Sabtu, 01 Oktober 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 10 : AZIMUTHAL EQUIDISTANT



Sedikit demi sedikit saya mulai bisa menarik kesimpulan dari cara pembuat video datar mempengaruhi penontonnya.  Tapi mohon maaf ini hanyalah sekedar kesimpulan saya, kesimpulan anda tidak harus sama dengan kesimpulan saya.  Kesimpulan saya adalah pembuat video datar ini sangat cerdas, mereka tahu tema-tema apa saja yang akan ditampilkan dalam video itu untuk mendukung teorinya.  Dan tema-tema ini memang mudah sekali mempengaruhi penonton video yang malas untuk melakukan cek ulang atau mencari informasi pembanding, kurang mengerti sains terutama ilmu fisika dan mereka yang doyan dengan teori konspirasi.

 Misalnya jika dikatakan tidak ada penerbangan dari kota A ke kota B secara langsung, tentang penerbangan dari Bali ke LA yang terpaksa mendarat darurat di Alaska karena ada wanita melahirkan, tidak ada orang yang mengaku melihat satelit dengan teleskop, setelah dicek ulang ternyata faktanya tidaklah demikian, Satelit ISS bisa dilihat langsung tanpa bantuan alat optik.  Misalnya lagi dalam ilmu fisika tentang tidak adanya gravitasi, medan elektromagnetik yang membuat matahari dan benda langit berputar, perbedaan massa jenis yang membuat benda jatuh, jika kita mengerti ilmu fisika tentu kita tahu bahwa hal-hal demikian tidaklah benar. Dan tema yang paling sensitif dan menurut saya paling kuat pengaruhnya adalah tema konspirasi global.

Di samping tema-tema itu mereka juga mengajukan beberapa percobaan yang bagi penonton video yang tidak mengerti metodologi percobaan ilmiah tentu akan langsung mempercayainya.   Dalam tradisi ilmiah sebuah percobaan akan dituliskan laporannya dalam bentuk jurnal ilmiah dan dipublikasikan.  Di dalam jurnal ilmiah ditulis antara lain siapa yang melakukan, kapan dan di mana dilakukan, kondisi lingkungan, metode, teknik pengambilan data, kesulitan dan  hasil percobaan, sehingga orang lain dapat menilai keabsahannya dan mengulangi percobaan tersebut  dengan metode yang lebih baik jika meragukan.

Beberapa percobaan yang diajukan di video tersebut menurut saya banyak sekali kelemahannya bahkan ada yang benar-benar salah.  Misalnya percobaan menembakkan LASER sejauh 6.4Km adalah sangat sulit untuk menghasilkan titik jatuhnya karena sepersekian ratus derajat saja melenceng tentu titik jatuhnya akan meleset (silakan gunakan rumus sinus pada segitiga). 

Faktor yang mempengaruhi di sini adalah perbedaan ketinggian tanah dari permukaan laut antara sumber dan titik jatuh apakah sudah diukur? Kesejajaran LASER terhadap tanah bagaimana cara mengukurnya? Bagaimana memastikan arah laser tegak lurus dengan jari-jari bumi? Dan beberapa percobaan lainnya yang tidak menggunakan metode sebagaimana mestinya. Dan percobaan yang saya pikir paling salah dan fatal adalah percobaan mengukur temperatur cahaya bulan. Mungkin ini adalah keajaiban dunia yang ke-8 bila ada orang yang berhasil mengukur temperatur cahaya dengan termometer (bukan temperatur warna cahaya).

Percobaan yang dilakukan dengan sembarangan atau tidak mengikuti metode yang benar bisa dimungkinkan oleh dua hal.  Pertama karena orang yang melakukan percobaan kurang mengerti metode percobaan yang benar, sehingga tidak mempertimbangkan hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi hasil percobaan.  Kedua karena kesengajaan, artinya percobaan tersebut sengaja dilakukan dengan metode yang tidak benar agar memberikan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan.

Ada untungnya juga bagi saya menulis diblog ini. Saya jadi terus mencari literatur yang berhubungan dengan tema-tema yang dibahas pada video bumi datar. Paling tidak ada beberapa hal yang awalnya saya tidak faham akhirnya saya jadi sedikit lebih memahami. Misalnya tema tentang Azimuthal Equidistant yang dibahas oleh pembuat video bumi datar untuk mendukung teorinya. Tema ini barangkali kurang berhubungan dengan fisika tapi lebih kearah geografi. Tapi saya tetap menuliskannya di blog “Fisika di sekitar kita” ini karena saya anggap juga bermanfaat. Dan Ilmu geografi juga merupakan bagian dari ilmu alam, karena terbukti jurusan geografi ada di FMIPA UI.

Hal menarik yang membuat saya ingin membahas masalah Azimuthal Equidistant adalah karena pembuat video bumi datar mengklaim bahwa Azimuthal Equidistant merupakan peta yang dibuat berdasarkan bentuk bumi yang datar. Peta ini dibuat oleh USGS yang merupakan badan survei geologi AS (lucunya pembuat video ini mengatakan USGS adalah lembaga yang kredibel, tapi mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa lembaga ini juga memiliki satelit yang mereka tidak percayai keberadaannya. Silakan dicek pada situs resmi USGS apakah lembaga ini memiliki satelit atau tidak, agar anda bisa membuktikan sendiri), peta ini juga digunakan sebagai logo PBB dan yang lebih mencengangkan peta ini terpampang di ruang kerja J. F. Kennedy Presiden AS waktu itu.





Peta berdasarkan Proyeksi Azimuthal Equidistant



Logo PBB

Untuk ketiga fakta yang saya sebutkan adalah benar, namun untuk klaim bahwa peta ini dibuat berdasarkan bumi datar adalah salah dan benar-benar salah. Peta ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan bumi datar.  Klaim ini bagi penonton video yang malas untuk mengecek ulang akan ditelan mentah-mentah begitu saja, sama seperti ketika menelan mentah-mentah ilusi gravitasi, tidak adanya satelit, matahari yang rendah berputar  YIN-YAN di atas bumi datar, bulan yang punya kembaranyang muncul ketika terjadi gerhana, percobaan-percobaan yang ditampilkan, dan informasi-informasi lain yang tidak sesuai dengan fakta.

Sebelum membahas Azimuthal Equidistant kita perlu mengerti dulu tentang proyeksi peta bumi.  Andaikan bumi berbentuk datar tentu tidak akan ada bermacam-macam teknik proyeksi bumi pada bidang datar, proyeksi bidang datar ke bidang datar cukup dibuat skala pemetaan saja selesai.  Nah karena bumi berbentuk bulat maka untuk memproyeksikannya pada bidang datar diperlukan bermacam-macam teknik dan salah satunya adalah proyeksi Azimuthal Equidistant. Proyeksi pada bidang datar sangat diperlukan karena untuk membawa peta bumi dalam bentuk bulat (globe) sangatlah tidak praktis dan makan tempat, apalagi jika ukurannya besar. Proyeksi pada bidang datar misalnya pada kertas sangatlah praktis, bisa dilipat atau digulung dan mudah dibawa bahkan bisa disusun dalam bentuk buku.


Bentuk bumi yang bulat ketika diproyeksikan pada bidang datar sudah pasti akan menimbulkan permasalahan.  Silakan bayangkan kulit jeruk atau kulit bola yang dibentangkan mendatar tanpa ada sobekan pasti akan timbul lekukan di sana-sini.  Di dalam proyeksi peta, ini disebut sebagai distorsi atau kesalahan. Semua teknik proyeksi peta bumi pada bidang datar pasti akan memiliki kesalahan di samping kelebihan dan kekurangan. Kesalahan yang umum terjadi pada peta bumi adalah pada bentuk dan luas wilayah, jarak dan arah.


Peta yang ideal adalah peta yang tidak memilki kesalahan, namun hal ini tidaklah mungkin dapat dipenuhi.  Yang mungkin dapat dipenuhi adalah mempertahankan salah satu atau beberapa aspek dan mengabaikan aspek yang lain.  Dalam hal ini yang bisa dipertahankan keakuratannya adalah bentuknya (conform), luasnya (equivalent), arah dan jaraknya (equidistant). Tidak mungkin semuanya dapat dipenuhi sekaligus dalam satu teknik proyeksi. Untuk itu diperlukan berbagai teknik proyeksi yang bergantung dari tujuan pembuatan peta atau untuk keperluan apa peta tersebut dibuat.


Sebagai perbandingan, peta yang sering kita lihat pada buku atlas, atau terpampang di ruang kelas adalah peta yang berdasarkan pada proyeksi Mercator.  Proyeksi Mercator adalah proyeksi bola bumi pada selimut tabung (silinder). Proyeksi ini diperkenalkan oleh seorang kartografer bernama Flandria Gerardus Mercator pada tahun 1569. Model proyeksi ini hanya akurat di sekitar katulistiwa.  Daerah lain yang jauh dari katulistiwa akan terdistorsi, semakin jauh dari katulistiwa distorsinya semakin besar.   Lihatlah jarak Rusia dan AS yang seharusnya dekat di globe ternyata amat jauh di proyeksi peta ini.




Peta berdasarkan proyeksi Mercator


Apa itu proyeksi Azimuthal Equidistant?
Proyeksi Azimuthal Equidistant adalah sebuah teknik proyeksi bumi pada bidang datar yang berorientasi pada arah (azimuth) dan berusaha mempertahankan kesamaan jarak (equidistant) terhadap pusat proyeksi. Pusat proyeksi bisa dipilih di sembarang tempat sesuai dengan kebutuhan. Peta yang kita lihat berbentuk lingkaran di atas adalah peta yang berdasarkan proyeksi Azimuthal Equidistant dengan pusat proyeksi di kutub utara bumi. Proyeksi ini sangat cocok digunakan sebagai penentu arah kiblat bagi seluruh penjuru dunia dengan menjadikan Ka’bah sebagai pusat proyeksi.

Proyeksi Azimuthal Equidistant diperkenalkan oleh Al-Biruni (973-1048M) seorang ilmuwan muslim yang memahami bentuk bumi bulat jauh sebelum Galileo.  Beliau membuat teknik proyeksi dengan meletakkan bola pada pusat sebuah lingkaran (bidang datar) seperti gambar berikut.


Gambar Teknik Proyeksi Al-Biruni

Dari gambar bisa kita lihat, titik singgung pusat lingkaran dengan bola adalah pusat proyeksi.

Al-Biruni membuat rumus matematika yang lumayan rumit untuk memetakan semua titik pada permukaan bola ke sebuah lingkaran.  Untuk memudahkan pemahaman saya sebut saja rumus itu dengan fungsi pemetaan Al-Biruni.  Bisa kita gambarkan fungsi pemetaan itu seperti gambar berikut. ( Sama seperti pelajaran matematika di SMP)


Gambar Fungsi Pemetaan

            Saat ini di dunia maya sudah ada yang membuat generator untuk membuat proyeksi Azimuthal Equidistant.

Ciri-ciri proyeksi ini adalah adanya garis-garis bujur yang menuju ke suatu titik pusat seperti jari-jari dan adanya garis lintang berupa lingkaran-lingkaran yang mengelilingi pusat. Peta ini memiliki kelemahan yaitu semua arah dan jarak yang tidak melalui pusat proyeksi adalah salah, luas dan bentuk wilayah akan semakin terdistorsi ketika menjauh dari pusat proyeksi. Kita ambil contoh benua Australia yang jauh dari pusat proyeksi bentuknya menjadi memanjang, sangat berbeda dengan bentuk yang sebenarnya, dan jarak benua Australia dengan benua Afrika juga jadi semakin jauh.

Inilah artikel tentang proyeksi azimuthal equidistant yang saya kutip dari wikipedia berbahasa inggris.  Mohon maaf tidak saya kutip semua dan ada bagian yang saya potong dan tidak saya artikan secara harfiah.  Bila ingin lengkapnya silakan cek sendiri di Wikipedia.

“The azimuthal equidistant projectionis an azimuthal map projection. It has the useful properties that all points on the map are at proportionately correct distances from the center point, and that all points on the map are at the correct azimuth (direction) from the center point. A useful application for this type of projection is a polar projection which shows all meridians (lines of longitude) as straight, with distances from the pole represented correctly. The flag of the United Nationscontains an example of a polar azimuthal equidistant projection.

This projection is used by the USGS in the National Atlas of the United States of America, and for large-scale mapping of Micronesia. It is useful for showing airline distances from center point of projection and for seismic and radio work. 

Distances are correct between points along straight lines through the center. All other distances are incorrect. Distortion of areas and shapes increases with distance from the center point. Some types of wide-angle camera lenses, known as "fisheye lenses" produce an azimuthal equidistant projection of the photographed scene onto the photographic medium”. 

Dari keterangan artikel di atas bisa kita ringkaskan sebagai berikut;
  • Proyeksi Azimuthal Equidistant adalah salah satu jenis proyeksi peta azimuth. (proyeksi azimuth lain misalnya gnomonic, azimuthal orthografik dan azimuthal sterografik)
  • Teknik proyeksi ini sangat berguna ketika digunakan untuk mengukur jarak dan menentukan arah yang benar dari pusat proyeksi.
  • Logo PBB menggunakan proyeksi ini dengan pusat proyeksi kutub utara.
  • Proyeksi ini digunakan oleh USGS dalam Atlas nasional AS
  • Penerapan proyeksi ini misalnya untuk mengukur jarak penerbangan yang diukur dari pusat proyeksi, untuk seismik dan arah pancaran sinyal radio.
  • Jarak dua lokasi sepanjang garis yang melalui pusat proyeksi adalah tepat sedang semua jarak lain adalah salah atau tidak tepat. 
  • Distorsi luas dan bentuk wilayah akan bertambah ketika menjauh dari pusat proyeksi.


Proyeksi Azimuthal Equidistant
Lihat gambar di atas
  1. Arah dan jarak dari A ke B adalah benar karena melalui pusat proyeksi
  2. Arah dan jarak dari  C ke D adalah benar karena perpanjangan garis CD melalui pusat proyeksi
  3. Arah dan jarak dari A ke C salah karena garis dan perpanjangannya tidak melalui pusat proyeksi

Jarak dari A ke B dikatakan benar jika jarak pada peta dikali skala yang digunakan menunjukkan jarak yang sebenarnya di bumi dan berlaku sebaliknya.

Arah dari A ke C dikatakan salah artinya arah dari titik A ke titik C sebenarnya bukanlah garis lurus yang menghubungkan A dengan C.  Jika kita invers (anti proyeksi) maka di globe garis A-C bukanlah sebuah garis lurus tapi sebuah garis lengkung (kurva).  Jika di antara garis A-C ada titik E maka rute perjalanan terdekat dari A ke C sebenarnya tidak pernah melalui E, karena rute perjalanan terdekat yang sebenarnya, bukanlah garis lurus yang menghubungkan A dengan C.

Titik A, C dan E yang kelihatannya segaris pada bidang proyeksi sebenarnya tidak demikian  dalam kenyataannya, karena garis A-C tidak melalui pusat proyeksi.  Makanya disebutkan bahwa arah yang tidak melalui pusat proyeksi adalah salah. Jadi Proyeksi ini tidak bisa digunakan sebagai acuan rute penerbangan bila garis atau perpanjangan garis rutenya tidak melalui pusat proyeksi.  Namun sebaliknya bila garis atau perpanjangan garis rutenya melalui pusat proyeksi maka ini sangat akurat baik arah maupun jaraknya misalnya rute penerbangan dari A ke B atau dari C ke D.

Mudah dimengerti bukan?

Kesimpulannya, proyeksi Azimuthal Equidistant adalah proyeksi peta yang berdasarkan pada bumi bulat bukan bumi datar.  Jika proyeksi ini berdasarkan pada bumi datar sudah pasti tidak akan terjadi distorsi luas, bentuk, jarak dan arah. Tentunya tidak perlu diberi nama sekeren  "Proyeksi Azimuthal Equidistant" tapi cukup "Peta Bumi Datar".

Satu lagi hal menarik yang ingin saya bahas di sini adalah tentang rute penerbangan. Pembuat video datar mengklaim bahwa jalur penerbangan lebih masuk akal pada bumi datar dari pada globe. Namun cerobohnya dan menurut saya ini sangat ceroboh adalah peta yang digunakan untuk membuktikan jalur penerbangan adalah peta yang berdasar Proyeksi Azimuthal Equidistant.  Ya enggak nyambung lah….  Kalau mau membuktikan hal demikian harusnya dengan peta yang dibuat sendiri, tentukan letak, luas pulau, benua atau wilayah, jarak dan arahnya. Sudah saya jelaskan di atas bahwa jarak dan arah yang tidak melalui pusat proyeksi adalah salah. Coba saja perhatikan jarak Australia-Afrika jadi lebih jauh dibandingkan dengan jarak Australia-kutub utara padahal di proyeksi Mercator adalah sebaliknya. Dan juga perhatikan bentuk benua Australia yang sangat jelas terlihat mengalami distorsi. Jadi apa yang mau dibuktikan jika kerangka acuannya saja sudah salah.

Mari saya tunjukkan klaim pembuat video datar tentang berita yang menyebutkan ada pesawat dari Bali ke LA mendarat darurat di Alaska karena ada penumpang yang melahirkan.  Seperti pada gambar ini klaim mereka,



Menurut mereka penerbangan dari Bali ke LA pada bumi datar melewati Alaska, jadi masuk akal jika mendarat darurat di Alaska. Namun sayangnya peta yang digunakan adalah peta proyeksi Azimuthal Equidistant terlihat dari ciri-cirinya. Ini sebuah kesengajaan atau karena memang pembuat video sedang tidak menggunakan kecerdasaannya. Sudah saya jelaskan bahwa arah dan jarak yang tidak melalui pusat proyeksi adalah salah, jadi rute dari Bali ke LA tidak pernah melewati Alaska karena tidak melalui pusat proyeksi. 

 Kecuali pembuat video ngeyel bahwa peta tersebut adalah benar peta bumi datar bukan peta proyeksi.  Kalau memang seperti itu justru pertanyaannya akan semakin menyulitkan misalnya dengan cara apa peta tersebut dibuat? Memakai foto satelit kah? Siapa yang melakukan? Kapan dilakukan? benarkah bentuk benua Australia memanjang seperti di peta? Benarkah jarak-jarak antar benua, antar pulau, bentuk wilayah berbeda dengan yang sekarang dipercaya dunia?

Hal lain yang saya malu untuk mengungkapkannya adalah kenyataan bahwa rute penerbangan Bali-LA itu sebenarnya adalah Bali-Taiwan-LA.  Wanita yang melahirkan dan dokter yang menolong persalinan adalah penumpang dari Taiwan.  Sepertinya pembuat video sengaja menutupi fakta ini dengan tujuan untuk memperkuat klaimnya.

Tentang rute penerbangan akan saya lanjutkan, semoga kita lebih mendapat pencerahan setelah selesai membacanya.  Pembuat video mengklaim bahwa tidak ada penerbangan langsung dari Johannesburg ke Sidney, tapi transit dulu di Dubai. Seperti ini gambar yang dibuat oleh penganut bumi datar.



Menurut mereka rute penerbangan tersebut aneh pada globe tetapi masuk akal pada bumi datar. Lihat peta yang digunakan adalah proyeksi Azimuthal Equidistant. Sekali lagi saya katakan rute penerbangan langsung dari Johannesburg ke Sidney tidak pernah melalui Dubai. Kalaupun memang transit di Dubai itu hanya masalah perhitungan keuntungan saja dan tentunya arah pesawat harus dibelokkan. Rute yang benar adalah rute yang di globe. Rute yang terlihat di proyeksi Azimuthal Equidistant tersebut (garis warna merah) bila diinvers akan cenderung sama dengan yang di globe. Silakan dibayangkan jika peta proyeksi tersebut dibuat bulat kembali dengan tumpuan kutub utara. Kebayang bukan jika garis lurus tersebut cenderung akan sama dengan rute di globe?

Untuk mendukung klaimnya pembuat video bumi datar mengatakan tidak ada rute penerbangan langsung dari Johannesburg ke Sydney.  Bagaimana kalau ternyata ada? Apakah pembuat video berbohong agar penontonnya percaya? Kalau memang terbukti berbohong apakah anda masih tetap percaya pada mereka?
      Penerbangan dengan nomer QF64 adalah penerbangan langsung dari JohannesBurg ke Sydney dan QF63 sebaliknya, silakan dicek di situs agen penjualan tiket penerbangan, atau ketik saja langsung “QF64” di google. Estimasi waktunya adalah 11 jam 20 menit.  Berbeda dengan estimasi pembuat video bumi datar yang hanya 11 jam. Perbedaan ini mungkin terjadi karena pembuat video bumi datar menghitung jarak yang salah pada peta Azimuthal Equidistant.

 Atau bisa jadi pembuat video sudah tahu ada rute penerbangan tersebut dari situs agen penerbangan sehingga tahu bahwa estimasi waktunya sekitar 11 jam. Nah  loh !!! Dua kemungkinan yang sama-sama menyakitkan!! Tapi saya lebih cenderung pada kemungkinan kedua.  Sebab jika mereka menghitung berdasarkan peta Azimuthal Equidistant pasti waktu yang dibutuhkan akan lebih lama, lihat saja jarak Sydney ke Johannesburg jadi lebih jauh.




            Satu lagi, dan menurut saya ini yang paling menarik dari semua tulisan saya tentang bumi datar. Model bumi datar yang diajukan oleh pembuat video dan penganutnya ternyata nyontek alias njiplak abis dari teknik proyeksi Azimuthal Equidistant dengan kutub utara sebagai pusat proyeksi.  Terbukti pada model bumi datar yang diajukan, mereka menempatkan kutub utara di pusat lingkaran dan kutub selatan di keliling lingkaran dan peta yang diajukan sama persis dengan peta yang dihasilkan dari proyeksi Azimuthal Equidistant.

Keyakinan saya berdasarkan pada pertanyaan darimana mereka bisa membuat peta tersebut, apakah mereka punya satelit, apakah mereka sudah menjelajah seluruh wilayah dunia sehingga tahu letak, jarak, luas dan bentuk pulau, benua, laut dan samudra yang berbeda dari peta yang selama ini kita punya contohnya bentuk benua Australia yang memanjang itu? Dan keyakinan saya yang kedua adalah peta yang diajukan memiliki ciri-ciri proyeksi Azimuthal Equidistant berupa garis bujur yang memusat dan garis lintang berupa lingkaran-lingkaran. Komplit 100%  nyontek, sayang nyonteknya kurang rapih. Mau ngeles? Monggo…..

Cek dan cek ulang kuncinya, cari informasi sebanyaknya, jangan gadaikan kecerdasan anda pada teori konspirasi, gunakan kecerdasan anda!
Semoga kita mendapat pencerahan. Amin…. 

JADI MASIHKAH PERCAYA BUMI DATAR?




3 komentar:

dimas ragil mengatakan...

Haha

Eko mengatakan...

Sangat bermanfaan, buat lagi perncerahan yang lain gan.

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Eko terima kasih, saya merasa terpanggil untuk meluruskan hal hal yg keliru terhadap sains dan pemahaman thd alam semesta.

Nanti jika ada hal yg menarik akan saya lanjutkan seri berikutnya.

Selamat belajar.

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari