Sabtu, 08 Oktober 2016

SERI BUMI DATAR? - BAGIAN 11 : GAYA ARCHIMEDES TERJADI KARENA GRAVITASI



Saya tidak tahu apakah pembuat video bumi datar dan penganutnya bisa membedakan antara massa jenis dan berat jenis.  Massa jenis dan berat jenis berbeda, berat jenis disebabkan oleh gravitasi dan arahnya selalu ke pusat massa bumi, sementara massa jenis tidak memiliki arah.  Ketika penganut bumi datar mengatakan bahwa gabus terapung dan balon udara bisa terbang karena perbedaan berat jenis, ada hal kontradiktif.  

Kalau maksud mereka adalah berat jenis seperti yang saya maksud, maka 100% benar bahwa gabus terapung dan balon udara terbang memang terjadi karena perbedaan berat jenis. Berat jenis terjadi karena gravitasi. Sama saja mengatakan gabus terapung dan balon udara terbang karena gravitasi.  Tapi masalahnya mereka dengan gagahnya mengatakan bukan karena gravitasi, jadi kontradiktif bukan.  Saya ambil kesimpulan saja bahwa maksud mereka adalah massa jenis.

Pada pembahasan yang lalu sudah saya jelaskan bagaimana gaya gravitasi menyebabkan balon udara bisa terbang dan gabus bisa terapung.  Jadi bukan karena perbedaan massa jenis semata hal itu bisa terjadi.  Ingat massa jenis tidak mempunyai arah,  massa jenis tidak tahu arah atas maupun bawah.  Gravitasilah yang menyebabkan adanya arah atas dan bawah.  Secara partikel sudah saya jelaskan bahwa akibat tertarik oleh gravitasi, partikel atau molekul  yang memiliki massa lebih besar akan memaksa berada lebih di bawah dari  pada partikel yang ringan. 

akan perbedaan tekanan dan gaya yang dialami benda ketika berada di dalam fluida.  Fluida adalah zat yang molekul atau partikelnya sangat mudah untuk berpindah, misalnya zat cair dan gas.  Zat cair misalnya air dan gas misalnya udara.  Di sini sekaligus juga dijelaskan bahwa gaya Archimedes sebenarnya terjadi karena gaya gravitasi.  Gaya Archimedes tidak akan ada jika tidak ada gaya gravitasi.  

Jadi di tempat yang resultan gaya gravitasinya nol seperti di stasiun antariksa misalnya ISS gaya Archimedes tidak ada. ISS adalah satelit sekaligus stasiun antariksa yang memiliki orbit rendah. Ada manusia yang tinggal di dalamnya. ISS bisa dilihat dengan mata langsung. Aplikasi untuk memprediksi posisi ISS ada di GooglePlay. Untuk kota-kota tertentu di Indonesia, silakan dicoba. Sudah banyak orang yang mengaku bisa melihatnya.

       Kita mulai dengan tekanan yang dialami benda di dalam fluida.  Tekanan adalah gaya dibagi luas.  Benda yang berada di dalam fluida akan mendapatkan tekanan fluida dari segala arah.  Misalnya kita yang berada di permukaan bumi ini mendapatkan tekanan dari udara.  Besarnya tekanan udara di sekitar pantai adalah 1 atmosfir dan makin ke atas semakin berkurang seiring dengan berkurangnya kerapatan udara.  Tekanan yang timbul ini salah satunya terjadi karena partikel-partikel udara ditarik oleh gaya gravitasi bumi sehingga berusaha mendesak tubuh kita, untungnya massa jenis tubuh kita jauh lebih besar sehingga kita tidak sampai terangkat ke atas.  Yang kita rasakan hanya tekanan yang ringan saja yang tidak sampai menyesakkan dada.

            Berbeda jika kita berada di dalam air.  Tekanan yang kita rasakan di dalam air akan sangat terasa di tubuh kita. Ini dikarenakan massa jenis air lebih besar dari massa jenis udara. Semakin dalam dari permukaan air semakin besar tekanan yang kita alami. Para penyelam tentu sudah sangat faham dengan hal ini.   Produk-produk elektronika yang memiliki feature waterproof tentu akan mencantumkan sampai kedalaman berapa produknya tidak bisa ditembus oleh tekanan air.  Dan satu lagi, percepatan gravitasi juga mempunyai kontribusi terhadap terjadinya tekanan.  Jika dirumuskan tekanan yang terjadi di dalam fluida (air) adalah,

P = Rho.g.h

            Perhatikan gambar di bawah.  Akibat perbedaan tekanan yang dialami benda ketika berada di dalam fluida yaitu tekanan di bagian bawah lebih kuat dari bagian atas maka benda akan mendapat gaya angkat ke atas.



