Sabtu, 03 September 2016

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 6 : RASI BINTANG MEMBUKTIKAN BUMI BERPUTAR DAN BERKELILING



 Jarang orang peduli dengan rasi bintang di langit.  Paling-paling mereka yang suka dengan ramalan zodiak dan itupun mereka tidak memperhatikan sendiri di langit malam.  Padahal rasi bintang ini bisa membuktikan bahwa bumi yang kita tempati ini mengembara atau berkeliling dalam periode 1 tahun (perhitungan kalender berbasis matahari) dan berputar pada porosnya.  

                Rasi bintang adalah sekumpulan bintang yang tampaknya berhubungan dan membentuk konfigurasi khusus dalam ruang 3 dimensi.  Ada 88 rasi bintang di langit yang disepakati manusia, 12 di antaranya digunakan oleh astrologi atau ilmu perbintangan.  Inilah yang disebut dengan zodiak.  Setiap zodiak memilki masa edar,  artinya zodiak ini akan tampak di langit malam mulai tanggal tertentu dan berakhir tanggal tertentu lalu digantikan oleh rasi bintang lain. Sebenarnya pergantian zodiak di langit malam ini tidak serta merta tapi secara berangsur-angsur, karena sesungguhnya langit malam itu berubah dari malam ke malam secara berangsur-angsur dan mengalami perulangan (kembali ke posisi awal) setiap 365 hari (1 tahun). 

                Cobalah saat malam hari yang cerah di akhir Oktober sampai November pandanglah langit, akan tampak sekumpulan bintang yang bila kita tarik garis khayal akan membentuk pola mirip kalajengking, ini yang disebut orang sebagai rasi bintang scorpio. Jika  kita tekun mengamati, kita akan mendapati kenyataan bahwa rasi bintang ini dan bintang-bintang lain dan juga bulan, terbit dari timur dan bergerak terus ke barat  sampai akhirnya terbenam.  Dan sebenarnya semua benda langit  terbit dari timur dan tenggelam di barat. Jika setiap malam kita terus mengamati, kita akan tahu bahwa akhirnya rasi bintang ini berangsur-angsur menghilang dan digantikan oleh rasi bintang lain yaitu sagitarius.  Kita akan mendapati rasi bintang scorpio pada bulan yang sama tahun berikutnya.  Inilah yang dimaksud dengan masa edar zodiak.  

                Lalu kita akan bertanya model bumi seperti apa yang dapat menjelaskan fakta adanya pergantian rasi bintang, adanya pemandangan langit malam yang berubah dari malam ke malam, adanya kenyataan bahwa semua benda langit terbit dari timur dan terbenam di barat.  Tahukah anda bahwa berabad-abad yang lalu saat manusia masih menganggap bumi berbentuk datar dan diam, manusia sangat kesulitan untuk menjelaskan peristiwa pergantian rasi bintang dan pemandangan langit yang berubah dari malam ke malam. Sehingga akhirnya mereka menyadari bahwa bumi tidaklah diam tetapi mengembara di jagat raya.  Dan pada perkembangannya dengan diperkuat bukti-bukti sains lahirlah model bumi dan jagat raya seperti yang kita fahami saat ini. 

Bagaimana seandainya saat ini ketika kemajuan sains dan teknologi begitu pesatnya, informasi mudah di dapat, sekolah di mana-mana, laboratorium di mana-mana, observatorium langit juga banyak, koq masih ada orang yang ngotot dan mempercayai bahwa bumi berbentuk datar dan diam?  Entahlah.  Kata temanku orang seperti ini adalah orang yang “gagal faham”.  Kalau menurutku sih mereka sebenarnya ingin mencari dan merekontruksi model bumi yang lebih baik, namun sayangnya yang ketemu malah bumi datar dan diam, tidak beda dengan pemahaman manusia purba.
                Bagi anda yang percaya Tuhan, maka di dalam kitab suciNya, Tuhan memerintahkan kita untuk berfikir, memikirkan penciptaan langit dan bumi.  Mengapa kita diperintahkan berfikir? Karena Tuhan tidak menerangkan secara detil bagaimana bentuk bumi dan alam semesta, Tuhan tidak mengatakan dalam kitabnya,
“Bentuk bumi bulat, massanya sekian, jarak dari matahari sekian dst, atau dalam hukum sains arus yang mengalir dalam kawat pengantar sebanding dengan tegangan atau benda jatuh mengalami percepatan dst”. 
Kitab Tuhan bukan kitab sains. Manusialah yang harus menemukan ketetapan Tuhan dalam hukum sains.  Di dalam kitabNya Tuhan memberikan petunjuk berupa tanda-tanda alam, isyarat-isyarat alam dengan gaya bahasa yang indah, itulah mengapa kita diperintahkan berfikir untuk menemukan wajah alam semesta.  Tentu kita berfikir dengan ilmu pengetahuan atau sains. Dan Tuhan akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.

                Model bumi dan alam semesta yang saat ini kita fahami sudah sangat baik dalam  menjelaskan pergantian langit malam dan adanya rasi bintang.

Ini penjelasan sederhananya.


Lihat gambar,

·   Bola bumi berputar pada porosnya dari barat  ke timur dengan perioda 24 jam sehingga mengakibatkan semua benda langit seolah-olah terbit dari timur dan terbenam di barat.

·     Bumi  mengelilingi matahari dengan perioda 365 hari atau 1 tahun, sehingga bagi orang yang mengamati langit pada malam hari akan mendapati kenyataan bahwa wajah langit berubah dari malam ke malam dan akan mendapati rasi bintang yang berubah berurutan selama 1 tahun.
Mirip ketika kita naik wahana berputar seperti ini

Jika arah pandangan kita tetap dan selalu membelakangi poros putaran maka kita akan disuguhkan pemandangan yang berbeda dalam satu kali putaran.
Mudah dipahami bukan.......

Model bumi dan alam semesta seperti pemahaman kita sekarang ini sangat baik untuk menjelaskan berbagai tanda-tanda alam yang setiap saat dirasakan oleh manusia seperti
  • Adanya siang dan malam
  • Peristiwa terbit dan terbenamnya matahari di ufuk
  • Benda-benda langit (matahari, bulan, bintang-bintang, rasi bintang) terbit dari timur dan terbenam di barat setiap hari.
  • Bulan tidak selalu terbit saat matahari terbenam dan tidak selalu terbenam pada saat matahari terbit. Kadang  siang hari pun bulan bisa terlihat dan saat tengah malam pun bulan sudah tenggelam.
  • Terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan
  • Terjadinya siklus alam sekitar 29 hari yang ditandai dengan fase-fase bulan, pasang surut air laut dsb. (siklus 29 hari ini dijadikan sebagai siklus bulanan dan digunakan sebagai perhitungan 1 bulan dalam kalender berbasis bulan misalnya kalender Hijriyah)
  • Terjadinya siklus alam sekitar 365 hari yang ditandai dengan perubahan musim, kemiringan matahari, perbedaan lamanya siang dan malam dsb.  (Siklus 365 hari ini dijadikan sebagai siklus tahunan dan dipergunakan sebagai perhitungan 1 tahun dalam kalender berbasis matahari misalnya kalender Masehi)
  • Pemandangan langit malam yang berangsur-angsur berubah dari malam ke malam yang ditandai dengan perubahan penampakan rasi bintang yang berulang setiap sekitar 365 hari
.
Adalah sangat baik bila masih ada orang yang terus mencari dan merekonstruksi model bumi dan alam semesta agar lebih baik dalam memberikan pemahaman kepada manusia.  Namun tentu ada syarat yang harus dipenuhi yaitu pertama harus bisa menjelaskan dengan lebih baik tanda-tanda alam dan yang kedua harus mematuhi hukum-hukum yang berlaku dalam sains.

           Bagaimana bila saat ini ada orang yang mengajukan model bumi datar, matahari dan bulan berkeliling di atasnya dengan ketinggian sekitar 5000km apakah bisa diterima?
Mari kita bandingkan dengan gambaran “Manusia terisolasi”.  Andaikan ada orang sejak lahir sampai usia 20 tahun berada di dalam kamar yang terisolasi.  Ketika usia 20 tahun dikeluarkan dan disuruh menganalisa lingkungannya lalu diminta menggambarkan bumi, matahari dan bulan. Kira-kira jawabannya mungkin seperti ini;
“Bumi adalah tanah yang datar dan mungkin luas, matahari adalah bola api yang terbit dari timur, bergerak terus mengelilingi bumi dan terbenam di barat, dan berada di bawah bumi saat malam, paginya terbit kembali.  Sedangkan bulan seperti matahari hanya lebih kecil jadi tidak sepanas matahari.”
                Lebih bagus yang mana antara penggambaran “manusia terisolasi” versus model bumi datar?  “Manusia terisolasi”  masih mampu menjelaskan terjadinya siang dan malam, bagaimana dengan model bumi datar, matahari selalu di atas dengan ketinggian 5000km, bisakah terjadi siang dan malam?  Bisakah ada pemandangan matahari terbit dan terbenam di laut.  Apakah bisa menjelaskan seluruh tanda-tanda alam yang setiap saat dirasakan oleh manusia?  Apa atau gaya apa yang membuat matahari dan bulan bisa berkeliling di atas bumi namun tidak jatuh ke bumi dan bagaimana persamaan matematikanya?

                Jawabannya ada pada diri anda sendiri, sejauh mana anda mau dan mampu berfikir dan memahami ayat-ayat Tuhan, baik yang diwahyukan melalui  utusanNya ataupun yang dilampirkan di alam raya sebagai ciptaanNya, termasuk ketentuan Tuhan yang ditemukan manusia  dalam hukum-hukum sains.  Semoga anda bukan termasuk orang yang “gagal faham” ,   Amin…..


JADI MASIHKAH PERCAYA BUMI DATAR?





8 komentar:

Reynaldi adi surya mengatakan...

Pak TULISAN ANDA SANGAT BAGUS dan komperhensip dalam membantah teori Bumi Datar, AKAN SANGAT BAGUS jika tulisan bapak ini di bukukan minimal menjadi buku SAKU bagi para peminat ilmu pengetahuan di Indonesia. Para penerbit PASTI juga menunggu buku tentang ANTI FLAT EARTH, jadi saya mohon sebaiknya tulisan bapak di jadikan buku........ Mempertimbangkan jumlah penggemar teori FE di Indonesia menjadi yang terbesar di dunia, maka ini menjadi KEWAJIBAN untuk bapak sebagai ilmuwan (wakil para Nabi) untuk meluruskan pemikiran manusia Indonesia dan mengembalikan pikiran mereka kepada jalan yang benar.. TERIMAKASIH, mohon di pertimbangkan permohonan saya

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Reynaldi terima kasih atas masukannya. Beberapa sahabat juga ada yang menyarankan seperti itu. Tapi terus terang saya belum pernah menerbitkan buku dan belum mengerti bagaimana prosedurnya.
Semoga nantinya ada jalan yang memudahkan untuk sampai ke arah sana.
Terima kasih sekali lagi.

adliee mengatakan...

berarti tiap bulan rasi bintang berubah ya pak? karena bumi berevolusi ya pak? saya telah membuktikan sendiri pak rasi binatng tidak berubah. saya sangat senang memperhatikan bintang ketika malam cerah. pada bulan februari pertengahan saya lupa tanggal berapa yang pasti antara tanggal 11 dan 13 sekitar jam 9 malam tepat di atas kepala saya, saya menandai beberapa rasi bintang untuk saya amati malam2 selanjutnya, setelah sekitar 2 minggu saya mendapatkan kembali malam cerah tetapi tidak ada rasi bintang yang saya tandai, pada bulan april di pertengahan bulan, saya kembali menemukan rasi bintang yang saya tandai. saya pikir masih wajar saya melihat rasi tersebut karena bumi hanya bergeser 2 bulan dan memang posisi rasi tersebut agak tersudut. pada bulan juni akhir2 puasa kembali saya dapati rasi tersebut ketika saya pulang sholat subuh. saya pikir masih bisa di maklumi dan wajar saya melihat rasi tersebut karena masih berjarak 4 bulan, dan rasi tersebut hanya bisa di lihat ketika fajar atau magrib. saya fikir ketika lewat dari 5 bulan mutlak saya tidak dapat mengamati rasi tersebut. nyatanya saya kembali melihat rasi tersebut pada bulan agustus (sudah berjarak 6 bulan dari februari). september saya tidak dapat melihat karena cuaca sering mendung dan pada bulan ini (oktober) tanggal 17 jam 12 lebih saya kembali mendapatkan rasi yang saya tandai tersebut tepat di atas kepala saya lagi. wow... sapakah ini bumi bulat?? akhirnya saya bertambah yakin bumi ini datar pak. jika keyakinan saya ini salah mohon penjelasan nya pak, terima kasih sebelumnya.

Eko mengatakan...

Kalau anda menerbitkan buku pasti akan saya beli pak

Lie Cheng Sue mengatakan...

Berarti bumi itu bulat dan datar. . .

jihan 93 mengatakan...

ilustrasi yang diberikan saya pikir konyol. okelah jika bumi memang berotasi dan berevolusi, tapi bukankan menurut sains zaman now seluruh benda langit baik itu asteroid, komet, planet, dan bintang2 juga berotasi dan berevolusi. Selain matahari yang juga dikategorikan sebagai bintang, semua bintang yang ada di jagat raya pun berotasi dan berevolusi, jadi mungkinkah POLA RASI BINTANG YANG TERLIHAT AKAN SELALU SAMA (TERATUR) ??

Okelah jika menurut sains zaman now terdata 88 rasi bintang, tapi bukankah seharusnya JUMLAH RASI BINTANG TIDAK TERBATAS?
Saya pikir sudah saatnya kalian menelaah lagi teori heliosentris, bangunlah dari mimpi di siang bolong kalian.

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Adliee Terima kasih mau bersusah payah mencoba melakukan observasi. Rasi bintang yang terus bereser itu sudah diketahui manusia ribuab tahun yang lalu sebelum tahun Masehi makanya tidak heran ada ilmu astrologi yang melahirkan ilmu zodiak bintang atau ilmu ramal bintang yang berdasarkan pada peredsran rasi bintang. Kalau rasi bintang di langit tidak bergeser tentu sudah ribuan tahun yang lalu sudah diketahui manusia.
Saya sudah membuktikan sendiri, silakan ikuti langkah2 saya pada seri ke-29 observasi untuk mamahami bentuk bumi. Silakan Lakukan observasi seperti yang saya lakukan, Insya Allah akan mendapatkan hal yang benar
Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Jihan Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
Jarak bintang2 amat sangat sangatlah jauh dari bumi sehingga manusia di bumi relatif tidak merasakan pergerakan bintang. Silakan Mas Jihan amati pesawat terbang yang jaraknya hanya beberapa Km dari kita, lihatlah pergerakan pesawat amat lambat walaupun kecepatan pesawat mencapai 1000km/jam. Apalagi bintang yang jaraknya jutaaan hingga milyaran kali tentu pergerakannya tidak akan terasa bagi manusia di bumi.

Rasi bintang bukanlah ketetapan yang mutlak, mereka hanya sekedar kesepakan manusia untuk menandai kumpulan bitang. Jumlah rasi bintang tidaklah terbatas, tergantung manusia mau menyebut berapa, jumlah 88 hanya kesepakatan saja untuk menandai kumpulan bintang, kalau mau menambahi ya silakan saja. Pada seri ke-29 saya juga membuat penamaan rasi bintang sendiri, silakan lihat seri ke-29.

Saat ini teori heliosentis bahwa matahari sebagai pusat tata surya (bukan pusat alam semesta) secara umum telah diterima oleh manusia karena teori heliosentris saat ini yang paling baik menjelaskan bentuk tata surya.
Saya tidak faham dengan kata "kalian" yang ada pada komentar Mas Jihan, maksudnya kalian itu siapa, hampir seluruh astronom, orang cerdas dan ilmuwan dari berbagai latar belakang menerima konsep heliosentris. Bahkan Tabel waktu shalat yang dikeluarkan depag pun berdasar pada heliosentris. Kalau Mas Jihan seorang muslim dan tidak sefaham dengan konsep heliosentris tentu harus membuat tabel waktu shalat sendiri berdasar konsep tata surya yang Mas Jihan Percaya. Syarat sah shalat adalah mengetahui masuknya waktu shalat.

Selamat belajar.

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari