhnya berada di dasar air maka gaya Archimedes yang terjadi adalah
Fa = 10-6 x 1000 x 10 =  0,01 Newton
 
Sementara gaya berat gabus adalah
W = 0,0002  x 10 = 0,002 Newton

Gaya resultan yang terjadi
F = W - Fa = 0,002 – 0,01 = - 0,008 Newton

Tanda minus berarti benda akan bergerak ke atas dan percepatan yang terjadi adalah;

a = F/m
a =  0,008 N / 0,0002 kg = 40 m/dt2

Jadi gabus akan meluncur ke atas dengan percepatan sebesar 40 m/dt2 dengan catatan gaya gesek diabaikan.

Pada kasus balon helium terbang pun bisa dijelaskan dengan cara tersebut di atas.  Resultan gaya terjadi karena pertarungan antara gaya berat balon versus gaya Archimedes.  Karena massa jenis helium lebih rendah dari massa jenis udara maka gaya Archimedes akan lebih besar dari gaya berat balon. Gaya Archimedes yang menang. Inilah yang menyebabkan balon helium meluncur ke atas. 


Berani terima tantangan?

Kepada Anda yang belum percaya gaya gravitasi.  Anda lihat sendiri bukan, begitu mendominasinya gravitasi di sini.  Jika anda belum percaya juga, sekarang silakan buang itu “g” (percepatan gravitasi) lalu tentukan kembali rumus sesuai kemauan anda agar bisa menjelaskan besi tenggelam dan gabus terapung.  Sanggupkah? Kalau anda tidak sanggup silakan bertanyalah pada guru-guru anda yang telah mengajarkan mitos gravitasi.


Penutup
Marilah kita sadari bahwa hukum gravitasi itu bukan diciptakan oleh Newton tapi ditemukan. Ditemukan karena Newton mengamati fenomena alam yaitu benda jatuh. Newton menemukannya 500 tahun yang lalu ketika teknologi belum semaju sekarang ini, belum ada laboratorium seperti sekarang ini. 

Andaikan hukum gravitasi Newton ini salah, tentu akan cepat  diketahui, apalagi zaman sekarang laboratorium di Sekolah-sekolah dan Universitas  sudah sedemikian majunya. Apakah pernah ada yang berhasil membuktikan kesalahan hukum gravitasi Newton.

Paling-paling mereka penganut faham bumi datar yang cara terbang saja salah ( masa cukup mengapung akan sampai tujuan). Yang mau naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya malah mundur ke Aceh. Yang sama sekali tidak memilki satelit tapi berani menyajikan foto bumi datar.  Yang mataharinya selalu di atas bumi dengan ketinggian 5000km (Mas...mas...seluas apapun bumi datar, matahari akan selalu terlihat sepanjang hari kalau seperti ini, sudah belajar arah rambat cahaya belum?). Yang siang dan malamnya terjadi karena tarian YIN-YAN matahari dan bulan. Yang fase fase bulan saat gerhana  terjadi karena benda selestial yang menutupi bulan, entah siluman dari mana itu (anehnya pengekor faham ini koq percaya saja pada siluman ya? Mestinya minta bukti dong itu siluman dari mana? Masa enggak kritis pisan sih!!!!). Yang tidak pernah akan memiliki 4 musim di bumi ini. Yang tidak akan pernah melihat matahari terbit atau tenggelam di laut.  Yang satu tahunnya bukan 365 hari (lamanya revolusi bumi pada matahari).

Terakhir, marilah kita kembali ke sains!!!


JADI MASIHKAH TIDAK PERCAYA GAYA GRAVITASI?
MASIHKAH PERCAYA BUMI ITU DATAR?

5 komentar:

Edi S mengatakan...

Bagaimana rumus yang ada pada balon terbang?

nanang kurniawan mengatakan...

Sebagian tayangan di video youtuber fe 101
Memang belum tentu benar semua
Tapi banyak kebenaran di situ
Beberapa gal seperti bintang
Video peluncuran satelit bri dan telkomsel yg cuma ganti logo
Saya terus menelusuri
Sampai
Ada ilmuwan amerika yg menertawakan
Video pendaratan apolo

Kapan sampai nya si cameraman nya

Bhaaa haha
Salam people power

ILMU KUCARI mengatakan...

Mamas Nanang memahami bentuk alam semesta koq dari teori konspirasi.
Pelajari sains Mas, jika Mas Sudah belajar sains dengan benar tentu Mas akan geli sendiri dengan pemahaman yang sekarang Mas anut. Belajar sains ya Mas, jangan teori konspirasi.

jihan 93 mengatakan...

ibu atau bapak ilmu kucari, memangnya anda bisa menjamin versi sains yang anda anut adalah bukan hasil sebuah konspirasi. pemahaman dalam satu agama saja banyak versinya tidak jelas mana yang masih murni dari Tuhan, mana yang sudah hasil utak atik manusia. Apalagi sains...

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Jihan Terima kasih atas kunjungannya.
Permasalahan konpsirasi dan perbedaan pemahaman adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan pemahaman sudah pasti ada dalam segala hal. Tapi kalau masalah konspirasi itu adalah masalah tuduh menuduh yang dasarnya hanya opini dan sikap tidak percaya.

Sains itu bersifat terbuka, siapa pun dari latar belakang apapun, agama apapun, ras apapun boleh dan dipersilakan mempelajarinya. Kalau sains misalnya astronomi dan fisika itu adalah hasil konspirasi sudah tentu jutaan orang cerdas di dunia ini akan membongkarnya yang sudah tentu dengan ilmu yang memadai. Kenyaataannya saat ini orang yang menuduh sains adalah konspirasi seperti kaum FE itu ternyata pemahaman sainnya amat sangat parah bahkan banyak yang keliru,

Kalau memang Mas jihan sanggup memebuktikan bahwa itu semua adalah kebohongan silakan saja buktikan, tapi tentu harus dengan ilmu yang memadai, Makanya Mas Jihan musti belajar dulu yang benar,

Saya pikir teori yang menyatakan sains(astronomi dan fisika) adalah kebohongan itu aadalah suatu penghinaan pada orang-orang cerdas bahkan para ulama yang telah membuat jadwal waktu shalat berdasarkan bentuk alam semesta seperti yang sekarang ini.
Silakan Mas Jihan renungkan ilmu Mas Jihan dengan mereka tinggian mana?

Belajar dulu ya Mas, lepaskan dulu teori konspirasi, Insya Allah jika Mas Jihan belajar dengan benar akan mengerti dan faham.

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari