Sabtu, 13 Agustus 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 1 : SATELIT YANG DIINGKARI

Saat ini sedang ramai diskusi tentang bumi bulat atau datar di dunia maya.  Sudah banyak tulisan yang membantah ataupun yang mendukung bumi itu datar. Saya merasa sedikit terusik untuk ikut mendiskusikannya.

Faham penganut bumi datar tidak mempercayai adanya satelit buatan yang mengorbit bumi.  Mengapa mereka tidak percaya adanya satelit buatan yang mengorbit bumi?

Inilah sebabnya.....

Sebab pertama
Keberadaan satelit ini akan membuktikan adanya gaya gravitasi bumi. Padahal gaya gravitasi bumi diharamkan keberadaannya oleh penganut faham bumi datar. Ini sungguh gawat, padahal hukum fisika banyak yang berhubungan dengan gravitasi.

Sebab kedua
Dengan model bentuk bumi datar, mereka tidak akan bisa menjelaskan bagaimana cara satelit ini bisa menggantung di atas bumi.

Agar bisa menggantung di atas bumi satelit harus mengitari bumi (mengorbit) dengan kelajuan tertentu sehingga menghasilkan gaya sentripetal yang sama dengan gaya gravitasi bumi. Rollcoaster adalah wahana yang menerapkan prinsip ini, pada saat posisi kereta ada di bawah, relnya harus melingkar dan kecepatan rollcoaster harus diperhitungkan agar tidak jatuh.

Sebab ketiga
Mereka tidak pernah menonton siaran TV yang direlay dari satelit, setiap melihat antena parabola yang menghadap ke langit mereka tutup mata. Kita bisa menerima siaran langsung dari belahan bumi manapun dengan bantuan satelit. Sebab sinyal yang dipancarkan di permukaan bumi akan sulit untuk menempuh jarak yang jauh karena terhalang oleh gunung atau dataran tinggi. Jadi dengan satelit siaran dari tempat yang satu bisa direlay ke tempat yang lain. Itulah mengapa antena parabola menghadap ke langit bukan ke samping seperti antena TV biasa.

Sebab keempat
Mereka tahunya feature GPS itu hanya ada di smartphone yang menggunakan SIMCARD. Pendeteksian posisi memang bisa menggunakan bantuan BTS. Padahal jauh sebelum feature GPS ada di smartphone,  GPS sudah digunakan di banyak perangkat tanpa SIMCARD, seperti GPS tracker, GPS navigasi, GPS pada kamera digital dsb. Dari mana perangkat GPS dapat mendeteksi posisi? sudah barang tentu dari komunikasi dengan satelit.

Jadi mungkin tak seorangpun dari mereka  pernah menggunakan perangkat GPS, kecuali GPS pada smartphone. Padahal kalau mereka bersedia menggunakan GPS Navigasi pasti mereka akan yakin bahwa sinyal GPSnya berasal dari satelit bukan dari BTS. Bisa dibuktikan, saat masuk terowongon sinyal GPS terputus, atau jika di dalam rumah sinyal GPS pun susah, dan bukti akurat lagi GPS bisa digunakan di hutan belantara atau di lautan luas yang jauh dari sinyal apapun di daratan. Lagipula BTS mana yang bisa terhubung dengan perangkat GPS tanpa SIMCARD.

Sebab kelima
Mereka tidak percaya googlemap dibuat dengan bantuan foto dari satelit. Mereka yakin googlemap difoto dari drone.  Mungkinkah?  Negara mana yang mengijinkan kedaulatan wilayah udaranya diacak-acak oleh drone google?  Sebagian besar negara di dunia memiliki aturan masing-masing terhadap penerbangan di wilayahnya.

Sebab keenam
Mereka tidak pernah menggunakan ATM mobil di daerah terpencil/terpelosok yang tidak memiliki jaringan internet. Atau mereka tidak pernah melihat ATM mobil yang memiliki antena parabola contohnya ATM mobilnya BRI.

Sebab ketujuh
Mereka tidak pernah menonton berita peluncuran roket yang membawa satelit untuk diorbitkan. Atau kalaupun mereka menonton mereka tidak percaya kalau roket itu membawa satelit, atau kalau mereka percaya roket itu membawa satelit mereka yakin satelit itu akan dijatuhkan di laut atau disembunyikan di suatu tempat entah di mana.

Belum lama ini BRI telah berhasil mengorbitkan satelitnya yang bernama BRISat dengan menumpang roket dari perusahaan luar negeri tentu dengan membayar sejumlah uang.  Tentunya pihak BRI akan menuntut perusahaan luar itu bila satelitnya ternyata diceburkan ke laut atau disembunyikan entah di mana.  Nyatanya BRI telah merasakan manfaatnya dengan diorbitkannya BRISat ini.

Jadi masihkah percaya bahwa bumi itu datar dan diam ???

18 komentar:

Soundmix Indie mengatakan...

Saya dosen fisika, dan saya sudah paham.
Saya lebih percaya al quran dari ilmu yg saya pelajari bertahun-tahun.
Pembodohan bukan berati menentang,
Justru menentanglah kita pelajari dan observasi secara langsung, bukanlah dari sebuah dongeng maupun televisi.

Bumi datar maupun bulat tidak masalah,
Yg jadi masalah mengapa banyak orang yg menentang bumi bulat dan datar,

Itu sudah jadi gambaran, bahwa ilmu pengetahuan hanya sebuah teori,
Tidak bisa dikatakan benar.
Kebenaran hanyalah kitab allah,

Anda lebih percaya ilmu pengetahuan tanpa didasari kitab allah,
Hancurlah kamu.

Jnganlah anda membatasi orang yg menentang ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan belum tentu benar
Dan janganlah anda menentang ilmu allah, karena itu dosa.

eka mengatakan...

Anda bicara fisika pak??
Satelit emang canggih ya pak,
Bisa foto planet jauh disana seperti planet pluto.
Bisa bikin google map lg ya,
Apalagi bisa foto galaxy kita yg besar sekali.

Tp mengapa semua foto satelit semua animasi??
Tp mengapa BRI naikin satelit ko kaya gambar solidwork animasinya,

Tolong buktikan dengan gambar foto satelit yg sudah mengorbit dibumi,
Tolong cari fotonya,

Ingat pak parabola TV yg ada di perkampungan,
Apa dia pake satelit??? Gratisloh gak kaya indovision bayar. Tp acaranya cuma seperti tv biasa.
Kadang kita bikin dengan wajan bisa loh.

Dan mengapa posisinya tetap sama tidak pernah berubah, kan satelit berputar mengikuti putaran bumi.

Anda harus tau, bahwa parabola memantulkan sinyal seperti cahaya air laut di langit saat siang, makanya langit biru y pak.

Mind set kita sudah terlatih oleh fisika modern.

Seperti teori darwin masih saja dipelajari disekolahan,

Tar bumi juga sama akan seperti itu, sama seperti teori darwin.

Lama kelamaan ilmu pengetahuan hanya sebuah dongeng.

Mengapa???

Karena ilmu pengetahuan tidaklah murni seperti tidak seperti kitab tuhan

eka mengatakan...

Saya setuju dengan bapak,
Jnganlah menghebat2 ilmu pengetahuan dan melupakan kitab tuhan.

Terima kasih pak masukannya,

Semoga satelit indonesia tetap berputat di langit meskipun buminya berubah jadi datar.

Sakudin mengatakan...

@Soundmix Indie dan eka

Ilmu pengetahuan dan Kitab suci adalah dari Tuhan, Wajib bagi manusia untuk mempelajari keduanya. Semoga anda tidak mempertentangkan kitab suci dengan Ilmu Pengetahuan. Newton tidak menciptakan hukumnya tapi itu adalah ketetapan Tuhan, kebetulan yang menemukan Newton, 1 + 1 = 2 itu ketetapan Tuhan, manusia menemukannya.
Faham Pak????

Sakudin mengatakan...

@eka
Monggo silakan baca artikel satelit selanjutnya

Sakudin mengatakan...

@Soundmix Indie
Sudikah Bapak membaca Ayat-ayat Kauniyah dan Ayat-Ayat Qauliyah, Semoga Pak Dosen menjadi Ilmuwan Muslim yang mendapatkan pemahaman yang lebih baik sehingga tidak mempertentangkan sains dengan kitab Tuhan. Seperti Ilmuwan2 Muslim terdahulu yang menyadari bentuk bumi bulat tetapi tetap yakin dengan Alquran karena mampu menerjemahkan kitab Allah. Saya mohon dengan sangat Pak Dosen...

Edi S mengatakan...

Sudahkah anda membaca al-anbiya/21 ayat 33 ?? Kenapa tidak disebutkan bumi dan bulan??

Edi S mengatakan...

Jika anda berada di puncak gunung yang tidak ada tower pemancar sinyal, adakah anda menemukan sinyal pada SMARTphone anda?? Padahal sudah ada satelit dan anda berada di tempat tinggi? Kenapa pada video tersebut tidak terlihat satelit lainnya yang notabene tercatat ada ratusan satelit buatan di wikipedia? Mungkin kita semua harus lebih sering membaca kitab kita ;)

ILMU KUCARI mengatakan...

sahabat, mohon jangan merendahkan Alquran dengan cara menafsirkan seadanya dan membenturkannya dengan fakta ilmiah yang amat sangat sulit dibantah. Teladanilah para astronom sekaligus ulama islam abad pertengahan yang memahami bumi bulat dan berotasi namun tidak mempertengangkannya dengan Alquran. Mereka tentu lebih faham dengan astronom dan tafsir Quran.
Bacalah karya mereka,bacalah pendangan mereka terhadap sains dan agama. Atau bacalah sejarah peradaban sains dalam Islam. Mari kita berkaca, dalam mana ilmu astronomi, fisika matematika dan tafsir Quran antara mereka dengan kita? silakan direnungkan.
Kita ini apa? Sinyal SMARTphone saja kita mengira berasal dari satelit. Entah dari mana pehamaman itu didapat. Kita hanya pandai berdebat tapi kosong ilmu.
Mari kita perdalam lagi ilmu agama dan sains. Jangan habiskan waktu untuk berdebat, belajarlah.

astajim mengatakan...

@Soundmix Indie :apakah anda dosen fisika ,??melihat dari cara pandang anda terhadap ilmu fisika,,,,,,,,,,,menurut saya
anda dosen ter KOPLAK :v :v di dunia ......... :v

astajim mengatakan...

ada orang ngaku Dosen,,tafie akunnya abal2,,wkakakakak,DOSEN KOPLAK,,,,,,,,,,,,,

ardywinata mengatakan...

beberapa hari ini BRI mengalami gangguan,, kemana satelitnya ya?

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Ardy silakan ditanyakan ke pihak BRI atau datangi saja stasiun bumi pengontrol satelit BRISat silakan berdiskusi di sana.

Menurut saya tidak ada teknologi yang sempurna di dunia ini, gangguan apapun bisa terjadi kapanpun dan di manapun walau teknologi sehebat apapun.

Dan sumber gangguan sistem online itu bisa dari mana saja, bisa dari software dan bisa juga dari hardware. Dari hardware tentu juga bermacam-macam, bisa jalur transmisinya, peralatannya atau apapun.

Apakah setelah BRISat diluncurkan berarti BRI bebas ganguan Online? Mungkin hanya Mas Ardy yang punya pikiran demikian.

Maaf ya Mas, pertanyaannya jangan ditujukan ke saya, silakan ke pihak BRI.

Terima kasih.



Hari Aria Soma , Mr. mengatakan...

Sebagai muslim saya lebih percaya terhadap Al Quran dbandingkan apapun jika ada pertentangan yg sangat tegas di antara keduanya. Contohnya jika ada yg menyatakan bahwa Nabi Adam adalah keturunan primata padahal secara tegas Al Quran menyatakan bahwa nabi Adam diciptakan secara langsung dari tanah tanpa ayah dan ibu melalui kalimatullah, maka saya lebih percaya Al Quran, meskipun saya juga tidak menutup kemungkinan adanya manusia kera/purba jauh sebelum nabi Adam, namun pastilah tdk memiliki nasab keturunan dgn nabi Adam/manusia modernm saat ini.

Sementara untuk bentuk bumi, ayat yang menjadi sumber perdebatan adalah kata-kata "hamparan". Sepertinya penganut bumi datar sangat yakin bahwa "hamparan"di sini berarti "datar/lurus untuk seluruh permukaan bumi". Padahal hampir semua ayat yg terkandung kata-kata "hamparan" disertai kata penjelasan yg bisa ditafsirkan bahwa "bumi itu sangat luas" atau bisa ditafsirkan sebagai "terhampar menurut ukuran manusia sehingga nyaman untuk ditempati", dll.

Jika bumi itu flat seperti cakram atau piringan, itu justru menafikkan ayat Al Quran itu sendiri yg menyatakan bahwa Allah adalah sebaik2nya penghampar, karena sebuah piringan/cakram pada suatu titiknya akan tiba sampai ujung sehingga bumi tidak lagi disebut terhampar pada titik tsb.

http://www.lampuislam.id/2015/09/ayat-quran-yang-menjelaskan-tentang.html
http://al-quran-serta-bahasa-kaumnya.blogspot.co.id/2015/08/hamparan-bumi-menurut-al-quran.html
http://www.lampuislam.id/2013/09/menjawab-tuduhan-bahwa-al-quran.html
dll...

Sungguh absurd jika dikatakan bahwa semua bukti2 sains yg ada sekarang merupakan konspirasi dari 1% orang kaya.
Kalaupun ada kesalahan2 pada ilmu pengetahuan, itu semata2 karena belum sempurnanya ilmu. Ilmu pengetahuan masih terus berkembang seiring dgn kemajuan zaman.

ILMU KUCARI mengatakan...

Terima kasih Mas Hari Atas Masukannya.
Alhamdulillah saya pun berpandangan demikian.

Tubagus Syamsudin mengatakan...

Keren Penjelasan artikelnya Pak, dari yg comment kelihatan mana yg cerdas, mana yg asal njeplak

Danny Ramdana mengatakan...

mohon maaf sebelumnya, saya masih
belum bisa paham dengan konsep bumi
datar, kenapa saat videocall keluarga saya
di amerika malam hari tapi saya di
indonesia siang hari, apa mungkin ada
gorden raksasa yang menghalangi amerika
dan indonesia kalo bumi itu datar???

Unknown mengatakan...

Berpikir yang logis saja, Al Qur'an sebaik baiknya panduan. Tidak mempersulit dan transparan, bagi yg mau mempelajarinya.
Seperti halnya Bumi Bola dan Bumi Datar, pelajari ke duanya dengan sisi pandang logic.

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari