Sabtu, 01 April 2017

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 27 : ALIRAN SUNGAI AMAZON



Beberapa kali saja menjumpai web atau artikel yang membahas aliran sungai NIL dan juga sungai Amazon yang sangat panjang.  Jika kita petakan aliran sungai ini pada bola bumi maka kita akan mendapati seolah olah aliran air ini menanjak menuju ke puncak lengkungan.  Mereka yang masih belum mengerti bentuk bumi yang bulat menggunakan fenomena ini sebagai hujjah untuk membantah bentuk bumi yang bulat.  

Seorang sahabat juga ada yang menanyakan kepada saya tentang aliran sungai Amazon.  Saya apresiasi sahabat yang mau bertanya dan mencari tahu.  Mestinya demikianlah yang tepat dilakukan bukan malah membantah karena ketidakfahamannya.  Semoga sahabat-sahabat  mendapatkan pencerahan setelah membaca penjelasan berikut.

Dalam seri ini saya akan menjelaskan bahwa sebenarnya aliran sungai yang panjang seperti sungai Amazon tidaklah menanjak.  Kekeliruan anggapan tersebut terjadi karena kita belum faham konsep atas dan bawah.  Mungkin kita belum faham bagian manakah yang disebut atas atau bawah pada bola bumi.  Apa yang menyebabkan terjadinya atas dan bawah.  Mari kita ikuti penjelasannya.


Gaya gravitasi bumi

Gaya gravitasi bumi pada sebuah benda yang berada di permukaan bumi adalah gaya tarik menarik bumi dengan benda akibat massa yang dimiliki keduanya.  Bumi dan benda akan saling tarik-menarik dengan gaya yang besarnya dirumuskan dalam hukum gravitasi Newton.  Gaya tarik yang dialami bumi dan benda besarnya adalah sama. Jika kita misalkan gaya tarik menarik tersebut sebesar F, maka percepatan yang dialami bumi sama dengan F dibagi massa bumi, hasilnya amat sangat kecil. Sedangkan percepatan yang dialami benda sama dengan F dibagi massa benda dan hasilnya sekitar 9.8m/s2, angka ini disebut percepatan gravitasi di permukaan bumi.  Gaya gravitasi benda akibat ditarik bumi ini tidak lain dan tidak bukan adalah gaya berat benda, atau kita sebut berat saja. (Harap dibedakan dengan massa benda)

Gaya gravitasi berlaku di mana pun di alam semesta ini, baik di darat, di udara, di laut, di air maupun di ruang hampa. Silakan baca artikel "Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi". Gaya Archimedes berlaku pada fluida (zat cair maupun gas). 

Gaya gravitasi bumilah yang menyebabkan adanya rasa atas dan bawah bagi manusia.  Jika kita membayangkan sedang melayang-layang di alam semesta di antara milyaran benda-benda langit  maka tidak ada yang namanya atas dan bawah.  Andaikan saat itu kita sedang menyaksikan bumi yang melayang di alam semesta pun kita tidak bisa mengatakan mana bagian atas mana bagian bawah dari bola bumi.  Kita merasakan atas dan bawah saat merasakan ditarik oleh gaya gravitasi bumi.


Pusat Massa benda

Untuk benda-benda tegar homogen (massa jenisnya tersebar merata) pusat massa terletak pada kesetimbangan geometri (bentuk) benda.  Misalnya benda pejal homogen yang berbentuk kubus, pusat massanya terletak tepat di tengah-tengah kubus (titik temu di antara diagonal ruangnya). Untuk benda pejal homogen berbentuk bola, pusat massanya terletak tepat di pusat bola.  Jika bumi kita anggap benda pejal homogen berbentuk bulat sempurna maka pusat massa bumi terletak tepat di tengah pusat bola.  Namun karena bumi tidaklah homogen dan bentuknya tidak bulat sempurna maka pusat massa bumi mungkin tidaklah benar-benar tepat di pusat bola.  Namun demikian, sebagai pendekatan ketika kita membahas masalah gravitasi kita bisa menganggap pusat massa bumi terletak tepat di tengah-tengah bola bumi.


Ketinggian

Ketinggian adalah sebuah besaran yang mirip dengan jarak atau panjang dengan satuan meter atau kilo meter atau satuan panjang lainnya. Namun ketinggian lebih bersifat khusus.  Disebut khusus karena arah ketinggian segaris dengan pusat massa bumi, sedangkan jarak atau panjang arahnya bebas (bisa ke mana saja) dalam ruang tiga dimensi.  Jarak atau panjang bersifat relatif artinya suatu jarak adalah kedudukan yang diukur dari suatu titik acuan ( titik referensi).  Misalnya ketika kita bertanya berapa jarak kota Solo, maka kita harus menyebutkan diukur dari mana. Begitu juga dengan ketinggian, ketinggian suatu tempat diukur terhadap suatu titik acuan. 

 Titik acuan bisa di mana saja, misalnya di tanah yang sedang kita pijak, di puncak pohon, di permukaan air laut, di pusat massa bumi atau di mana saja. Titik acauan tersebut kita anggap sebagai titik nol, atau ketinggian nol. Misalnya kita mengatakan tinggi tiang bendera 10 meter, tentu ini diukur dari tanah di mana tiang bendera itu ditancapkan dengan menganggap tanah sebagai ketinggian nol.  Misalnya lagi tinggi pesawat terbang 10.000 kaki, umumnya diukur dari permukaan air laut (dpl). 

            Namun demikian sebenarnya acuan awal ketinggian adalah pusat massa bumi.  Kita bisa mengatakan pusat massa bumi adalah tinggi nol absolut karena tidak ada tempat yang lebih rendah dari pusat massa bumi, sementara tempat yang lain bisa dijadikan sebagai tinggi nol relatif.  Misalnya jika kita anggap dasar laut adalah titik nol maka tinggi permukaan air laut adalah jarak yang diukur dari permukaan air laut dengan dasar laut.

            Jadi ketinggian suatu tempat sebenarnya adalah perbedaan tinggi antara tempat tersebut dengan suatu titik acuan yang kita anggap sebagai nol.  Keistimewaannya adalah jika kita tarik garis lurus antara titik yang kita ukur tingginya dengan titik acuan,  maka garis itu akan mengarah ke pusat massa bumi. Silakan dibayangkan, Tugu Monas yang tegak, antara puncak dan dasarnya jika kita tarik garis lurus dan diperpanjang ke bawah maka akan mengarah ke pusat massa bumi.  Atau silakan gantungkan sebuah bandul dengan tali, maka tali akan mengarah ke pusat massa bumi.

Dalam konsep bumi bulat, bagian paling bawah adalah pusat massa bumi. Dan bagian yang lebih atas (atau lebih tinggi) adalah ketika menjauh dari pusat massa bumi (Mohon ini difahami). Suatu tempat misalnya A dikatakan lebih tinggi dari pada B adalah ketika jarak A ke pusat massa bumi lebih jauh daripada jarak B ke pusat massa bumi.  

Mari kita bayangkan, ketika kita berdiri di belahan bola bumi manapun misalnya di Indonesia atau di Amerika, kaki kita tetap sebagai bagian bawah dan kepala kita adalah bagian atas. Mengapa demikian, padahal letak Amerika di belakang Indonesia pada bola bumi?  Karena jarak kaki kita lebih dekat dengan pusat massa bumi dari pada jarak kepala kita dengan pusat massa bumi.  Perhatikan ilustrasi  berikut.



Jika kita sudah faham dengan konsep tersebut maka kita akan faham bahwa  air yang mengalir di sungai Amazon sebenarnya sedang mencari tempat yang lebih rendah atau tempat yang jarak dari pusat massa bumi lebih dekat, atau air sedang mendekatkan diri dengan pusat massa bumi.  Sekali lagi tidak ada air yang alirannya menanjak.  Juga tidak ada samudra yang terbalik.  Jika ada orang yang masih beranggapan ada samudra yang terbalik, itu akibat belum faham.  Alangkah eloknya jika mau belajar lagi, bukan malah menggunakan ketidakfahamannya untuk berhujjah.

Intinya fahami dulu konsep atas-bawah pada bola bumi. Jangan dibayangkan kita sedang berdiri di hadapan sebuah bola, karena pada kasus ini, bagian bawah bola adalah bagian yang menyentuh tanah dan bagian atas adalah yang  paling jauh dari tanah. Pada kasus demikian tentu akan aneh jika ada air yang mengalir dari bawah ke bagian atas bola.  Konsep atas-bawah pada bola bumi bukanlah seperti kasus tersebut di atas.  Atas-bawah pada bola bumi yang sedang 'mengambang' di alam semesta bukanlah kutub utara vs kutub selatan atau Indonesia vs Amerika.  Di alam semesta tidak ada atas dan bawah bagi manusia selain mengacu pada pusat massa bumi.  Kuncinya kita harus memahami bahwa atas-bawah bagi manusia yang tinggal di bumi mengacu pada jarak terhadap pusat massa bumi dan ini terjadi karena gaya gravitasi bumi.

Sebagai bonus informasi yang mudah-mudahan berguna, permukaan air laut umumnya dijadikan sebagai acuan ketinggian suatu tempat karena sifat liquid air yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi menyebabkan permukaan air melengkung mengikuti jari-jari bumi.  Sehingga di samudra manapun permukaan air laut bisa dijadikan sebagai acuan ketinggian nol karena permukaan air laut di manapun memiliki jarak yang sama terhadap pusat massa bumi. Hal berbeda terjadi di daratan, misalnya gunung, walaupun ditarik oleh gravitasi ke pusat massa bumi namun sifat zat padatnya tetap mampu menahan tingginya yang  menjulang.

 Jika ada yang mengatakan permukaan air adalah datar, itu karena belum faham. Permukaan air di gelas atau di kolam terlihat datar karena mata kita tidak bisa mendeteksinya. Untuk melihat air yang melengkung, silakan amati kapal yang terlihat sedang tenggelam di horizon.  Bagian bawah kapal tidak terlihat akibat terhalang oleh air yang melengkung mengikuti jari-jari bumi. Jika ada orang yang mengatakan bagian bawah kapal tidak terlihat karena persfektif itu akibat belum faham dan mengerti apa itu persfektif. Semoga orang yang demikian mau belajar lagi dan tidak lagi menggunakan ketidakfahamannya untuk berhujjah yang akhirnya membuat orang lain tersesat.  Ingatlah pahala yang mengalir itu adalah ilmu yang berguna bukan ilmu yang menyesatkan.

Saran

Kepada sahabat yang masih ngotot bahwa bentuk bumi tidaklah bulat, saya sarankan bertanyalah pada diri sendiri; sudah sejauh mana belajar ilmu Fisika, Astronomi dan pengetahuan tentang perkembangan sains sejak jaman Yunani, jaman keemasan Islam dan kemajuan di Eropa.  Jika merasa masih kurang monggo silakan belajar lagi.  Tidak usahlah berargumen karena ketidakmengertian.  Ketika mengatakan bumi datar atau bulat, berargumenlah dengan ilmu pengetahuan bukan dengan ketidaktahuan.


Semoga bermanfaat

 

Seri  tentang Bumi datar
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi 
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia  Memahami Alam Semesta
Seri 20 : Waktu Shalat 212 
Seri 19 : Kecepatan Terminal  
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan? 
Seri 16 : Refraksi 
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi  
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi 
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi



Sabtu, 11 Februari 2017

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 26 : KOMENTAR DARI SAHABAT



Saya mendapat komentar dari seorang sahabat.  Saya sangat berterima kasih karena menambah bahan untuk saya melanjutkan menulis tentang seri bumi datar.  Sengaja saya angkat komentar tersebut untuk saya tulis di seri ini agar menjadi pembelajaran saya, sahabat yang memberi komentar dan kita semua.  

Mohon maaf kepada sahabat yang memberikan komentar bukan saya merendahkan justru saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada sahabat karena dengannya kita semua dapat kembali belajar agar menambah ilmu dan wawasan.  Saya mengutip komentar sahabat dan memberikan tanggapan sebagai bahan pembelajaran.

=====Awal kutipan=====
Jika bumi berotasi, entah dari barat ketimur atau sebaliknya. seharusnya ada perbedaan percepatan saat kita pergi kebarat dan berbeda pergi ke timur.Selama ini belum adda teknologgi yg mampu menembus atmosfer.
Tujuan Nasa yang pasti untuk menghancurkan iman:
1. Bahwa manusia seperti debu
2. Ada mahluk lain selain manusia, iblis, malaikat, dst. Yaitu gosip alien (smpe skarang mana buktinya?)
3. Jika mereka bsa menghitung dan menemukan bintang seperti antares dengan jrak sekian LY. Coba buktikan mengukur jarak lampu di kota
5. Jila bumi berotasi harusnya ada perbedaan percepatan saat melakukan perjalan antara ke barat dan timur.
6. Kenapa? Mereka menjaga dinding es? Buat apa dijaga?
=====Akhir Kutipan=====

Ini tanggapan dari saya,

Dari mana sahabat tahu jika selama ini belum ada teknologi yang dapat menembus atmosfer?  Apakah sahabat punya bukti yang valid? Apakah karena terpengaruh setelah menonton video bumi datar? Atau karena bingung membayangkan teknologi yang saat ini sudah dicapai oleh manusia? Sudah berapa banyak buku, berita atau informasi yang sahabat dapatkan sehingga bisa membuat kesimpulan seperti itu.  Padahal jika sahabat mau sedikit saja membuka wawasan tentu sahabat akan tahu ada satelit buatan yang sedang mengorbit bumi.  Satelit sudah keluar dari atmosfer bumi.  Ribuan berita dan ribuan pengetahuan tentang satelit bertebaran di mana-mana, tidakkah sahabat pernah membacanya? Atau sahabat terhipnotis video bumi datar yang menganggap satelit hanya sandiwara? Buka wawasan Mas!!! Jangan malas membaca, bacalah beberapa artikel tentang satelit.

Kalau sahabat tidak percaya adanya satelit silakan beli saja kamera digital yang memiliki feature GPS atau GLONASS. Silakan sahabat ambil foto di manapun misalnya di tengah laut atau di hutan belantara dengan mengaktifkan feature GPS.  Silakan buka metadata foto tersebut, di situ akan tercantum lokasi astronomis saat foto diambil.  Dari mana data astronomi itu berasal, apakah mungkin dari BTS? BTS operator seluler mana yang mau terhubung dengan kamera digital? Sudah tentu data astronomi itu dari komunikasi dengan satelit GPS. Silakan pelajari orbit satelit dan kegunaanya di seri-7 satelit membuktikan bumiberotasi.

Setiap perangkat yang memiliki feature GPS misalnya smartphone, GPS Navigasi, Kamera Digital, harus menggunakan modul GPS yang disematkan dalam perangkat.  Konsumen yang membeli perangkat berGPS sudah membayarnya dari harga jual perangkat tersebut.  Jadi cukup membayar sekali seumur pemakaian perangkat tersebut.  Sistem deteksi lokasi global tidak hanya GPS milik Amerika, beberapa negara memiliki sistem dan satelit sendiri misalnya GLONASS dari Rusia, Beidou dari China, Galileo dari Uni Eropa, IRNSS dari India. Mereka sedang bersaing memperebutkan pangsa pasar.  Mungkin bagi orang yang tidak percaya satelit persaingan ini hanya sebagai bumbu sandiwara satelit, biar ceritanya lebih dramatis. 


Silakan tanyakan pada NASA, apa tujuan mereka.
Tapi mohon maaf jangan hubungkan sains dan bentuk alam semesta dengan sebuah teori konspirasi yang disponsori mereka. Di dunia ini sangat banyak orang cerdas Mas!!!! Jangan samakan orang-orang cerdas ini dengan pembuat video bumi datar yang kebingungan dengan samudra yang terbalik, suhu cahaya diukur dengan termometer, bingung dengan balon helium terbang sampai memaksa Newton untuk menjawab karena gaya antigravitasi, dsb. 

Sains dan pengetahuan tentang bentuk alam semesta bukan hanya milik elit global, tapi milik seluruh umat manusia.  Jadi sains dan bentuk alam semesta yang saat ini dipercaya secara umum oleh manusia adalah hasil kerja ilmuwan sejak jaman dahulu sampai saat ini. Jika ada sahabat yang mengatakan jarak matahari atau bentuk bumi adalah dari NASA atau elit global itu akibat tidak mau mencari informasi, kurang wawasan, tidak mau bertanya, akibat video bumi datar.  Saya sarankan banyak-banyaklah membaca, mencari ilmu dan mencari informasi.  Apalagi bila sahabat muslim yang berpandangan demikian, duh.... peradaban agamanya sendiri saja tidak tahu, apakah waktunya habis digunakan hanya untuk membantah atau berdebat atau menikmati teori konspirasi?

Buat sahabat saya yang muslim, jika kita ingin sungguh-sungguh mentadaburi alam dengan memuji kebesaran Allah SWT maka salah satu jalan adalah dengan mempelajari sains.  Dengan itu kita akan tahu betapa Allah SWT mendesain alam semesta ini dengan perhitungan yang amat sangat teliti.  Allah SWT menciptakan bumi bulat berotasi namun Allah SWT juga menciptakan gravitasi dan hukum kelembaman sehinga tercipta harmoni dan keselarasan alam yang membuat makhluk di atasnya tidak terlempar. 

 Allah SWT menciptakan gravitasi yang menyebabkan bumi ditarik matahari, namun Allah juga memberikan kecepatan awal bumi sehingga menimbulkan gerak mengorbit.  Kecepatan awal bumi ini amat sangat presisi, sebab jika kurang sedikit saja maka bumi akan semakin dekat dengan matahari dan akhirnya tersedot, jika kelebihan maka bumi akan terlempar keluar dari orbitnya.  Sesungguhnya Allah SWT menghendaki kita untuk selalu  berfikir dan berfikir merenungi bagaimana alam ini diciptakan.  

Jadi buat sahabat muslim yang masih suka berdalil ayat dengan penafsiran seadanya mohon belajar lagi, mohon teladani ilmuwan-ilmuwan muslim jaman keemasan, mereka juga seorang ulama, belajar Alquran dari sejak kecil, di tangan merekalah Islam mencapai puncak peradabannya.  Silakan pelajari bagaimana teknik Al-Biruni mengukur jari-jari bumi, silakan pelajari bagaimana Al-khazini melakukan studi gravitasi, silakan pelajari kosmologi Islam jaman keemasan di sana sahabat akan tahu bagaimana astronom-astronom Muslim mengukur jarak benda-benda langit dan tentu sahabat akan tahu bahwa seluruh astronom muslim sudah sepakat bahwa bentuk bumi adalah bulat.  Bumi datar hanya ada di dalam mitologi.

Sudah saya katakan bahwa teori bumi datar saat ini blas sama sekali tidak bisa dibuktikan baik secara ilmiah maupun keselarasan dengan gajala alam, makanya selalu mengaitkan dengan NASA ataupun elit global dengan bumbu teori konspirasi, agar orang yang malas untuk bertabayun mencari informasi, wawasan dan ilmu mudah dipengaruhi.  Cobalah sahabat dalami ilmu fisika dan astronomi dan belajar sejarah peradaban manusia dalam memahami alam semesta.

Duaratusan tahun yang lalu ilmuwan sudah berhasil mengukur jarak bintang.  Apakah sahabat tidak mengetahuinya?  Siapakah ilmuwan tersebut? Apakah NASA, apakah elite global.  Mohon sahabat perbanyaklah mencari informasi agar menambah wawasan dan tidak langsung "kep" ketika menonton video bumi datar. 

Mengukur jarak benda yang sedang bergerak cepat seperti pesawat tempur saja amat mudah apatah lagi hanya sekedar mengukur jarak lampu di kota yang tidak bergerak.  Sepertinya sahabat kurang info dengan majunya teknologi saat ini.  Penginderaan jauh apakah sahabat pernah dengar atau membaca.  Silakan sahabat sering-sering membaca artikel-artikel IPTEK agar menambah wawasan dan tidak bingung dengan cara mengukur jarak lampu di kota.


Masalah rotasi bumi
Jika maksud sahabat adalah "percepatan" tepatnya percepatan sentrifugal maka hal itu sudah saya bahas di seri-22 Bukti empiris Rotasi Bumi, silakan dibaca.  Percepatan sentrifugal gerak ke timur dan ke barat akan berbeda dan menimbulkan efek Eotvos.  Ini amat sangat membuktikan bahwa bumi berotasi dalam periode 1 hari sidereal.  

Namun jika maksud sahabat adalah kecepatan maka saya turut "prihatin".  Mohon sahabat belajar fisika agar bisa membedakan kecepatan dan percepatan. Sedih sekali mengetahui masih ada orang yang membantah rotasi bumi akibat kebingungan memamahi rotasi bumi itu sendiri.  Kenapa sahabat tidak bertanya pada orang yang lebih faham, kenapa tidak mau belajar fisika, kenapa malas mencari informasi. Sehingga tidak sampai terjadi tragedi "membantah suatu peristiwa akibat gagal memahami mengapa peristiwa itu bisa terjadi". Dari seluruh seri bumi datar yang saya tulis di sini beberapa kali saya sudah menerangkan hukum Newton I tentang kelembaman.  

Sahabat pernah melihat nyamuk terbang di dalam mobil yang sedang melaju dengan kencang?  Apakah ada perbedaan kecepatan nyamuk bagi orang di dalam mobil saat nyamuk terbang ke depan maupun ke belakang?  Atau sahabat pernah tidak main saling lempar benda di dalam kereta yang melaju, apakah ada perbedaan tenaga ketika melempar benda searah laju kereta dengan melempar benda berlawanan dengan laju kereta?  Atau sahabat pernah tidak main bola pingpong di dalam kapal yang sedang berlayar, apakah ada suatu ketidakadilan bagi kedua pemain akibat laju kapal?  

Nyamuk di dalam mobil, saling lempar benda di dalam kereta dan permainan pingpong di dalam kapal tidak akan terpengaruh sama sekali dengan gerakan konstan pengangkutnya.   Andaikan nyamuk hanya berusaha mengambang maka nyamuk tidak perlu bergerak ke depan untuk mengikuti gerak mobil karena kecepatan ke depan nyamuk sudah sama dengan kecepatan mobil. Nyamuk sudah mewarisi kecepatan mobil. Dalam hal ini nyamuk sedang diam di dalam mobil yang sedang bergerak.  Artinya jika dipandang dari kerangka acuan orang di dalam mobil, kecepatan nyamuk adalah nol.  Namun jika dipandang dari kerangka acuan di luar mobil misalnya seorang yang sedang duduk ngopi di warung, maka kecepatan nyamuk sama dengan kecepatan mobil.

Bagaimana dengan helikopter yang sedang mengambang di atas bumi? Persis sama seperti nyamuk yang sedang mengambang di dalam mobil.  Bila dipandang dari kerangka acuan kita di bumi helikopter sedang diam, namun jika dipandang dari kerangka acuan di luar bumi, helikopter sedang bergerak bersama bumi.  Untuk bergerak ke barat atau ke timur atau ke mana saja helikopter tidak terpengaruh oleh rotasi atau gerak bumi yang lain. Karena helikopter sudah membawa warisan gerak bumi sesuai hukum Newton I.  Jadi helikopter tidak perlu membedakan powernya ketika hendak bergerak ke barat atau ke timur atau ke mana saja. (Sebenarnya ada pengaruh namun efeknya kecil yaitu efek Coriolis yang sudah saya jelaskan di seri-22 bukti empiris rotasi bumi).

Ketika sedang di toko buku saya ditunjukkan oleh anak saya sebuah buku karangan Eric Dubay.  Sebelumnya saya sudah sempat membaca ringkasannya saja.  Di situ dibahas masalah helikopter yang mengambang.  Saya sempat berfikir dan mengambil kesimpulan sendiri mengapa jarang atau mungkin belum ada doktor atau professor yang menulis bantahannya?  menurut analisa saya sendiri buku itu minim ilmu jadi orang-orang cerdas ogah meladeninya.  Bagaimana tidak, masalah helikopter mengambang saja menurut buku tersebut akan bergeser ke barat. Ini adalah pandangan orang yang sama sekali tidak mengerti ilmu fisika, jadi mungkin bagi orang-orang cerdas meladeni hal ini sama saja berdebat dengan anak TK atau SD.

Jika sahabat bersedia silakan belajar fisika terutama hukum Newton I agar sahabat memperoleh pemahaman yang lebih baik.  Silakan belajar juga mengenai kerangka acuan dalam gerak. Daripada membantah mending belajar Mas!!! Agar tambah ngerti jadi kalau anak atau adik bertanya kita bisa menjelaskannya.


Masalah penjagaan dinding es

Sekali lagi sepertinya  sahabat memang harus banyak membaca, membuka wawasan, mencari informasi.  Itulah akibat menelan mentah-mentah informasi dari video bumi datar.  Apakah informasi dari video bumi datar itu kredibel? Maaf nih menurut saya informasi dari video bumi datar sebagian besar amat sangat tidak kredibel (bertolak belakang dengan gembar-gembor pembuat videonya), hanya asumsi dan opini sendiri.  Banyak informasi keliru yang disajikan dalam video datar, misalnya klaim peta azimuthal Equidistant, jalur penerbangan, pembuatan peta google dsb. 

 Kalau sahabat mau mengkroscek pasti akan tahu bahwa memang benar informasi di video bumi datar itu sebagian besar adalah keliru.  Bagi saya kekeliruan ini saya anggap karena ketidakfahaman.  Namun ada beberapa web yang menyatakan bahwa ini adalah kesengajaan, alias kebohongan, misalnya mengganti kata "Taiwan" menjadi "Bali".  Silakan saja cek videonya dan amati dengan cermat, bandingkan dengan berita asli dari webnya.  Jika sahabat membaca beberapa web tersebut maka sahabat akan tahu sebenarnya siapa si pembohong besar itu.  Namun saya tetap beranggapan bahwa itu semua akibat kekurangfahaman akibat kurang belajar, kurang wawasan, kurang info, bingung memahami sains. Dan apa yang saya tulis di blog ini lebih menitik beratkan ke sains bukan opini atau pendapat yang bisa diperdebatkan.

Dan masalah penjagaan dinding es, ini juga salah satu kekeliruan yang disajikan video bumi datar.  Itu hanya opini dan asumsi sendiri.  Sayang banyak sahabat yang langsung menelan mentah-mentah tanpa melakukan tabayun.   Saya tidak sempat membahasnya di seri bumi datar karena belum ketemu hubungannya dengan sains.  Jika sahabat ingin mengerti apa yang terjadi di kutub selatan (antartika) silakan baca "Antartic Treaty" dari berbagai sumber misalnya wikipedia.  Ada 14 butir kesepakatan yang ditandatangani beberapa negara.  Salah satu isi kesepakatan adalah bahwa kawasan antartika hanya boleh digunakan untuk tujuan damai dan sains dan saling berbagi informasi. Bahkan kegiatan militer seperti ujicoba senjata dilarang. Tidak ada larangan berkunjung ke sana.  Banyak orang yang sudah menuliskan pengalamannya di dunia maya saat berlibur ke antartika.



Jadi informasi dalam video bumi datar bahwa kutub selatan dijaga karena takut ketahuan ada tepi bumi, hanyalah asumsi dan opini sendiri. Menurut saya akibat salah menerjemahkan kesepakatan itu dari Bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Tapi ada web yang menyatakan bahwa itu sengaja dilakukan alias kebohongan untuk mengelabui penonton video yang malas melakukan tabayun seperti halnya kebohongan-kebohongan lainnya yang disajikan dalam video.

Jadi sababat, jika ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik, maka perbanyaklah membaca (membaca itu jendela ilmu), mencari informasi, banyak bertanya, kurangi membantah, dan belajar ilmu fisika dan astronomi.  Jangan hanya mengandalkan video bumi datar yang sebagian besar adalah informasi dan ilmu yang keliru. Bentuk bumi bulat, jarak matahari, jarak bintang dan pengetahuan astronomi lainnya yang disebutkan berasal dari NASA atau elit global itu adalah informasi yang 100% keliru.  Sudah saya jelaskan dengan bukti di seri sebelumnya. Kuncinya adalah belajar Mas, buka wawasan, banyak-banyak membaca terutama artikel IPTEK agar Mas tahu sejauh mana pencapaian manusia saat ini dalam bidang sains dan teknologi sehingga tidak lagi mengatakan “Selama ini belum adda teknologgi yg mampu menembus atmosfer”. Rugi Mas kalau pengetahuannya hanya sebatas informasi dari video bumi datar.  

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.


Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Antarctic_Treaty_System
https://lukeyahyasipetualang.wordpress.com/2015/05/16/jenis-jenis-satelit-navigasi/

Seri  tentang Bumi datar
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi 
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia  Memahami Alam Semesta
Seri 20 : Waktu Shalat 212 
Seri 19 : Kecepatan Terminal  
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan? 
Seri 16 : Refraksi 
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi  
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi 
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi