Sabtu, 14 Januari 2017

SERI BUMI DATAR? BAGIAN 24: BUKTI EMPIRIS GRAVITASI

Newton bukanlah orang pertama yang mempelajari gravitasi.  Dalam peradaban Islam jaman keemasan, studi tentang gravitasi telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim salah satunya adalah Abdurahman Al-Khazini (abad 12 M) atau biasa disebut Al-Khazini. Beliau menulis sebuah kitab yang berjudul Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom yang ditulis tahun 1121 M. Di dalam buku tersebut salah satunya berisi studi mengenai pusat gravitasi (gravitasi terhadap pusat benda). Menurut Al-Khazini definisi ”berat” adalah sebagai berikut;

 “Berat merupakan gaya yang inheren dalam tubuh benda-benda padat yang menyebabkan mereka bergerak dengan sendirinya, dalam suatu garis lurus terhadap pusat bumi dan terhadap pusat benda itu sendiri.  Gaya ini pada gilirannya akan tergantung dari kerapatan benda yang bersangkutan.” [1][2]

Bila kita kaji definisi berat menurut Al-Khazini ternyata hampir sama dengan hukum gravitasi Newton.  Perhatikan bahwa gaya ini bergantung pada kerapatan benda, ini bersesuaian dengan massa benda.  Bergerak sendiri dalam suatu garis lurus terhadap pusat bumi maksudnya adalah percepatan gravitasi yang arahnya menuju ke pusat massa bumi.  Definsi berat menurut Al-Khazini ini jelas mengacu pada bentuk bumi yang bulat.  Silakan lihat artikel sebelumnya “gravitasi membuktikan bumi bulat”.
 
Hanya ada satu faktor yang tidak disebutkan yaitu pengaruh jarak benda tersebut dengan pusat bumi.  Hal ini sangatlah wajar karena gaya gravitasi yang dialami benda di permukaan bumi tidak memiliki perbedaan yang besar dengan berubahnya ketinggian benda yang bisa diamati pada jaman tersebut.

Sedangkan gaya gravitasi menurut  Sir Isaac Newton (1643-1727M)  bisa ditemukan di dalam bukunya "Principa and Optika".  Newton mengemukakan :

"Setiap objek di alam semesta menarik setiap benda lainnya dengan sebuah gaya melalui garis lurus yang berasal dari masing-masing pusat massa benda yang sebanding dengan massa keduanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua pusat massa benda".

Sederhananya dua benda akan saling tarik menarik akibat massa yang dimiliki oleh keduanya.  Itulah pemahaman sederhana dari gravitasi.  Sedangkan besarnya gaya tarik-menarik atau gaya gravitasi yang terjadi pada kedua benda tersebut dijelaskan dalam rumus hukum gravitasi Newton.

Tarik menarik benda bermassa ini telah dibuktikan dengan percobaan di laboratorium. Percobaan yang paling terkenal adalah percobaan yang dilakukan oleh Henry Cavendish tahun 1798 M.  Cavendish berhasil mendapatkan nilai konstanta gravitasi dengan tingkat kesalahan 1%.  Cavendish melakukan percobaannya dengan sebuah neraca yang saat ini terkenal dengan nama neraca Cavendish

Neraca Cavendish tersusun dari sebuah batang ringan dengan panjang L=1,8 meter yang ujung-ujungnya diberi bola timbal kecil bermassa masing-masing sebesar m=0,73 kg dengan diameter kira-kira 2 inci. Tepat di tengah batang diikat dengan seutas serat kuarsa (kawat halus) dan batang digantung. Dua bola timbal besar identik bermassa M=158 kg dengan diameter kira-kira 12 inci, diletakkan di dekat masing-masing kedua bola kecil dengan jarak yang sama sebesar R=9 inci diukur dari pusat bola.  [3]

Perhatikan dua gambar ilutrasi berikut,






Berdasarkan hukum gravitasi Newton akan timbul gaya gravitasi (tarik-menarik) antara bola besar M dan bola kecil m. Akibatnya batang akan berputar dan serat kuarsa akan terpuntir. Besarnya sudut puntiran diukur dari pergeseran berkas cahaya yang dipantulkan cermin yang digantungkan di serat kuarsa tersebut.  

Dengan mengetahui panjang lengan L, massa m, jarak R, massa M  bisa kita turunkan rumus untuk mendapatkan konstanta gravitasi G. 

Persamaan hukum gravitasi umum Newton adalah,

F = GMm/R2

Ket.

F = gaya tarik-menarik antara bola (N) 
G = Konstanta gravitasi (Nm2/kg2 atau m3/kgdtk2)
M = Massa bola besar (kg)
m = massa bola kecil (kg)
R = Jarak antara pusat massa bola besar dan bola kecil (m)

Gaya F yang bekerja pada suatu lengan disebut torsi (τ). Besarnya torsi adalah gaya dikali panjang lengan.  Jadi persamaan untuk torsi pada masing-masing massa di setengah lengan  adalah,
 
τ = ½ F.L

Untuk dua massa dengan lengan yang seimbang dengan arah gaya sama menjadi,
 
τ = F.L
F = τ / L

Ket.

F = gaya  (kg.m/dt2 atau N)
L = Panjang lengan  (m)
τ  = Torsi (N.m)

Seutas kawat yang mengalami puntiran akibat torsi dirumuskan dengan persamaan,

τ = κθ

ket.
θ = sudut puntiran dalam radian
κ = koefisien torsi  (Nm/radian)

Dengan mensubtitusi τ pada  F = τ / L didapatkan,

F = κθ / L
 
Saat sistem mulai dilepas (dibiarkan bebas),  bola kecil bergerak mendekati bola besar dan berosilasi.  Osilasi terjadi karena gerak bola kecil mendekati bola besar melampaui sudut kesetimbangan puntiran serat kuarsa. Dengan kata lain terjadi adu kuat antara gaya gravitasi (tarik menarik bola kecil dengan bola besar) dengan gaya yang dihasilkan dari kawat yang terpuntir.  Osilasi pada akhirnya akan menuju ke titik kesetimbangan.  Titik kesetimbangan adalah titik di mana besarnya gaya gravitasi antara dua massa bola sama dengan gaya yang dihasilkan oleh kawat yang terpuntir.



Periode osilasi resonansi alami yang terjadi dirumuskan dengan,

T = 2π √ (I / κ)

Ket.
T = Periode osilasi (detik)
π = 3,14
I = Momen inersia bola kecil (kg.m2)
Momen inersia dari bola kecil adalah:

I = m.L2 / 2
 
Sehingga didapat periode osilasi adalah


T = 2π √ (mL2/2κ)
T2 = 4π2(mL2/2κ)

2κT2 = 4π2mL2

κ = 2π2mL2/T2

Dengan memasukan κ ke dalam persamaan F = κθ / L diperoleh,
F = 2π2mL2θ/LT2

Dari persamaan hukum gravitasi G = FR2/Mm didapatkan,
G = 2π2mL2θR2/LT2Mm

Disederhanakan dan inilah rumus terakhir untuk mendapatkan konstanta Gravitasi G,

G = 2π2LθR2/T2M
Nilai konstanta gravitasi yang diperoleh Cavendish dalam percobaannya adalah  

G = 6,7(±0.,48) x 10-11 Nm2/kg2

Beberapa metode dan alat ukur telah dikembangkan oleh para ilmuwan untuk mendapatkan nilai konstanta gravitasi yang lebih akurat.  Nilai konstanta gravitasi yang didapat oleh para ilmuwan modern saat ini adalah

G =  6,673 x 10-11 Nm2/kg2. 
 
Dengan demikian nilai yang didapatkan Cavendish berbeda sekitar 1% dengan nilai konstanta gravitasi yang diterima saat ini. 

Sebenarnya konstanta gravitasi  adalah konstanta dalam Fisika yang pertama kali bisa diukur.  Namun konstanta gravitasi merupakan konstanta yang paling rendah tingkat ketelitiannya. Hal ini disebabkan karena tarikan gravitasi yang terjadi pada dua benda sangat lemah sehingga dibutuhkan alat ukur yang sangat peka agar dapat mengukur nilai konstanta dengan lebih teliti.

Percobaan Cavendish dan diteruskan oleh sangat banyak orang sesudahnya hingga saat ini, membuktikan secara empiris bahwa gravitasi atau tarik-menarik dua benda karena massanya adalah fakta ilmiah.  Secara fisis bisa dilihat pergerakannya dan secara matematis bisa dihitung nilai besarannya dan sesuai dengan hukum gravitasi Newton.

Jadi tidak ada alasan untuk meragukannya apalagi sampai mengatakan gravitasi hanyalah “mitos”.  Jika tetap keukeuh silakan saja lakukan percobaan dengan metode yang lebih baik dan tentunya harus bisa membuktikan bahwa tidak ada gaya tarik-menarik dua massa benda.

Beruntung setelah saya berselanjar mencari referensi saya menemukan skripsi yang berisi percobaan untuk menentukan konstanta gravitasi.  Silakan cari di google dengan kata kunci “013214003_Full”. File ini berbentuk pdf dan silakan diunduh.  Ini sangat membantu sahabat yang mungkin masih meragukan gravitasi.  Bahwa percobaan untuk menentukan konstanta gravitasi sekaligus membuktikan gaya tarik menarik dua massa benda itu bukanlah suatu konspirasi.  

Teori bumi datar yang selalu mengaitkan bentuk bumi dan sains dengan elit global adalah karena ketidakmampuan teori tersebut dibuktikan secara ilmiah.  Teori bumi datar hanyalah dongeng yang berlindung di balik teori konspirasi.  Bisa jadi seorang yang kecerdasannya sudah tersandera oleh teori konspirasi walaupun jebolan pasca sarjana masih tetap bisa menerima;
  • Malam bisa terjadi walaupun matahari selalu di atas bumi.
  • Cahaya matahari seperti lampu senter meskipun dilihat dari sudut manapun berbentuk lingkaran.
  • Matahari yang selalu di atas bumi bisa terbenam atau terbit di laut
  • Bulan memiliki cahaya sendiri dan cahayanya lebih dingin dari pada tidak ada cahaya.
  • Suhu sinar bulan bisa diukur.
  • Bulan berbentuk cakram pipih walaupun saat purnama dilihat sepanjang malam tetap berbentuk lingkaran.
  • Gerhana terjadi karena ada siluman yang menutupi bulan.
  • Jarak matahari hanya 5000 km
  • Dan lainnya.
Bangun, bangun sahabatku…   Syukuri nikmat Allah SWT berupa kecerdasan, gunakanlah sebaik-baiknya.  Hargai Guru dan Dosen yang telah bersusah payah menyampaikan ilmunya kepada kita.

Di dalam laboratorium modern yang biasanya ada di Universitas atau lembaga lainnya, alat untuk melakukan percobaan gravitasi dibuat dengan lebih modern, seperti ini penampakkannya.




Saya mempunyai artikel yang menjelaskan cara dan perhitungan untuk menentukan konstanta gravitasi di laboratorium modern.  Silakan dicari di google dengan kata kunci “Pasco Cavendish Experiment”.  Artikel ini dalam bentuk pdf berbahasa inggris, silakan diunduh.  Artikel ini menjadi salah satu referensi saya.

Sangat disayangkan jaman saya kuliah dulu tidak ada percobaan ini di laboratorium Fisika Dasar UI. Walaupun ada 4 kelompok praktikum fisika dasar yaitu Mekanika (M), Kalor (K), Listrik (L) dan Optik (O). Padahal saat kuliah dulu saya dan sahabat-sahabat Fisika ’93 berjibaku hampir 5 jam dalam setiap sesi praktikum fisika dasar.   Sehingga saat pulang ke kost sudah loyo dengan membawa beban data praktikum yang harus diolah untuk dibuat laporan pada pertemuan sesi berikutnya.

Saya tidak tahu apakah di kampus lain ada sesi praktikum gravitasi seperti itu.  Saya berharap praktikum gravitasi bisa diadakan di Universitas yang ada di Indonesia.  Saya mengetuk beberapa sahabat yang saat ini menjadi dosen di Fisika UI, mohon diusulkan agar praktikum gravitasi diadakan dan dimasukkan ke sesi praktikum kelompok Mekanika (M).

Harapan saya tumbuh karena sebuah keprihatinan. Yaitu mudahnya orang-orang yang bergelar sarjana bahkan pasca sarjana yang notebene masuk kelompok IPA (bukan IPS) terpengaruh oleh video bumi datar sehingga tidak mempercayai gravitasi.  Hanya dengan ditunjukkan gabus terapung dan balon helium terbang langsung percaya bahwa  gravitasi hanyalah mitos.  Semoga dengan adanya praktikum gravitasi di kampus-kampus di Indonesia membuat  pemahaman yang lebih baik dan tidak ragu bahwa gaya tarik-menarik dua benda karena massanya adalah fakta.

Pada tulisan sebelumnya saya pernah membahas “meluruskan kekeliruan pemahaman gravitasi”.  Kali ini saya kembali akan meluruskan pemahaman gravitasi yang disalahfahami oleh penulis web di komunitas bumi datar.  Menurut saya salah faham ini sangat-sangat parah.  Intinya penulis web menyatakan harusnya gaya  gravitasi yang dialami benda di permukaan bumi termasuk manusia lebih besar dari pada gaya gravitasi yang dialami bulan. 

Saya mengutip web tersebut pada bagian yang penting saja. Mohon maaf kepada penulis web, ini hanya sebagai pembelajaran semata.

====Awal Kutipan====

Sekarang kita coba liat berapa massa bulan. Massa Bulan = 7.34767309 x 10^22 kilogram. Wow!!! Besar sekali!! Pasti membutuhkan gaya yang sangat besar sekali untuk menarik benda seberat itu. Dan gaya ini adalah gaya yang sama dengan gaya yang kita terima. Gaya ini yang menyebabkan apel jatuh dari pohon, orang jatuh dari tangga, serta membuat kita tetap berpijak di tanah dan tidak melayang-layang di angkasa.

Bahkan menurut sains modern juga bahwa gaya gravitasi bumi semakin mendekat ke inti bumi adalah semakin besar, itu artinya seharusnya benda-benda dan makhluk yang ada di bumi menerima gaya tarik yang lebih besar dari gaya yang di terima Bulan. Coba deh pikir apa mungkin kita bisa bertahan dari tekanan gaya yang ukurannya lebih besar dari gaya yang menarik massa sebesar 7.34767309 x 10^22 kilogram?? Kalo benar gravitasi itu ada, harusnya badan kita sudah terbenam ke tanah dan tidak bisa gerak bebas sama sekali.

Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah ada makhluk yang bisa melawan gaya tarik sebesar itu untuk terbang melayang di angkasa. Bagaimana bisa burung-burung terbang di angkasa sementara mereka ditarik oleh kekuatan yang setara massa bulan? Kalo kita analogikan gerakan piston di mesin motor yang menghasilkan gaya untuk mendorong motor, apakah mungkin gerakan kepakan sayap burung akan menghasilkan gaya yang mampu mendorong massa sebesar 7.34767309 x 10^22 kilogram??

 Dengan begitu, CASE CLOSED!! GRAVITY DOES NOT EXIST!! DAN ADA YANG SALAH DENGAN TEORI-TEORI TENTANG BUMI, BULAN, MATAHARI, DAN GALAXYALAM SEMESTA.

====Akhir kutipan====

Sahabat, lihatlah betapa parahnya kekeliruan pemahaman gravitasi tersebut.  Guru fisika mana yang mengajarkan seperti itu, saya yakin bukan guru fisika yang mengajarinya.  Konsep gravitasi yang benar bukan seperti yang difahami oleh penulis web.  Itu mungkin akibat tidak mau belajar dengan pemahaman yang benar atau tidak mau bertanya pada orang yang lebih mengerti. Mungkin karena merasa sudah mengerti.

Kekeliruan penulis web karena menggunakan analoginya sendiri (ditulis panjang lebar sebelumnya, tidak saya kutip di sini).  Padahal dengan menggunakan rumus hukum gravitasi Newton akan didapatkan gaya gravitasi yang berbeda-beda pada setiap massa benda.  Gaya gravitasi karena bumi yang dialami bulan harus dihitung menggunakan massa bumi-bulan, demikian juga gaya gravitasi yang dialami manusia, burung dan benda-benda di bumi tentu juga harus dihitung dengan massa masing-masing.  Misal gaya gravitasi yang dialami burung dengan massa 500gr adalah 5 Newton, sedangkan gaya gravitasi yang dialami bulan mencapai 10 pangkat 20 Newton.  Jadi jelas bukan? 

Ini berarti penulis web sedang membantai “manusia jerami” yang difahami sendiri di dalam pikirannya. Dan manusia jerami itu bukanlah gravitasi yang difahami secara umum tapi gravitasi yang lahir dari pikiran penulis web sendiri yang saya anggap karena kekurangfahaman semata bukan karena kesengajaan.  Tidak ada buku ajar fisika, dosen dan guru fisika yang memahami gravitasi seperti itu.

Monggo sahabat penulis web silakan belajar lagi. Sudah banyak penggemar bumi datar yang menjadi korban, keliru memahami gravitasi akibat membaca web yang ditulis sahabat. Sahabat penulis web, gunakan ilmumu untuk kebaikan, jangan menyesatkan orang lain.  Banyak buku ajar fisika, banyak guru, dosen dan orang cerdas yang bisa sahabat mintai tolong menjelaskan gravitasi.  Gravitasi bukan seperti yang sahabat penulis web fahami. Gravitasi yang seperti itu memang salah, jadi kalau sahabat tidak percaya gravitasi yang seperti itu, justru malah sangat bagus. Karena gravitasi yang benar dirumuskan dalam hukum gravitasi Newton. 

Gaya gravitasi adalah gaya tarik menarik dua benda yang besarnya sebanding dengan perkalian dua massa benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.  Perhatikan kata-kata “perkalian dua massa benda”.  Jadi besarnya gaya gravitasi itu berasal dari kedua pihak.  Sahabat penulis web semoga faham dan tidak lagi menggunakan ketidakfahamannya untuk membantah. Mending belajar Om daripada berteori dengan minim ilmu yang akhirnya malah menyesatkan orang lain.

Ada juga seorang sahabat yang memberikan komentar di blog saya dengan mengatakan gaya gravitasi dan gaya gravitasi bumi adalah dua hal yang berbeda dengan alasan biodata keduanya berbeda.  Ini membuat saya sedikit tersenyum.  Seumur-umur baru dengar pernyataan seperti itu.  Guru Fisika atau Dosen mana yang mengajarkan seperti itu.   Saya menduga maksudnya adalah tarik-menarik dua massa benda berbeda dengan bumi menarik semua benda di permukaannya. Bisa jadi ini akibat ajaran pembuat video datar yang mengatakan benda jatuh karena perbedaan massa jenis.

Mengapa sahabat tidak menggunakan sedikit saja kecerdasan yang dianugerahkan Tuhan.  Sederhana sekali koq memahaminya, kalau dua benda bisa saling tarik-menarik karena massa yang dimilikinya kenapa tidak dengan bumi?   Bumi memiliki massa, benda-benda memiliki massa lalu apa yang membuat sahabat tidak berfikir jika bumi dan benda tersebut bisa saling tarik?  Bumi dan benda sabenarnya saling tarik menarik, hanya saja percepatan yang dialami bumi amat sangat kecil sementara percepatan yang dialami benda sama dengan 9,8 m/s2.  Jadi bendalah yang lebih dominan bergerak mendekat sementara pergerakan bumi amat sangat kecil.  Jadi silakan sahabat belajar lagi.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Referensi
  1. http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/04/01/41295-al-khazini-saintis-muslim-perintis-ilmu-gravitasi
  2. http://www.zulfanafdhilla.com/2014/06/Al-Khazini.html
  3.  https://en.wikipedia.org/wiki/Cavendish_experiment
  4.  http://www.phys.utk.edu/labs/modphys/Pasco%20Cavendish%20Experiment.pdf

15 komentar:

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas jerih payahnya mementahkan argumen-argumen Flat Earth. Saya sangat menghargai!

ILMU KUCARI mengatakan...

@Arisetyo
Sama-sama, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.

muhafi ali fakhri mengatakan...

mengenai gravitasi,
apakah gravitasi tetap berlaku di air..?
perhitungan panjang sungai amazon yg jika ditarik garis lurus akan menghasilkan jarak sekitar 6000km, jika bumi bulat akan memiliki lengkungan setinggi sekitar 30 km, apakah air dapat menanjak setinggi itu...? sifat air kan selalu mengalir dari permukaan yg tinggi ke rendah.. ditambah ada gaya gravitasi yg menarik air ke pusat bumi, mungkinkah air itu mengalir pada sungai musi jika bumi melengkung setinggi itu..?

mohon penjelasannya, karena saya masih awam dan ingin belajar. makasih.. :)

ILMU KUCARI mengatakan...

Alhamdulillah Mas Muhafi mau bertanya. Semoga hal yang belum difahami tersebut dapat difahami setelah saya mencoba memberi penjelasan.

Pemahaman demikian memang sering saya temukan dikemukakan oleh orang yang tidak percaya bumi berbentuk bulat. Celakanya bukannya ditanyakan kepada yang lebih mengerti tapi malah dijadikan hujjah untuk membantah bumi berbentuk bulat.

Betul sifat air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah karena ditarik oleh gaya gravitasi bumi(air juga memilki massa dan gravitasi adalah tarik menarik benda bermassa}. Air secara spontan akan mencari celah untuk menurunkan tingkat energi potensialnya. Energi potensial dirumuskan dengan Ep=m.g.h di mana h adalah ketinggian. Dengan demikian air sebisa mungkin akan mencari celah untuk mencari tempat yang serendah-rendahnya agar energi potensialnya semakin mengecil.

Dari mana kita mengukur ketinggian?
Kita mengukur ketinggian dari pusat massa bumi. Dengan demikian tidak ada air yang menanjak, yang ada adalah air akan mendekatkan diri ke pusat massa bumi. Aliran air sungai yang panjang seperti sungai Amazon bukanlah menanjak tetapi mengalir ke tempat yang jarak dari pusat massa buminya lebih dekat.

Di manakah atas dan bawah?
Dalam konsep bumi bulat bagian terbawah bagi kita adalah pusat massa bumi dan bagian yang lebih atas adalah ketika menjauh dari pusat massa bumi.
Konsep inilah yang belum difahami oleh penganut bumi datar sehingga mengira ada samudra yang terbalik, air mengalir menanjak, tsunami menanjak dsb.

Satu lagi yang perlu diperhatikan bahwa Kutub utara bumi bukanlah bagian atas.
Mungkin kekeliruan fatal yang menganggap kutub utara bumi adalah bagian atas, berawal dari kesalahan menerjemahkan ilustrasi bumi bulat atau peta yang selalu menempatkan kutub utara di atas. Mohon diperhatikan, itu hanya ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Pada jaman dulu ada juga astronom/kartografer yang menggambar peta dengan kutub selatan ditempatkan di atas. Jadi sekali lagi konsep atas dan bawah bukanlah seperti yang difahami oleh penganut bumi datar.
Konsep atas dan bawah adalah seperti yang sudah saya terangkan di atas. Dengan mengerti konsep atas bawah maka kita tidak akan lagi mengatakan aliran sungai menanjak, atau samudra terbalik dsb.


Demikian Mas Muhafi, semoga mudah difahami. Jika masih ragu silakan ditanyakan lagi.

muhafi ali fakhri mengatakan...

Pusat masa bumi itu letaknya dimana..? Apa di inti bumi pa gimana.. Hehe.. saya blm paham tentang konep ini. Dan ketinggian bukankah di hitung dari permukaan laut, seperti menghitung tinggi gunung gtu..? , yg saya bingung itu air yg terkena lengkungan, bisa mengalir melewati lengkungan gtu mas, kaloelengkung kan udah bisa di hitung tinggi lengkungannya..? :D dan dengan lengkungan itu, ir tetap memgalir itu yg belum saya ngerti, soalnya ketika melihat sifat air, tidak akan bisa mengalir melewati ketinggian(lengkungan).. :D

Terus pertanyaan saya yg pertama belum terjawab, apakah gravitasi jug berlaku di dalam air..? Hehe..

Mohon arahan kalo saya masih salah paham dengan penjelasannya, dan semoga jawaban slanjutnya dapat disampaikan dengan bhasa yg awam, biar saya bisa ngerti.. Makasih.. Udh meluangkan waktu untuk menjawab.. :)

astajim mengatakan...

sing komen kaum otak datar kabeh,,,,,,,,,,,yo orak bakal nyambung karo artikel2 neng weblog iki,,,,,,

ILMU KUCARI mengatakan...

Mas Muhafi silakan lihat artikel seri 27 tentang aliran sungai Amazon

anjarsukamainps mengatakan...

Asslamu'alaikum

berati konsep GLOBE saat semua benda masih menempel di bumi menghitung ketinggian dari pusat bumi??? pusat bumi yg mana y mas,, soalnya kata GE bumi kan tidak bulat sempurna,, nah narik inti tengahnya dari apa,, pusat massa buminya di mana,,,trus lengkungan 30km sungai amazon kalo menurut GE nariknya dari mana?? trimakasih

ILMU KUCARI mengatakan...

Wa alaikumsalam
Mas Anjar silakan baca artikel seri 27.
Mohon maaf maaf kalau penjelasan saya di seri 27 belum bisa difahami juga, saya angkat tangan.

ILMU KUCARI mengatakan...


Seri 27
http://sakudin-fisika.blogspot.co.id/2017/04/seri-bumi-datar-bagian-27-aliran-sungai.html

Dwilis Sarkol mengatakan...

Permisi mas, numpang diskusi...
1. mengenai air; jika memang demikian maka seharusnya sifat air yang 'memiliki permukaan selalu datar' itu harus dirubah menjadi 'air dapat melengkung' mengkuti permukaan bumi bola. saya heran tidak ada ahli fisika yg memperhatikan hal ini (atau saya yg belum tahu). silahkan mas cari mengenai sifat air, sudah dirubah atau belum.

2. mengenai gravitasi; ini di artikel sebelumnya. jika bumi tidak jatuh atau tertarik gaya gravitasi matahari dikarenakan bumi mengorbit, maka energi apa yang menyebabkan bumi tetap stabil mengorbit? atau sederhananya apa yang mendorong bumi agar tetap mengorbit? karena setahu saya benda bergerak akibat menerima gaya dorong (mohon dikoreksi jika salah).

3. saya suka dengan kosmologi atau hal-hal mengenai alam semseta, namun saya tidak setuju dengan pemahaman kosmologi yang berujung pada suatu kesimpulan yang meyatakan bahwa "bukan Tuhan yang mneciptakan alam semesta" atau "tidak perlu Tuhan agar alam semesta eksis/ada" karena alam semesta dapat menciptakan diri sendiri,terjadi karna kecelakan kosmik, melalu big bang, gravitasi,black hole dll. bumi hitu hanyalah butiran debu yg melayang di alam semesta, jika bumi butiran debu maka manusia sama sekali tidak ada apa-apanya/tidak sepsial,itu adalah pemahaman yg menjauhkan manusia dari Tuhan. itu yg saya tidak setuju, karena saya yakin dan percaya bahwa 'Tuhan-lah yg sang pencipta alam semesta', manusia adalah cipatan yg paling spesial/istimewah dan prosesnya tidak dapat disimulasikan dengan praktik di lab.

terimakasih. salam damai

ILMU KUCARI mengatakan...

Terima kasih Mas Darwis

1. Tidak ada hukum yang mengatakan sifat permukaan air adalah datar. Selama ini kita menganggap demikian karena selalu melihat dalam skala yang kecil sehingga menganggap permukaan air adalah datar. Sebenarnya air di gelas juga melengkung mengikuti jejari bumi hanya saja amat sulit dideteksi karena perbandingan jejari bumi dan gelas amat jauh berbeda.

2. Benda tanpa gaya memiliki 2 keadaan yaitu pertama diam dan yang kedua bergerak lurus dengan kelajuan konstan. Dua keadaan itu tidak membutuhkan Energi ataupun gaya. Sekali benda dalam keadaan bergerak lurus dengan kelajuan konstan maka sampai kiamat benda akan terus bergerak, kecuali ada yang menghentikannya. Ini harus benar-benar difahami. Mungkin selama ini kita mengira benda yang bergerak akan berhenti dengan sendirinya. Sebenarnya tidak, harus ada sesuatu yang menghentikannya misalnya gaya gesek dsb.
Ketika bumi sedang ditarik oleh gravitasi matahari, Tuhan memberikan gerak lurus pada bumi dengan kelajuan dan arah yang amat tepat. Perpaduan gerak lurus dan gravitasi menyebabkan gerak melingkar (mengorbit). Gravitasi dan gerak lurus ini akan tetap ada sampai kiamat kecuali ada yang mengganggu. Jadi gerak mengorbit sama sekali tidak membutuhkan gaya tambahan selain gravitasi.

3. Jika kita mempelajari sains dan merenungkannya maka kita akan menemukan bahwa alam semesta ini adalah suatu desain yang maha hebat. Sudah pasti Tuhanlah yang mendesain. Salah satu contoh desain ya itu tadi, kelajuan yang Tuhan berikan pada Bumi sehingga bisa mengorbit matahari. Sedikit saja besar dan arahnya meleset maka bumi tidak akan bisa mengorbit matahari. Tidak ada yang kebetulan di alam semesta ini, semua sudah di dalam rancangan yang amat teliti.

Demikian Mas Darwis semoga menambah pemahaman.

ILMU KUCARI mengatakan...

Mohon maaf saya salah nulis nama yang benar Mas Dwilis bukan Darwis. Sekali lagi mohon maaf.

Sani Sanusi mengatakan...

Tuhan membekali manusia hidup di alam raya ini dengan kemampuan akal agar mampu menjalani hidup di dalam hukum2 alam ciptaan-Nya, memahaminya dan mengenal-Nya lebih dekat.. :-)

Vicky Gp mengatakan...

Jelaskan bagaimana rel kereta api dapat mengikuti lengkungan bumi?

SERI BUMI DATAR?

Bukti Empiris Revolusi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Rotasi Bumi + Pengantar
Bukti Empiris Gravitasi + Pengantar

Seri 43 : Bantahan Cerdas Penganut FE3

Seri 42 : Bantahan Cerdas Penganut FE 2
Seri 41 : Melihat Satelit ISS sedang mengorbit Bumi
Seri 40 : Bantahan Cerdas Penganut FE

Seri 39 : Arah Kiblat Membuktikan Bumi Bulat

Seri 38 : Equation Of Time

Seri 37 : Mengenal Umbra Penumbra dan Sudut Datang Cahaya

Seri 36 : Fase Bulan Bukan Karena Bayangan Bumi
Seri 35 : Percobaan Paling Keliru FE
Seri 34 : Analogi Gravitasi Yang Keliru
Seri 33 : Belajar Dari Gangguan Satelit
Seri 32 : Mengapa Horizon Terlihat Lurus?
Seri 31 : Cara Menghitung Jarak Horizon
Seri 30 : Mengapa Rotasi Bumi Tidak Kita Rasakan
Seri 29 : Observasi Untuk Memahami Bentuk Bumi
Seri 28 : Permukaan Air Melengkung
Seri 27 : Aliran Sungai Amazon
Seri 26 : Komentar dari Sahabat
Seri 25 : Buat Sahabatku (Kisah Kliwon menanggapi surat FE101 untuk Prof. dari LAPAN)
Seri 24 : Bukti Empiris Gravitasi
Seri 23 : Bukti Empiris Revolusi Bumi
Seri 22 : Bukti Empiris Rotasi Bumi
Seri 21 : Sejarah Singkat Manusia Memahami Alam Semesta

Seri 20 : Waktu Shalat 212
Seri 19 : Kecepatan Terminal
Seri 18 : Pasang Surut Air Laut
Seri 17 : Bisakah kita mengukur suhu sinar bulan?
Seri 16 : Refraksi
Seri 15 : Ayo Kita Belajar Lagi
Seri 14 : Perspektif
Seri 13 : Meluruskan Kekeliruan Pemahaman Gravitasi
Seri 12 : Teknik Merasakan Lengkungan Bumi
Seri 11 : Gaya Archimedes terjadi karena gravitasi
Seri 10 : Azimuthal Equidistant
Seri 9 : Ketinggian Matahari pada bumi datar
Seri 8 : Bintang Kutub membuktikan bumi bulat
Seri 7 : Satelit Membuktikan Bumi berotasi
Seri 6 : Rasi Bintang membuktikan bumi berputar dan berkeliling
Seri 5 : Gravitasi membuktikan bumi bulat
Seri 4 : Besi tenggelam dan Gabus terapung
Seri 3 : Gaya gravitasi sementara dirumahkan
Seri 2 : Bola Golf jadi Penantang
Seri 1 : Satelit yang diingkari