Gambar gaya Archimedes

P = Tekanan
g = percepatan gravitasi
h,h1 dan h2 = kedalaman benda dari permukaan fluida
t = tinggi benda
m = massa fluida (air)
A = luas permukaan benda
V = volume benda
Rho = Massa jenis fluida (air)
F1,F2 = Gaya
F= Gaya Archimedes

Mari kita hitung berapa besar gaya angkat ke atas tersebut.

Tekanan yang terjadi di bagian paling Atas

P1 = Rho.g.h1

Gaya yang dihasilkan adalah  

F1 = P1.A  = Rho.g.h1.A

Tekanan yang terjadi di bagian paling bawah

P2 = Rho.g.h2

Gaya yang dihasilkan adalah  

F2 = P2.A  = Rho.g.h2.A

Resultan gaya 

Fa = F2 - F1
Fa = Rho.g.h2.A - Rho.g.h1.A
Fa = Rho.g.A(h2-h1)

Perbedaan h2 dan h1 ternyata adalah tinggi benda sebesar t 

Fa = Rho.g.A.t

Perkalian A dan t adalah volume benda

Fa = Rho.g.V

Perkalian Rho dan V adalah massa fluida (air)

Fa = m.g 
Fa = Berat fluida (sebesar volume benda)

Jadi benda yang berada di dalam fluida (air) akan mendapat gaya ke atas sebesar berat fluida (air) yang dipindahkan oleh benda.  Gaya ke atas inilah yang disebut dengan gaya Archimedes.  Jadi terbukti bahwa gaya Archimedes terjadi karena gaya gravitasi.

Di atas permukaan bumi, kita juga mendapat gaya Archimedes yang disebabkan oleh udara.  Gaya ke atas yang kita rasakan besarnya sama dengan berat udara yang volumenya sama dengan volume tubuh kita.  Jika gaya ke atas ini bisa mengalahkan gaya gravitasi (berat tubuh kita) maka kita akan seperti balon udara yang terbang ke atas.  Untungnya massa jenis udara sangat kecil sehingga gaya ke atas ini  juga sangat kecil jadi gaya gravitasi tetap memenjarakan kita di permukaan bumi.  Jika kita ingin merasakan gaya angkat ini, silakan menceburkan diri ke air maka seolah berat badan kita menjadi ringan karena kita mendapat gaya keatas yang lumayan.

Sekali lagi tentang gaya gravitasi
Gaya gravitasi atau gaya tarik menarik benda bermassa telah dibuktikan di laboratorium.  Percobaan yang paling terkenal adalah percobaan Cavendish tahun 1798, di mana percobaan ini  pertama kali berhasil mendapatkan konstanta gravitasi secara akurat.  Sebelumnya juga sudah ada percobaan yang sama namun hasilnya  baru bisa membuktikan bahwa memang benar dua massa benda akan saling tarik menarik, sedangkan konstanta gravitasinya sangat tidak akurat.  Setelah percobaan Cavendish, tahun-tahun berikutnya diteruskan oleh beberapa orang dan terus mendapatkan hasil konstanta gravitasi yang lebih akurat. 
Gambar ilustrasi percobaan Cavendish

            Berikut ini daftar percobaan gravitasi yang terdokumentasi atau artinya percobaan itu dipublikasikan sebagai publikasi atau jurnal ilmiah
Bouquer (1740)
Maskeyline (1774)
Cavendish (1798)
Poynting (1891)
Boys (1895)
Von Eotos (1896)
Heyl (1930)
Zahrandicek (1933)
Chrzanowski (1942)
Luter dan Towler (1982)

Percobaan oleh  orang lain yang tidak terdokumentasi pasti jauh lebih banyak.  Di universitas atau di sekolah pasti sudah ada pelajar atau mahasiswa yang melakukannya sebagai praktikum.  Entah di dalam atau di luar negeri.

            Jika ingin melihat metode yang digunakan dalam percobaan Cavendish, silakan dilihat animasinya di youtube.  Untuk artikel yang lebih lengkap tentang percobaan Cavendish bisa dibaca di Wikipedia atau sumber lain.   Jika anda tetap bersikeras bahwa gaya tarik-menarik benda bermassa ini tidak ada silakan lakukan percobaan dengan metode yang lebih baik dari percobaan yang sudah ada, silakan dibuktikan bahwa kedua massa benda itu tidak saling tarik-menarik.  Ini adalah metode pembuktian yang benar untuk mengatakan bahwa gaya gravitasi itu hanya sebuah ilusi, dari pada mengajukan besi tenggelam dan gabus terapung, balon udara yang terbang, elektromagnetik Nikola Tesla, atau mengatakan benda jatuh atau terbang karena perbedaan massa jenis.

            Sebenarnya untuk membuktikan hukum gravitasi Newton tidaklah sukar. (Ingat ya… hukum gravitasi adalah ketetapan Tuhan yang berlaku di alam ini, Newton hanyalah menemukan aturan main atau rumusnya saja)  Saat kita menimbang dengan mengunakan timbangan pegas, kita telah membuktikannya.  Silakan disebutkan berapa orang yang melakukannya setiap hari, banyak sekali bukan.

            Mari kita perhatikan cara kerja timbangan yang menggunakan prinsip pegas.  Sebagian besar cara kerja timbangan pegas adalah suatu sistem mekanik yang dibuat sedemikian rupa sehingga saat ada beban yang akan ditimbang, pegas di dalam timbangan akan tertarik sehingga menjadi lebih panjang.  Ada juga timbangan pegas sederhana di mana beban yang digantungkan langsung menarik pegas.



Gambar timbangan

Gaya yang bekerja pada pegas adalah 
F = k x

F = gaya, k = konstanta pegas dan x = perubahan panjang pegas.
Perubahan panjang pegas pada timbangan ada yang ditunjukkan langsung dengan skala ada juga yang dikonversi secara mekanis menjadi gerakan jarum penunjuk pada skala, seperti pada gambar dua timbangan di atas. 
Gaya berat benda di permukaan bumi yang diturunkan dari hukum gravitasi Newton adalah 
W = g.m
W = berat benda, g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s2 dan m = massa benda

            Saat kita menimbang dengan cara meletakkan benda di atas timbangan atau menggantungkan benda pada timbangan, benda yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi akan menarik pegas.  Panjang pegas akan berubah dan kita bisa menghitung berapa gaya yang terjadi pada pegas, atau kita bisa melihat pada skala yang ditunjukkan timbangan.  Bisa dibuktikan bahwa berat benda (W) akan sama dengan gaya pada pegas (F), ini berarti bahwa rumus hukum gravitasi Newton berlaku.  Dan kita telah membuktikan adanya gaya gravitasi.

            Sebenarnya saat kita menimbang benda, yang kita ukur adalah beratnya, lalu kita konversi menjadi massa.  Satuan berat adalah KgF atau Newton sedangkan satuan massa adalah Kg. Berat benda adalah percepatan gravitasi dikali massa benda. Angka-angka yang ditunjukkan pada skala timbangan adalah massa benda.  Kita akan sangat sulit menimbang massa benda jika tidak melibatkan gravitasi.  Mengukur massa benda bisa dilakukan dengan cara mengukur volumenya lalu dikali massa jenisnya.  Kesulitannya adalah partikel penyusun benda harus homogen dan tidak ada ruang kosong di dalam benda.
           
Saatnya kembali menghargai Guru-Guru kita
Beberapa dari penonton video bumi datar seolah-olah mendapat pencerahan yang luar biasa setelah menonton beberapa seri video tersebut.  Ada di antaranya yang mengatakan “Selama bertahun-tahun sekolah dari SD sampai SMA atau kuliah kita sudah diajari oleh Guru-guru kita dengan sesuatu ajaran yang salah yaitu diajarkan bahwa bumi itu bulat dan berputar mengelilingi matahari.  Padahal setelah menonton video itu kita tahu bahwa bumi itu datar dan mataharilah yang mengelilingi bumi.  Selama ratusan tahun sains modern telah membohongi kita. Gaya gravitasi ternyata hanya suatu ilusi buktinya balon udara bisa terbang, apakah itu disebut anti gravitasi?”

Guru-guru kita adalah orang yang sangat berjasa kepada kita.  Karena dari merekalah kita bisa mengerti ilmu pengetahuan.  Mereka mengajarkan kepada kita dari pengetahuan yang mereka miliki kadang ditambah dengan inovasi dan kreasi juga tak ketinggalan candaan yang membuat kelas tidak menjadi tegang.  Lalu mengapa hanya karena menonton video yang hanya beberapa jam kita lupa dengan ilmu yang telah diberikan oleh mereka selama bertahun-tahun?  Bahkan sampai menuduh mereka mengajarkan hal yang salah tanpa kita mencari tahu dulu kebenaran dalam video tersebut.  Mengapa kita tidak mencari dulu informasi pembanding atau bertanya kepada orang-orang yang lebih mengerti dalam hal tersebut?  Mengapa kita enggan menggunakan kecerdasan kita sedikit saja sehingga kita bisa berfikir hal yang sederhana misalnya saat matahari mulai tenggelam di laut, di manakah posisi matahari pada bumi datar?

Kini saatnya kita harus kembali menghargai Guru-Guru kita.  Apa yang telah mereka ajarkan hargailah.  Bila ada sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka ajarkan tentu kita harus mencari informasi pembanding mencari kebenaran yang sesungguhnya.  Jangan asal telan mentah-mentah seolah-olah kecerdasan kita sedang tersandera.   Entah apa yang membuat kecerdasan kita menjadi tersandera. Apakah oleh sebuah teori konspirasi?


Sekilas tentang teori konspirasi

Teori konspirasi adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab utama dari satu atau serangkaian peristiwa adalah sebuah rencana rahasia oleh sekelompok orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Menurut teori ini konspirasi bersifat sangat rahasia dan seringkali memperdaya dengan tujuan untuk menarik keuntungan dalam berbagai segi kehidupan seperti keuntungan ekonomi, keuntungan politik dsb.

Video bumi datar sebagian besar berisi teori konspirasi. Hal inilah yang mungkin membuat penontonnya terpengaruh sehingga mereka lupa ilmu pengetahuan yang diajarkan selama di sekolah dari TK sampai SMA atau sarjana bahkan ada yang sampai pasca sarjana. Mereka mudah sekali menanggalkan kecerdasannya bahkan sekedar hanya untuk berfikir bagaimana terjadinya siang dan malam pun tidak dilakukan apatah lagi harus memikirkan kesulitan-kesulitan untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam seandainya bumi berbentuk datar. Hanya dengan ditunjukkan besi tenggelam dan gabus terapung serta balon udara bisa terbang, mereka langsung percaya bahwa gravitasi hanyalah ilusi dengan olok-olok “apakah itu namanya anti gravitasi”. Padahal Guru-Guru mereka di SMP, SMA atau di Universitas bersusah payah menjelaskan bahwa setiap keadaan benda, diam atau bergerak harus dilihat gaya apa saja yang bekerja padanya.

Dalam sebuah teorinya pembuat video menyatakan bahwa pandangan bumi bulat adalah kebohongan yang dilakukan oleh elit global untuk keperluan bisnis atau proyek trilyunan dollar, misalnya bisnis satelit. Ini adalah sebuah teori yang cukup membuat penonton yang doyan teori konspirasi menjadi terpengaruh. Apalagi mereka yang tidak tahu sejarah lahirnya pemahaman bumi bulat, pasti mengira bahwa sebelum elit global mengatakan bumi berbentuk bulat, seluruh dunia menganggap bumi berbentuk datar. Ini adalah pemahaman yang keliru, mungkin akibat kurang mencari informasi. Sebenarnya justru pandangan bumi datar itu pandangan yang kuno. Jarang sekali ilmuwan yang berpandangan bumi datar. Pandangan bumi berbentuk bulat sudah berkembang sejak saman Phitagoras dan diteruskan dalam peradaban Islam.

Sebagian besar ilmuwan muslim yang mempelajari bidang matematika, fisika, astronomi dan geografi menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat. Al khawarizmi (780-850M) yang merupakan Bapak Aljabar dan Algoritma dunia menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat. Khalifah Al Ma’mun sebagai penguasa terbesar saat itu pun mempunyai pandangan bumi bulat. Khalifah memerintahkan Al khawarizmi membentuk tim untuk mengukur diameter bumi. Ada juga Al Idrisi (1099 – 1166M) yang membuat globe untuk raja Roger, Al Idrisi juga membuat teknik proyeksi bumi ke bidang datar.

Juga Al-biruni (973-1048M) yang salah satu karyanya teknik proyeksi Azimuthal Equidistant diakui dan masih digunakan di dunia. Ada juga Al-Khazini (1115-1130M) peletak dasar teori gravitasi jauh sebelum Newton. Dan masih banyak ilmuwan yang lainnya. Setelah kemajuan peradaban pindah ke Eropa, bumi bulat juga tetap diyakini para ilmuwan. Perlu diluruskan juga bahwa yang pertama kali menyatakan bumi bulat bukanlah Galileo, peradaban Islam sudah menyatakannya lebih dari 1000 tahun yang lalu. Silakan baca biografi dan karya-karya ilmuwan Muslim, misalnya karya Al –Biruni yang banyak membuat rumus matematika seputar bumi bulat yang saat ini masih banyak digunakan.

Jadi tidak ada hubungannya sama sekali antara pemahaman alam semesta yang saat ini dipercaya oleh hampir seluruh penduduk dunia dengan sebuah konspirasi yang dilakukan oleh elit global. Karena pemahaman ini sudah ada sejak lebih dari 1000 tahun lalu yang lahir dari penafsiran ayat-ayat Tuhan bagi yang beriman, pengetahuan terhadap sains, dan keselarasan peristiwa alam yang setiap saat dirasakan oleh manusia di bumi. Pada model alam semesta saat ini, sangat mudah untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam, coba saja sebut gajala alam apa yang belum bisa dijelaskan pada model ini. Para Guru juga akan sangat mudah menjelaskan kepada muridnya berbagai peristiwa alam.

Nah seandainya bumi berbentuk datar seperti cakram dan diam, matahari berputar di atasnya dengan ketinggian 5000km, bagaimana para Guru bisa menerangkan terjadinya berbagai peristiwa alam. Apa yang akan Pak Guru jawab jika anak muridnya menanyakan “Pak mengapa tidak ada orang yang bercerita jika bayangan Menara Eifel berputar 360 derajat dalam sehari. Bukankah matahari berputar di atasnya 360 derajat sepanjang hari sementara menara Eifel berada di dalam lingkaran perputarannya?”
Penutup
Di akhir tulisan ini saya ingin mengajak kepada sahabat-sahabat yang kecerdasaannya telah tersandera oleh teori konspirasi dan juga sekaligus untuk kembali menghargai Guru-Guru kita yang telah berjasa menyampaikan ilmu kepada kita.  Agar kita kembali memahani konsep yang telah diajarkan Guru kita seperti perbedaan massa dan berat, perbedaan massa jenis dan berat jenis dan gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda sehingga kita tidak lagi mengatakan gabus terapung dan balon udara terbang terjadi karena perbedaan massa jenis bukan karena gravitasi.  Mari bernostalgia dengan mainan ini...




Gambar mainan balon meluncur
 
Masih ingat mainan seperti terlihat pada gambar di atas bukan?  Ya mainan itu dibuat dari plastik panjang yang diisi air tidak sampai penuh dan di dalamnya diisi balon kecil.  Kedua ujung plastik diikat agar air tidak tumpah.  

Apa yang menyebabkan balon kecil dapat meluncur ke atas sampai ke permukaan air?  Gaya gravitasilah yang menyebabkan balon kecil itu bisa meluncur ke atas.  Air yang massanya lebih besar dari pada balon ditarik ke bawa oleh gaya gravitasi bumi sehingga mendesak atau mengusir balon yang massanya lebih kecil ke atas sampai ke permukaan air.  Inilah pemahaman yang benar. Minta maaflah kepada Guru-Guru atau Dosen kita atas kekhilafan melupakan ajarannya!!

 
JADI MASIHKAH PERCAYA BUMI DATAR?





7 komentar:

Edi S mengatakan...

Gravitasi dan gravitasi bumi itu berbeda, lihat saja biodata mereka berdua. Dan jika arah benda jatuh bebas terpengaruh gravitasi bumi, kenapa rotasi bumi (4meter/s) tidak berpengaruh atau rumusnya direvisi kembali ?

ILMU KUCARI mengatakan...

Terima kasih masukannya.
Saya baru kali ini dengar ada orang yang mengatakan gravitasi dan gravitasi bumi itu berbeda. Mungkin inilah kesalahan konsep yang paling fatal. Maaf tidak merendahkan mari kita sama-sama belajar lagi konsep gravitasi dengan benar. Mudah-mudahan sahabat mendapat pemahaman yang lebih baik.

Di seri tulisan ini banyak sudah saya bahas tentang kelembaman. Mohon sahabat belajar lagi. Saat benda jatuh bebas, benda sudah memiliki kecepatan gerak yang sama dengan rotasi bumi jadi arah dan percepatan benda jatuh hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi.

Konsep kenapa rotasi tidak mempengaruhi benda-benda di permukaan bumi itu sebenarnya sudah dipelajari di SMP bab hukum kelembaman. Jadi jika sahabat ingin mencari kebenaran sebaiknya belajar lagi. Sains itu tidak bisa berbohong karena ada ratusan juta orang cerdas yang siap membongkar bila ada kebohongan. Jika sahabat ada hal yang kurang faham dalam sains lebih bermanfaat belajar agar mendapat pemahaman, daripada membantah atau berdebat tanpa ilmu. Mohon maaf Sebaiknya mari kita sama-sama belajar lagi.
Terima kasih masukannya.

fadli yuda mengatakan...

kita uji dulu apakah grafitasi itu terbukti ada

kita besa menempel di tanah katanya karena ditarik grafitasi
terus kenapa balon udara gak bisa menempel di tanah, malah terbang
tapi kalo balon udara itu kita pegang, balon udara tidak bisa mengangkat kita ke atas

jadi sebenarnya grafitasi ini emang gak ada

coba berpikir, berapa kekuatan tarikan grafitasi, berapa kekuatan balon udara yang terbang,
jadi aneh bisa menarik manusia menempel di tanah tapi gak bisa menarik balon udara

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Fadli Terima kasih komentarnya.
Silakan baca seri ke-24 "Bukti empiris gravitasi". Gravitasi itu ada dan sudah dibuktikan secara ilmiah.
Apa yang mas Fadli bantah dengan argumen-argumen yang Mas Fadli kemukakan sudah banyak sekali dijelaskan di seri ini.
Bahkan di judul ini saja sudah dijelaskan dengan gamblangnya, sayang mungkin tulisan saya kurang bisa difahami oleh Mas Fadli. Seandainya Mas Fadli faham ilmu Fisika, mestinya tidak akan berargumen soal balon udara. Sebab balon udara terangkat ke atas juga karena gaya Archimedes yang bekerja pada balon lebih besar dari gaya gravitasinya, sama seperti benda yang mengambang di atas air.

Mohon maaf Mas sebaiknya belajar lagi, banyak guru dan orang cerdas yang bisa Mas Fadli tanyai, silakan cari ilmu Mas.
Argumen yang Mas Fadli kemukakan adalah akibat (mohon maaf) karena belum faham. Dan argumen seperti itu sering dikemukakan oleh mereka yang tidak faham dengan ilmu fisika terutama yang menyangkut gravitasi.
Sekali lagi silakan belajar Mas. Lebih baik belajar Mas dari pada berargumen karena ketidakmengertian.

Terima kasih atas komentarnya.

Sani Sanusi mengatakan...

Mas Ilmu Kucari, Saya merasa salut dengan kesabaran Anda dalam menanggapi dan menjelaskan pertanyaan para komentator.., ;-) Salam Science

ILMU KUCARI mengatakan...

Ya salam Balik. Semoga bermanfaat buat kita bersama. Mereka yang belum mengerti bentuk bumi yang bulat sebenarnya karena belum belajar dengan sungguh-sungguh dan terpengaruh oleh FE101.

Indira Paramita mengatakan...

Flattard...#bodohkokbangga

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari