Rabu, 07 Oktober 2009

Lebih lanjut tentang api

Tentang bedanya bara dan api, sudah saya terangkan dari segi makroskopiknya saja. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa bara pada benda apapun yang terbakar bukanlah api itu sendiri. Namun ada satu hal yang belum saya jelaskan yaitu dalam tataran mikroskopik api yang terlihat oleh mata itu sebenarnya adalah gas bahan bakar semisal karbon yang membara sesaat sebelum bereaksi dengan gas oksigen.

Cerita lengkapnya begini

Zat cair dan zat padat apapun tidak akan bisa terbakar sebelum berubah menjadi uap atau gas. Elpiji di dapur itu sewaktu di dalam tabung wujudnya masih cair (wujud suatu zat dipengaruhi oleh tekanan dan temperaturnya), namun ketika keluar dari tabung berubah menjadi gas karena perbedaan tekanan. Gas dari elpiji inilah yang bereaksi dengan gas oksigen. Sepotong arang harus diuapkan dulu dengan cara dipanaskan agar gas karbonnya bisa bereaksi dengan gas oksigen. Karena pembakaran juga menghasilkan panas maka akan terjadi sebuah siklus yang membuat pembakaran tetap berlangsung sampai sepotong arang itu habis terbakar.

Gas oksigen dan gas karbon keduanya tidak bisa dilihat oleh mata namun saat keduanya bereaksi menimbulkan nyala mengapa bisa demikian?
Saat sepotong arang memproduksi gas karbon yang melimpah karena dipanaskan, oksigen di udara merasa terpanggil untuk mendekapnya. Gas karbon mengalir ke atas (ingat perpindahan panas secara konveksi) dan disambut dari berbagai arah oleh oksigen sehingga membentuk sebuah ruang. Di dalam ruangan itulah terjadi pertemuan kedua gas itu, namun ada sebagian gas karbon yang belum mendapat pasangan, gas karbon ini merasa marah lalu membara dan menimbulkan nyala. Sampai akhinya gas karbon ini melanjutkan perjalanannya mencari pasangannya dan ternyata bertemu juga di tepi ruangan itu sehingga ia menjadi senang dan tidak marah lagi. Itulah mengapa bentuk api meruncing ke atas, sebab makin ke atas gas karbon yang belum terbakar semakin sedikit.

Bagaimana pengendali api bisa melawan lingkaran setan?

Pembakaran sebatang arang atau sebuah gedung berlangsung bagaikan lingkaran setan. Karena dipanas-panasi sebagian arang menguap menjadi gas karbon, gas karbon bergembira karena bertemu kekasihnya gas oksigen, keduanya senang lalu melepaskan energinya dalam bentuk panas, panas kembali memprovokasi arang agar menguap. Kejadian ini berlangsung terus sampai seluruh arang atau sebuah gedung habis menjadi abu.

Mengetahui pembakaran berlangsung seperti sebuah lingkaran setan, pengendali api menyiapkan jurus ampuh untuk mengalahkan si lingkaran setan. Jurus ampuh itu bernama pemutus rantai. Jurus pemutus rantai terdiri dari dua pilihan yaitu:
  • Membuat pagar agar oksigen tidak bisa menemui kekasihnya.
  • Menasehati arang agar tidak mudah terprovokasi.
Kedua pilihan itu bisa dilakukan salah satu atau berbarengan sekaligus agar si lingkaran setan cepat keok.


Dalam kehidupan sehari-hari api bisa dipadamkan dengan dua cara. Pertama menghalangi masuknya gas oksigen misalnya dengan menyemprotkan gas karbondioksida pada sumber api. Kedua menurunkan temperatur bahan yang terbakar misalnya dengan menyiramnya dengan air. Makanya kalau ada api liar di dapur kita dianjurkan menutupnya dengan karung goni basah. Tujuannya di samping untuk menurunkan suhu juga sekaligus menghalangi masukanya gas oksigen.

CATATAN
Reaksi kimia spontan antara gas karbon (C) dan gas oksigen (O2) menghasilkan gas karbondiokdia (CO2) plus Energi.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Mungkin uap karbon maksudnya?

Unknown mengatakan...

Apakah gas Dan uap itu sama atau beda ya?

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari