Sabtu, 27 Agustus 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 5 : GRAVITASI MEMBUKTIKAN BUMI BULAT

Secara definisi gaya adalah segala interaksi yang dapat menyebabkan perubahan gerak benda baik arah maupun kecepatannnya. Di jagat raya ini  ada 4 gaya fundamental yang bertugas menjaga keseimbangan alam. Selain keempat gaya ini  disebut gaya turunan.  Keempat gaya tersebut adalah,

Gaya nuklir kuat
Gaya ini bertugas menjaga inti atom agar tidak pecah. Gaya ini paling kuat di antara ketiga gaya lainnya.
 
Gaya elektromagnetik
Interaksi yang disebabkan oleh sifat listrik dan magnet suatu benda, contohnya adalah peristiwa elektron mengelilingi inti atom.

Gaya nuklir lemah
Gaya ini bertugas menjaga keseimbangan Proton-Neutron ketika terjadi peluruhan sinar beta.

Gaya Gravitasi
Interaksi yang disebabkan oleh massa suatu benda. Gaya ini paling lemah di antara ketiga gaya lainnya, namun memiliki jangkauan paling jauh.


Gravitasi

Hukum gravitasi pertama kali diperkenalkan oleh Sir Isaac Newton (1643-1727). Di dalam bukunya "Principa and Optika", Newton mengemukakan :

"Setiap objek di alam semesta menarik setiap benda lainnya dengan sebuah gaya melalui garis lurus yang berasal dari masing-masing pusat massa benda yang sebanding dengan massa keduanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua pusat massa benda".

Jika dituliskan ke dalam persamaan matematika adalah

F = G M1 M2 / R2

F = Gaya tarik
M1 dan M2 = Massa benda satu dan dua
R = Jarak antar pusat massa kedua benda
G = Konstanta gravitasi

Dari persamaan di atas bisa kita turunkan rumus baru untuk benda-benda yang ada di dekat permukaan bumi. Dengan memasukan nilai G, Massa bumi dan jari-jari bumi kita dapatkan,

F = 9,8m/dtk2 x Massa benda

Angka 9,8 m/dtk2 kita sebut dengan percepatan gravitasi bumi dan dilambangkan dengan huruf  “g”.  Untuk pemakaian praktis bisa dibulatkan menjadi 10 m/dtk2.  Bisa kita tuliskan kembali rumusnya menjadi

F = g x Massa benda

Dan gaya gravitasi yang bekerja pada setiap benda di permukaan bumi tidak lain dan tidak bukan adalah gaya berat benda atau kita sebut berat saja dilambangkan dengan W.  Atau ditulis kembali menjadi,

W = g x Massa benda

Kita bisa melihat bahwa ada perbedaan mendasar antara berat dan massa. Nilai berat benda sama dengan 10 kali massa benda, berat benda memiliki arah ke pusat massa bumi (atau ke bawah menurut kita) sedangkan massa benda tidak memiliki arah, satuan massa adalah gr atau kg sedangkan satuan berat adalah kg m/dt2 atau kgF atau Newton (sebagai penghormatan kepada Newton penemu hukum gravitasi).

Gaya tarik menarik dua massa benda ini telah dibuktikan secara akurat oleh Cavendish dalam eksperimennya tahun 1798.  Bahkan dari eksperimen inilah Cavendish dapat menentukan nilai konstanta Gravitasi (G).

Pendapat Newton ini diakui dunia dan menjadi hukum dalam sains yang dikenal sebagai "hukum gravitasi umum Newton".  Di dalam sains kedudukan hukum adalah sangat tinggi, maksudnya  walaupun seorang ilmuwan juga tidak boleh menutup kemungkinan adanya kesalahan dalam suatu hukum sains namun hampir bisa dipastikan hukum dalam sains itu tidak terbantahkan.  Karena hukum dalam sains pasti sudah mengalami pengujian ratusan, ribuan bahkan jutaan kali, baik di laboratorium, maupun di dalam kehidupan sehari hari.

Contoh hukum dalam sains misalnya hukum ohm, hukum Khirchof, hukum kekekalan energi, hukum pewarisan Mendel (dalam biologi) dsb.  Ini berbeda dengan "Teori", sebuah teori masih banyak membutuhkan pengujian dan masih bisa diperdebatkan misalnya teori relativitas Einstein, teori Big Bang, teori keadaan tunak, teori Evolusi dsb. Sebuah teori bisa salah jika ternyata bukti yang ada malah berlawanan.

Mengingat begitu kuatnya hukum gravitasi dalam sains, alangkah mengherankannya bila ada sekelompok orang yang tidak mempercayai adanya gaya gravitasi. Gravitasi hanya mitos dan ilusi katanya. Mereka adalah para penganut faham bumi datar.  Mereka benar-benar mengharamkan gaya gravitasi bumi. Dan melalui propaganda dalam video yang diunggah di youtube mereka membantah adanya gaya gravitasi.

Namun sayangnya bantahan yang dikemukakan sama sekali jauh dari ilmiah, cukup dengan menyajikan besi tenggelam dan gabus terapung.  Dan yang lebih mengherankan lagi ada orang yang langsung begitu saja percaya "mitos gravitasi" hanya dengan menonton pertunjukan video besi tenggelam dan gabus terapung. Mereka pikir Newton nyambi tiduran ketika merumuskan hukum gravitasi dan diselesaikan dalam waktu satu jam saja sehingga besi tenggelam dan gabus terapung luput dari pengamatannya.

Peristiwa benda tenggelam dan benda terapung itu sudah diamati Archimedes sejak tahun 214 SM. Sangat mustahil bila Newton mengabaikannya. Jadi alangkah tidak cerdasnya jika peristiwa besi tenggelam dan gabus terapung digunakan untuk membantah hukum gravitasi. Atau memang penonton videonya yang memang tidak cerdas? sehingga "ilusi gravitasi" langsung ditelan mentah-mentah. Peristiwa besi tenggelam dan gabus terapung sudah saya bahas pada seri ke-4 Besi Tenggelam dan Gabus Terapung.

Dalam fisika modern, hukum gravitasi Newton digantikan oleh Teori relativitas umum Einstein. Dalam teorinya, Einstein mengatakan bahwa gravitasi dapat melengkungkan ruang dan waktu di sekitar benda bermassa. Akibatnya benda-benda di sekitarnya akan dipaksa untuk selalu berada di dekat benda bermassa tersebut. Hal inilah yang menyebabkan benda selalu ditarik bukan ditolak oleh gravitasi. Untuk banyak hal, hukum gravitasi Newton ini masih sangat akurat digunakan, misalnya untuk menghitung kecepatan satelit, menghitung kecepatan bulan mengelilingi bumi dsb. Namun untuk benda yang sangat massif atau yang memiliki gaya gravitasi ekstrim seperti blackhole, yang harus digunakan adalah teori relativitas umum Einstein.

Gravitasi membuktikan bumi bulat

Hukum gravitasi bukan hanya mampu menjelaskan gaya tarik-menarik benda bermassa saja, bahkan hukum gravitasi berhasil membuktikan bahwa bentuk bumi adalah bulat.  Dan inilah yang membuat penganut bumi datar sangat membenci gravitasi.  Gravitasi dan bumi bulat adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat dipisahkan.

Gravitasi mengharuskan bumi berbentuk bulat, mari kita lihat penjelasannya;

Di belahan bumi manapun arah benda jatuh selalu ke bawah, entah itu di Indonesia, di Eropa di Amerika, di kutub utara atau di kutub selatan. Ini adalah fakta yang memang terjadi di alam.  Hukum gravitasi menyatakan bahwa benda jatuh arahnya menuju ke pusat massa bumi atau dengan kata lain menuju ke satu titik.  Dan satu-satunya bentuk yang dapat memenuhi kenyataan tersebut adalah bola. 




Lihat gambar.

Jika bumi berbentuk bola, arah gravitasi akan menuju ke pusat bola dan ini akan dirasakan sebagai arah ke bawah bagi seluruh manusia yang berdiri di permukaan bola.

Namun jika bumi berbentuk cakram (lingkaran yang memiliki ketebalan) maka arah gravitasi akan berbeda-beda di setiap permukaan cakram.  Di pusat lingkaran cakram arah gravitasi memang ke bawah, tetapi semakin menjauhi pusat cakram arah gravitasi akan semakin miring, bahkan di tepi lingkaran arah gravitasi akan menuju ke samping.  Bila seperti ini, alangkah sengsaranya manusia dan makhluk lainnya terutama yang tinggal jauh dari pusat lingkaran karena harus menanggung berat badan ke samping. Sudah pasti Tuhan tidak akan mendesain yang seperti ini.

Silakan dicoba untuk bentuk-bentuk geometri lain apakah bisa memenuhi?

Jadi kesimpulannya  gravitasi membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat. Dan kenyataan ini pasti sudah diketahui oleh Newton, ilmuwan sezamannya dan sesudahnya sampai saat ini. Artinya pandangan bumi bulat sudah sejak dari dulu diterima oleh masyarakat dunia kecuali yang menolak hukum gravitasi. 

Bayangkan ribuan tahun yang lalu belum ada satelit, belum ada Komputer, belum ada kamera foto, manusia belum bisa terbang, namun manusia sudah dapat memahami bentuk bumi yang bulat, lalu apa gunanya jika sekarang ada orang yang meributkan keaslian foto-foto bumi dari satelit karena menolak bentuk bumi bulat. 

Tidak semua rekayasa digunakan untuk tujuan memutarbalikkan fakta. Sangat banyak hal yang direkayasa untuk tujuan memudahkan pemahaman, memperjelas pencitraan dan sebagainya.  Sewaktu kita menonton film di bioskop itu juga sebenarnya hasil rekayasa agar gambar terlihat bergerak namun kita tidak pernah menuduh apa yang ada di rol film berbeda dengan yang di layar.

Istilah CGI (Computer Generate Imaginary) digunakan untuk merekayasa, menggabungkan beberapa citra foto bumi dari satelit, software ini digunakan karena sudut pandang kamera yang digunakan hanya dapat memotret bumi sepotong-sepotong.  Dan memang penggunaan software CGI ini diakui oleh pembuat foto-foto bumi bulat.

Namun apakah hal demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa bumi itu datar? Hanya orang yang tidak cerdas yang bisa menarik kesimpulan seperti itu. Terlepas dari itu semua, foto-foto bumi dari satelit, asli atau rekayasa, dipercaya atau tidak dipercaya tidak akan ada pengaruhnya apa-apa bagi pandangan bumi bulat yang sudah dibuktikan sains ribuan tahun lalu. 

Peluang sekaligus tantangan

Bagi anda yang masih tetap berkeyakinan bulat bahwa bumi ini tidak sebulat keyakinan anda melainkan datar dan tetap menolak adanya gaya gravitasi, jangan khawatir masih ada peluang untuk membantahnya. Mari saya tunjukkan 3 buah peluang emas yang akan membuat anda dikenang di sepanjang sejarah peradaban hidup manusia. Dan tentu hadiah Nobel siap menanti anda. Ini sungguhan loh.

Peluang pertama

Percayalah anda tidak akan bisa membantah adanya percepatan benda jatuh sekaligus adanya gaya yang menarik ke bawah. Itu adalah fakta atau kenyataan yang memang terjadi di alam ini!!!  Yang perlu anda lakukan adalah membuktikan bahwa bukan gaya gravitasi yang bekerja ketika benda terjatuh ke tanah, tapi suatu gaya yang sama sekali tidak berhubungan dengan massa benda. Artinya anda harus menemukan gaya fundamental yang kelima setelah empat gaya fundamental di atas. Inilah peluang sekaligus tantangan, silakan tanyakanlah pada guru-guru anda yang telah mengajarkan "mitos gravitasi".  Tapi saya mohon jangan mengajukan gaya siluman ya.... Sains tidak bisa menerima siluman.

Peluang kedua

Anda perlu membuktikan bahwa arah gaya tarik gravitasi bukanlah ke pusat massa benda tetapi menyebar di semua permukaannya. Artinya ketika gaya gravitasi ini diterapkan pada benda berbentuk cakram maka gaya tariknya akan selalu mengarah ke permukaan cakram, bukan ke pusat lingkaran cakram. Bila demikian keadaannya, masih ada kemungkinan bumi berbentuk datar.  Walaupun model menyebar seperti ini juga bisa diterapkan untuk bumi bulat, namun setidaknya anda masih punya peluang untuk membantah bumi bulat melalui argumen yang lain.

Peluang ketiga

Anda bisa mengatakan, percepatan benda jatuh bebas bisa ditimbulkan oleh gerak bumi datar ke atas dengan percepatan ke atas yang besarnya sama dengan percepatan benda jatuh. Namun anda harus berhadapan dengan Teori Einstein, sebab dengan adanya percepatan gerak ini, dalam waktu 1 tahun saja kecepatan bumi sudah melebihi kecepatan cahaya. Dan juga anda harus menjelaskan energi yang bekerja untuk mempertahankan gerak ini, sekaligus anda harus menghadapi hukum kekekalan energi. Tolong jangan katakan  energi yang bekerja itu dengan "Dark Energy" ya...!  Itu siluman! Sains tidak menerima siluman.

 
Mari mengembalikan kesadaran

Salah satu fungsi sains adalah menjelaskan fakta dan gejala alam yang terjadi di jagat raya ini. Hukum gravitasi umum Newton telah berhasil menjelaskan peristiwa benda jatuh dengan sangat baik. Bahkan hukum gravitasi telah berhasil menjelaskan lintasan pergerakan benda-benda langit. Gravitasilah yang telah menjelaskan terjadinya pasang naik dan pasang surut air laut.

Teknologi yang berkembang untuk membantu kehidupan manusia juga tidak lepas dari pengaruh gravitasi. Insinyur-insinyur desainer kapal laut, kapal selam, pesawat udara, pesawat tempur, satelit dan sebagainya pasti harus mematuhi hukum gravitasi dalam desainnya. Pilot pesawat tempur dalam bermanufer atau menembak pun harus memperhitungkan gaya gravitasi. Bahkan satelit justru memanfaatkan gaya gravitasi untuk dapat mengorbit bumi.

Sains lahir sejak manusia pertama diciptakan.  Manusia mengamati dan mempelajari gejala-gejala alam atau fakta kejadian di alam, seperti datangnya siang dan malam, pergerakan benda-benda langit dan sebagainya.  Adalah wajar jika dahulunya manusia menganggap bahwa bumi itu datar, karena memang itulah yang dirasakannya. Demikian pun wajar jika mereka menganggap matahari, bulan dan benda-benda langit lainnya bergerak mengitari bumi.

Namun sejalan dengan waktu, manusia yang terus mengamati dan mempelajari lingkungan tempat di mana dia hidup, mulai menyadari bentuk bumi yang mereka tinggali ternyata bulat.  Kesadaran mereka tumbuh dari hasil pengamatan dan perhitungan terhadap pergerakan benda-benda langit dan ini terjadi sebelum tahun Masehi. Seiring perkembangan sains semakin banyak orang yang percaya bahwa bumi memang bulat. Pada akhirnya sains klasik dan modern telah berhasil membuktikan bentuk bumi yang bulat.

Galileo bukanlah yang pertama kali memiliki pandangan bumi bulat, dia hanya mempertahankan pandangan Copernicus yang sedang berkembang saat itu namun dilarang oleh pemuka agama yang dianut sebagian besar masyarakat Eropa. Pandangan Copernicus ialah masalah Heliosentris.  Intinya pandangan bumi bulat sudah berkembang jauh sebelum jaman Galileo. Galileo hidup 500 tahun yang lalu.

Jadi alangkah tidak bijaknya bila penganut faham bumi datar ini mengaitkan bumi bulat dengan sebuah konspirasi, apalagi dikatakan sebagai konspirasi global. Konspirasi yang dikomandoi oleh negara besar dengan badan antariksanya. Bagaimana mungkin? usia negara tersebut belum 300 tahun, dan badan antariksanya belum 100 tahun. Untuk apa membuat konspirasi yang sejalan dengan pandangan masyarakat dunia, jika mau berkonspirasi mestinya malah sebaliknya, menyatakan bahwa bumi itu datar dan membuat foto-foto bumi datar. Jadi tidak perlulah membawa-bawa masalah konspirasi untuk mengajukan pandangan bumi datar, buktikan saja secara sains!!!


Penutup

Akhirnya saya tutup seri ini dengan kalimat “Sains bersifat open source alias terbuka”.  Siapapun, manusia di belahan bumi manapun bisa mempelajarinya, membuktikan teori-teori dan hukum-hukum dalam sains dengan berbagai macam percobaan dan penalaran logika, mengulangi percobaan orang lain dengan metode yang lebih baik bila merasa percobaan yang dilakukan orang lain bermasalah. Jadi jika anda merasa  "Selama ratusan tahun telah dibohongi oleh sains", belajarlah lebih semangat lagi, banyak ilmu bertebaran di mana saja bahkan di dunia maya.  Sehingga anda menjadi lebih cerdas dan tidak mudah dibohongi, bahkan oleh besi tenggelam dan gabus terapung sekalipun.

JADI MASIHKAH PERCAYA BUMI DATAR?

8 komentar:

Sani Sanusi mengatakan...

Terima kasih ilmunya, mas ilmukucari

Sani Sanusi mengatakan...

Saya Sangat setuju dengan Anda bahwa Science itu sifatnya Open Source, terbuka untuk semua kalangan, terbuka untuk perubahan dan perbaikan. Kita bersyukur bahwa zaman sekarang, Science sangat terbuka untuk umum, apalagi di jaman informasi seperti sekarang, informasi tentang ilmu pengetahuan begitu melimpah dan mudah diaccess oleh semua kalangan (walaupun mungkin ada beberapa hasil riset (biaya tinggi?) yang masih dirahasiakan karena menyangkut kepentingan ekonomi (komersial) atau politik), dan walaupun banyak juga informasi2 science yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan mengaburkan science itu sendiri. Saya pernah membaca dalam sejarah, bahwa dulu ilmu pengetahuan adalah hal yg sangat ekslusif, hanya bisa diaccess dan diperuntukan hanya untuk kaum elit yang memegang otoritas politik dan doktrin agama tertentu. Tapi sekarang, Saya kira sudah sangat terbuka, siapa pun bisa access dan belajar, sebagai contoh Saya bisa belajar Fisika dari Anda melalui access internet kapan saja, dan Anda memberikan tantangan bagi semua orang termasuk penganut teori Bumi Datar untuk memecahkan masalah fenomena alam fundamental sederhana(benda jatuh ke bawah, apa penyebabnya?)yang masih terbuka untuk di-revisi/dibantah dan untuk dipecahkan bersama, walaupun seperti yang sudah Kita ketahui bahwa sudah ada teori terbaru untuk hal tersebut yang sampai saat ini belum ter-revisi/terbantahkan (akan kah ter-revisi/terbantahkan oleh Theory of Everything?), yaitu teori General Relativity Einstein, yang sudah melalui banyak pengujian untuk menguatkan teori tersebut. Saya kira science tidak melarang keberadaan atau kemunculan teori2 baru, karena dapat memperkaya hasanah dan membangun science itu sendiri menuju pencapaian lebih tinggi. Teori bumi datar itu sah sah saja, teori apa pun, oleh siapapun saya kira sah sah saja, namun untuk kebenaran dan ke-diterima-an nya harus diuji dan dibuktikan dalam kaidah science, terutama melalui 6 langkah metode ilmiah, bukan dengan asumsi2 atau tuduhan2 tidak berdasar, apalagi dengan fitnah, penipuan dan kebohongan2 keji. Jempol untuk penulis.

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Sanusi terima kasih sudah mampir di blog saya dan memberikan komentar.
Betul sekali Mas, selama masih ada kehidupan, sains akan terus berkembang, mengoreksi, memperbaiki dan menyempurnakan teori yg sudah ada. Bahkan bisa jadi ada penemuan2 baru yg saat ini belum terpikirkan.


Terima kasih atas kunjungannya.

fadli yuda mengatakan...

hadeh dari rumusnya aja udah aneh dan tidak pernah bisa dibuktikan

F = G M1 M2 / R2

F = Gaya tarik
M1 dan M2 = Massa benda satu dan dua
R = Jarak antar pusat massa kedua benda
G = Konstanta gravitasi

bahasa gampangnya batu bisa menarik batu
taruh batu kecil pada batu yang besar

apakah bisa menempel??

coba anda renungkan sendiri

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Fadli terima kasih atas bantahannya.

Sebenarnya masalahnya sangat sederhana, cukup Mas Fadli mencari informasi benarkah hukum gravitasi tidak pernah bisa dibuktikan? Saya yakin jika Mas Fadli mau mencarinya banyak sekali artikel ilmiah, jurnal dsb yang membahasnya. Silakan Mas Fadli baca seri ke-24 bukti empiris gravitasi.


Batu menarik batu lain sudah pasti bisa terjadi asalkan tidak ada gaya lain yang menghalangi, misalnya gaya gesek dg lantai, gaya hambat udara dsb. Tidak ada yang aneh, tidak ada yang tidak masuk akal, itu Sunnatullah, orang sains bilang itu hukum alam.

Gaya gravitasi itu sangat lemah jadi perlu kondisi khusus untuk bisa diamati. Beda dengan gaya elektromagnetik misalnya magnet menarik besi, itu gayanya sangat kuat jadi mudah diamati.


Untuk bisa memahami Yang diperlukan adalah belajar dengan benar dari sumber yang benar, dari orang yang punya kompetensi.


Silakan bertanya kembali kalau penjelasan saya masih belum cukup.

Selamat belajar.




fadli yuda mengatakan...

ini seperti ilmu berhayal saja

manusia itu punya ilmu yang terbatas

jangan terlalu mendewakan ilmu manusia

apa lagi cuma ilmu berimajinasi tentang gravitasi

cuma imajinasi tanpa fakta


anda menyuruh saya berimajinasi ilmiah
hadeh....

fadli yuda mengatakan...

udah gak usah dibalas mas
capek debat terus gak ada ujungnya

saran saya
jangan suka berkhayal ilmiah

berkhayal bumi berotasi dan lain lain

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Fadli,

Blog ini adalah blog untuk belajar bukan untuk berdebat. Saya tidak pernah mengajak Mas Fadli berdebat.

Gravitasi itu bukan imajinasi Mas, itu Fakta. Sudah jelas ada buktinya.

Bumi berotasi itu bukan khayalan Mas, itu fakta. Sudah jelas bisa dibuktikan.

Allah memerintahkan kita untuk mencari Ilmu baik ilmu dunia mauopun ilmu akherat. Dan Allah akan meninggikan derajat orang2 yang diberi ilmu pengetahuan. Bagaimana mungkin kita bisa hidup tanpa ilmu pengetahuan. Nabi Adam saja ketika baru diciptakan langsung diberi ilmu pengetahuan, diajari oleh Allah tentang Alam.

Untuk menetapkan waktu ibadah saja seperti penetapan waktu shalat kita harus belajar astronomi. Hisab waktu shalat itu dihitung berdasarkan pada bumi yang bulat, berotaai dan berevolusi, monggo silakan tanyakan pada Depag, ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah dsb.

Lah kalau rotasi bumi itu khayalan apakah berarti tabel waktu shalat juga khayalan?


Ilmu pengetahuan itu bukan untuk didewakan Mas, tapi dipelajari untuk dipetik manfaatnya.

Saran saya belajar yang rajin Mas.

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari